Peristiwa duka terjadi di tengah perayaan Tahun Baru
SIKKA | DETIKREPORTASE.COM – Sukacita warga Dusun Natawulu, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dalam merayakan Tahun Baru 2026 berubah menjadi duka mendalam. Seorang pelajar Sekolah Dasar berinisial MGH, yang masih duduk di kelas V, ditemukan meninggal dunia di sekitar kediaman keluarganya pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 10.40 WITA.
Peristiwa tersebut mengejutkan warga setempat dan meninggalkan kesedihan mendalam, khususnya bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar. Informasi awal menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area belakang rumah keluarga.
Kronologi penemuan korban oleh pihak keluarga
Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh nenek korban yang baru kembali dari gereja usai mengikuti ibadah misa Tahun Baru.
Setibanya di rumah, saksi mencoba memanggil korban namun tidak mendapat respons. Karena merasa curiga, saksi kemudian mencari korban di dalam rumah dan sekitar halaman. Pencarian berlanjut hingga ke bagian belakang rumah, tempat korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernapas.
Menyadari kejadian tersebut, saksi segera meminta pertolongan kepada warga sekitar. Setelah dilakukan pengecekan awal oleh keluarga dan warga, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada aparat desa dan pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Respons aparat kepolisian dan pemeriksaan medis
Sekitar pukul 10.50 WITA, aparat desa setempat melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Ladogahar. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Nita bersama Unit Identifikasi Polres Sikka segera mendatangi lokasi kejadian.
Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara, mencatat identitas korban dan para saksi, serta mengumpulkan keterangan yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan. Pemeriksaan medis dilakukan oleh tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Nita di dalam rumah korban.
“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Ipda Leonardus Tunga kepada wartawan.
Pihak keluarga korban juga menyatakan bersedia bekerja sama dengan aparat kepolisian dan telah membuat surat pernyataan terkait penanganan jenazah sesuai ketentuan yang berlaku.
Polisi imbau masyarakat perkuat kepedulian sosial
Ipda Leonardus menambahkan, kepolisian telah menangani peristiwa ini secara profesional dan humanis, dengan tetap mengedepankan empati terhadap keluarga korban yang tengah berduka.
Unit Identifikasi Polres Sikka melakukan olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Djafar Awad Alkatiri, S.H., didampingi jajaran Polsek Nita. Aparat memastikan seluruh prosedur penanganan peristiwa kematian telah dilakukan sesuai standar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial, komunikasi dalam keluarga, serta perhatian terhadap kondisi psikologis anak, terutama di masa transisi dan momen-momen penting seperti perayaan tahun baru.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan peristiwa ini kepada aparat berwenang, sembari memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – Nusa Tenggara Timur
DETIKREPORTASE.COM : Fakta Dulu, Baru Bicara.





