BeritaJawa Tengah

Sinergi Polisi dan Ojol di Cilacap: Anniversary PGCB ke-6 Digelar di Sudagaran, Apa Manfaatnya bagi Keamanan Publik?

531
×

Sinergi Polisi dan Ojol di Cilacap: Anniversary PGCB ke-6 Digelar di Sudagaran, Apa Manfaatnya bagi Keamanan Publik?

Sebarkan artikel ini

Perayaan Persatuan Grab Cilacap Barat menjadi ruang kolaborasi antara aparat, komunitas, dan masyarakat

SIDAREJA, CILACAP | DETIKREPORTASE.COM — Perayaan Anniversary ke-6 Persatuan Grab Cilacap Barat (PGCB) yang digelar di Desa Sudagaran, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menjadi lebih dari sekadar acara seremonial. Kegiatan ini mencerminkan bagaimana kolaborasi antara aparat keamanan dan komunitas transportasi daring dapat berperan penting dalam menjaga ketertiban, keselamatan, dan keharmonisan sosial di tingkat lokal.

Kehadiran Polsek Sidareja dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunitas ojek online kini tidak hanya dipandang sebagai pelaku ekonomi digital, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang strategis dalam menjaga stabilitas wilayah.

Acara yang berlangsung di Warung Mie Cihuy, Jalan Ampera, Desa Sudagaran, itu dihadiri oleh Kapolsek Sidareja AKP Amin Antalsa Subbiki, perwakilan Danramil Sidareja, tokoh agama, pengurus PGCB, serta ratusan pengemudi Grab, Gojek, Shopee, dan para mitra usaha lokal.

 

Pesan Kamtibmas dan Keselamatan Jalan Raya

Dalam sambutannya, AKP Amin Antalsa Subbiki menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan serta menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis antara aparat dan komunitas ojol.

Ia juga mengingatkan bahwa para pengemudi ojek online merupakan kelompok masyarakat yang paling sering berada di ruang publik, khususnya jalan raya, sehingga memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan dan ketertiban.

“Kami berharap para driver ojol selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan. Dengan tertib berlalu lintas, risiko kecelakaan dapat ditekan,” ujarnya.

Dalam perspektif hukum, setiap aktivitas di ruang publik, termasuk lalu lintas dan kegiatan komunitas, memiliki konsekuensi tanggung jawab yang diatur dalam KUHP Baru yang berlaku sejak 2 Januari 2026.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

PGCB sebagai Pilar Solidaritas Komunitas Digital

Ketua Persatuan Grab Cilacap Barat, Masyafa Ngali, menjelaskan bahwa PGCB dibentuk sebagai wadah kebersamaan, solidaritas, dan komunikasi antar driver ojol, sekaligus membangun hubungan baik dengan para mitra toko dan warung.

Menurutnya, komunitas ojol tidak hanya bergerak dalam urusan transportasi dan pengantaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkuat silaturahmi dan menunjukkan bahwa komunitas ojol bisa memberi kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Nilai Sosial: Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

Perayaan anniversary juga diisi dengan kegiatan doa bersama dan santunan kepada anak yatim piatu. Rangkaian ini menegaskan bahwa komunitas ojol tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kepedulian sosial.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan enam tahun PGCB, serta ramah tamah dan pembagian doorprize yang menambah suasana kebersamaan.

 

Dari Sudagaran ke Peta Nasional Tata Kelola Publik

Kegiatan komunitas seperti ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lokal dapat memperkuat tata kelola sosial dan keamanan publik. Dalam skala nasional, relasi antara aparat, komunitas, dan pelaku ekonomi rakyat juga menjadi faktor penting dalam menjaga integritas dan stabilitas daerah.

Berbagai dinamika hubungan kekuasaan, pengelolaan organisasi, dan kepercayaan publik di daerah selama ini juga menjadi bagian dari pola yang lebih luas,

sebagaimana tergambar dalam:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

Ujian Berkelanjutan bagi Keamanan dan Ketertiban

Perayaan Anniversary ke-6 PGCB di Sudagaran menunjukkan bahwa keamanan dan ketertiban tidak hanya dibangun lewat penegakan hukum, tetapi juga melalui dialog, kebersamaan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Sinergi antara Polsek Sidareja dan komunitas ojol menjadi contoh bahwa ketika warga dan aparat berjalan searah, stabilitas wilayah dapat terjaga dengan lebih kuat dan berkelanjutan.

✍️ Ftr | DETIKREPORTASE.COM | Cilacap – Jawa Tengah

DETIKREPORTASE.COM : Polisi Hadir, Ojol Bersatu, Masyarakat Harmonis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250