Batang Kuis I detikreportase-Apa yang sebenarnya terjadi di dapur penyaji Makan Bergizi Gratis Desa Sena? Program yang seharusnya menyehatkan anak-anak justru menyisakan luka kekhawatiran. Dugaan makanan tidak layak konsumsi berupa telur yang diduga sudah busuk hingga makanan yang diduga mengandung belatung, kini resmi dilaporkan ke Badan Gizi Nasional untuk diperiksa secara menyeluruh.
Bermula dari pengakuan seorang siswi berinisial YS yang terkejut mendapati telur yang disajikan diduga sudah busuk. Belum selesai rasa kaget itu, temuan lain yang lebih mengerikan muncul makanan yang diterima anak-anak diduga terdapat belatung! Pengakuan ini bukan sekedar cerita lisan, namun sudah terekam dalam rekaman video yang dilampirkan sebagai bukti dalam laporan resmi.
Bukan hanya satu-dua anak. Sejumlah siswa lain ternyata juga melaporkan hal serupa kepada guru. Kepala Sekolah pun membenarkan pernah menerima laporan tersebut dan telah meneruskannya kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sena.
Ketika tim investigasi DPP LSM GRPK mendatangi SPPG untuk meminta penjelasan, pihak pengelola justru menilai bukti yang diajukan belum cukup kuat. Meski begitu, mereka menyatakan siap jika persoalan ini diproses sesuai jalur hukum yang berlaku.
Karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak, LSM GRPK tidak tinggal diam. Surat resmi bernomor 008/DPP-GRPK/PENG/VIII/2026 langsung dilayangkan kepada Badan Gizi Nasional. GRPK meminta investigasi menyeluruh mulai dari pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian. Jika terbukti ada pelanggaran berat, GRPK mendesak agar SPPG yang bersangkutan diberi sanksi tegas, termasuk penghentian sementara hingga pencabutan izin operasional.
Salinan laporan juga dikirim kepada Gubernur Sumut, Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Bupati Deli Serdang, Balai Besar POM Medan, serta Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PPPA Kabupaten Deli Serdang, Camat Batang Kuis, dan Kepala Desa Sena.
Kini seluruh mata tertuju pada hasil investigasi Badan Gizi Nasional. Apakah dugaan makanan busuk dan berbelatung itu benar-benar terjadi? Siapa yang bertanggung jawab? Dan yang paling penting: apakah keamanan pangan program nasional ini benar-benar terjaga?
(Ihm)





