Sumatra Utara

Ratusan Siswa di Tanah Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Sekolah Terdampak dan Dapur SPPG Jadi Sorotan

×

Ratusan Siswa di Tanah Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 5 Sekolah Terdampak dan Dapur SPPG Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Tim investigasi dan petugas medis menangani ratusan siswa di Karo yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Suasana saat Ratusan siswa dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendapat penanganan medis usai mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

​265 Siswa Tiga SMA/SMK Alami Gejala Gatal hingga Sesak, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Siap Beri Sanksi Tegas Termasuk Suspend Dapur SPPG

KARO | DETIKREPORTASE.COM – Ratusan siswa di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mendadak mengalami gangguan kesehatan massal usai menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026). Peristiwa yang mencuat dan menjadi sorotan publik ini terjadi di sedikitnya lima sekolah yang mendapatkan pasokan makanan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dikabarkan dikelola pihak Kodim.

​Berdasarkan data resmi yang disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, setidaknya ada 265 siswa dari tiga sekolah tingkat atas (SMA/SMK) yang melaporkan keluhan kesehatan setelah menikmati menu makan siang tersebut.

​Ketiga sekolah tingkat atas yang terdampak meliputi:

  1. SMAN 1 Berastagi (265 siswa / tercatat 202 siswa mengalami keluhan)
  2. SMA Swasta Bersama (25 siswa)
  3. SMK Swasta Bersama (38 siswa)

​Gejala Muncul Usai Santap Sayur Kol, Wortel, dan Gulai Ikan Dencis

​Menurut keterangan Zulkarnain, keluhan dirasakan para siswa tidak lama setelah mereka menyantap menu MBG yang dibagikan pada jam makan siang.

​Adapun gejala klinis yang dirasakan para siswa bervariasi, mulai dari rasa gatal di bagian mulut, sensasi getir, gatal-gatal pada kulit, hingga keluhan sesak napas. Sebagian siswa yang mengalami gejala cukup mengkhawatirkan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

​Menu makanan yang dibagikan saat insiden terjadi terdiri atas nasi dengan lauk pauk berupa sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis.

​Ikan dencis sempat mencuat sebagai dugaan sementara di lingkungan sekolah berdasarkan respons fisik yang dirasakan para siswa. Kendati demikian, pihak berwenang menegaskan belum ada kesimpulan resmi bahwa bahan makanan tertentu menjadi pemicu tunggal. Kepastian penyebab insiden ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan dan uji laboratorium.

​Dua Sekolah Tingkat SMP Turut Terdampak

​Dampak dari insiden ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh pelajar tingkat SMA/SMK. Berdasarkan laporan di lapangan, dua sekolah tingkat menengah pertama (SMP) juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.

​Kedua sekolah tingkat SMP tersebut yakni SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama. Keduanya diketahui menerima pasokan katering harian dari dapur SPPG yang sama.

​Kendati demikian, jumlah pasti siswa SMP yang mengalami keluhan belum dapat dirilis secara final mengingat proses pendataan dan investigasi di lapangan masih terus berjalan. Data dari Kemendikdasmen mencatat SMP Negeri 3 Kabanjahe sebagai salah satu satuan pendidikan resmi di wilayah Kabupaten Karo.

​Pihak berwenang mengimbau agar angka 269 yang sempat beredar di berbagai platform media sosial belum dijadikan angka resmi final, mengingat jumlah terkonfirmasi baru mencapai 265 siswa dari tingkat SMA/SMK.

​Badan Gizi Nasional (BGN) Turun Tangan, Siap Jatuhkan Sanksi Berat

​Menanggapi peristiwa yang menyita perhatian nasional ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, bergerak cepat dan menyatakan pihaknya akan segera menerjunkan tim khusus untuk melakukan investigasi mendalam.

​Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Dapur SPPG yang terbukti lalai atau bermasalah dalam standar pengolahan dan kebersihan pangan akan langsung dijatuhi sanksi tegas, mulai dari penghentian sementara (suspend) hingga pencopotan kepala SPPG yang bersangkutan.

​”Jika hasil investigasi nantinya menemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian fatal, sanksi dapat diperberat hingga penutupan permanen,” tegas Sudaryono.

​Menanti Hasil Pemeriksaan Laboratorium

​Meski kemunculan gejala kesehatan tersebut terjadi selang beberapa waktu setelah para siswa mengonsumsi paket MBG, hubungan sebab-akibat secara ilmiah belum dapat dipastikan sepenuhnya sebelum hasil uji sampel makanan dan pemeriksaan klinis keluar.

​Oleh karena itu, insiden di Kabupaten Karo ini untuk sementara ditempatkan sebagai dugaan gangguan kesehatan pascakonsumsi MBG, bukan sebagai kesimpulan mutlak kegagalan program.

​Pemeriksaan menyeluruh yang mencakup kualitas bahan baku, higienitas proses pengolahan di dapur, metode penyimpanan, hingga rantai distribusi makanan menjadi kunci utama untuk menguak fakta di balik peristiwa ini. Publik kini menanti transparansi hasil investigasi laboratorium guna memastikan standar keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal ke depannya.

​✍️ Tim Redaksi | Editor : Redaksi | detikreportase.com | Karo – Sumatera Utara

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250