Disdukcapil Jeneponto Tetap Buka Layanan Tatap Muka Selama WFH dan Libatkan Mahasiswa IAI Yapnas
JENEPONTO — DETIKREPORTASE.COM | Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) di sejumlah instansi pemerintah daerah sama sekali tidak menghentikan roda pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto memastikan bahwa pelayanan langsung kepada warga tetap berjalan secara normal. Bahkan, guna menjaga kualitas dan kecepatan proses pelayanan agar tetap optimal, pihak Disdukcapil secara taktis menggandeng para mahasiswa dari Institut Agama Islam (IAI) Yapnas Jeneponto yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kolaborasi strategis ini difokuskan untuk membantu mempercepat berbagai tahapan administratif, mulai dari validasi data perekaman hingga proses pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA).
Layanan Publik Warga Tetap Jadi Prioritas Utama
Kepala Disdukcapil Jeneponto, Dr. Mustaufiq, menegaskan bahwa administrasi kependudukan merupakan sektor pelayanan publik esensial yang bersentuhan secara langsung dengan kebutuhan mendasar masyarakat setiap harinya.
Oleh karena itu, meskipun sebagian perangkat daerah menerapkan sistem kerja jarak jauh atau WFH, lini pelayanan adminduk dipastikan tetap beroperasi secara penuh melalui mekanisme tatap muka atau Work From Office (WFO).
“Proses pelayanan adminduk tetap buka meski sebagian perangkat daerah melaksanakan WFH. Sesuai surat edaran yang berlaku, untuk pelayanan publik khususnya yang bersentuhan langsung dengan warga, tetap melaksanakan layanan tatap muka atau Work From Office (WFO),” ujar Mustaufiq saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, langkah konsisten ini diambil agar masyarakat Kabupaten Jeneponto tetap bisa mendapatkan hak pelayanan dokumen kependudukan mereka secara utuh tanpa harus mengalami hambatan akibat adanya penyesuaian pola kerja internal pegawai.
Mahasiswa IAI Yapnas Dilibatkan untuk Akselerasi Layanan
Tidak hanya sekadar mempertahankan operasional kantor, Disdukcapil Jeneponto juga berinovasi dalam mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada dengan melibatkan para mahasiswa IAI Yapnas yang tengah menempuh program PKL.
Para mahasiswa ini diterjunkan langsung untuk memperkuat lini pelayanan, khususnya membantu petugas dalam mengurai antrean dan menangani proses krusial seperti validasi data perekaman serta pencetakan dokumen KIA.
“Mulai hari ini, kami melibatkan adik-adik mahasiswa dari IAI Yapnas yang ikut dalam program PKL untuk masuk ke dalam tim pelayanan. Kehadiran mereka sangat membantu kami dalam mengakselerasi proses layanan yang ada,” jelas Mustaufiq.
Kerja sama kolaboratif ini dinilai memberikan keuntungan dua arah (win-win solution). Di satu sisi, para mahasiswa mendapatkan ruang belajar dan pengalaman praktis dunia kerja yang nyata, sementara di sisi lain pihak Disdukcapil terbantu dalam menjaga ritme serta kecepatan pelayanan kepada publik.
Manfaat Langsung bagi Kebutuhan Administrasi Warga
Bagi masyarakat Jeneponto, keberlanjutan layanan kependudukan ini memegang peranan yang sangat krusial. Kepemilikan dokumen kependudukan yang valid sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan mendesak, mulai dari urusan dunia pendidikan, akses fasilitas layanan kesehatan, hingga beragam keperluan administratif lainnya.
Dengan tetap dibukanya layanan tatap muka serta adanya suntikan tenaga bantuan dari mahasiswa PKL, masyarakat diharapkan dapat terus menikmati layanan yang cepat, tepat, akurat, dan responsif di tengah dinamika kebijakan kerja pemerintah daerah.
Langkah progresif ini sekaligus membuktikan bahwa kualitas pelayanan publik tetap bisa dijaga dan diakselerasi secara maksimal melalui sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan institusi dunia pendidikan, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
✍️ Penulis : Team DetikReportase | Editor : Redaksi | Jeneponto – Sulawesi Selatan.
DETIKREPORTASE.COM — Membuka Fakta, Menjaga Integritas Pelayanan Publik.





