Jawa Tengah

Orang Tua Keluhkan Anak Enggan Sekolah, Diduga Tertekan Persoalan Uang Kas di SD Al Madina Purworejo

×

Orang Tua Keluhkan Anak Enggan Sekolah, Diduga Tertekan Persoalan Uang Kas di SD Al Madina Purworejo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi lingkungan sekolah dasar di Purworejo.
Orang tua siswa SD Al Madina Purworejo mengeluhkan kondisi anaknya yang enggan ke sekolah akibat dugaan tekanan persoalan uang kas, Selasa (25/8/2026).

Orang Tua Harap Ada Penyelesaian Bijak Tanpa Korbankan Psikologis Anak

PURWOREJO — DETIKREPORTASE.COM | Peristiwa memprihatinkan menimpa seorang siswa di SD Al Madina Purworejo. Kasus ini mencuat setelah sang orang tua menyampaikan keluhan terbuka lantaran anaknya enggan kembali bersekolah, akibat diduga mengalami tekanan psikologis menyusul polemik pengelolaan uang kas kelas, Selasa (25/8/2026).

​Persoalan yang awalnya bersumber dari urusan administrasi orang dewasa tersebut kini dikhawatirkan berdampak langsung pada mental dan kondisi emosional sang anak di lingkungan sekolah.

​Bermula dari Selisih Kas hingga Tudingan Tanpa Bukti

​Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak orang tua, permasalahan ini bermula ketika terjadi pergantian pengelola uang kas dari bendahara kelas pertama kepada bendahara kedua. Dalam proses serah terima tersebut, dilaporkan terdapat selisih antara jumlah fisik uang yang tersedia dengan catatan administrasi.

​Persoalan kian pelik ketika anak dari orang tua tersebut mendadak mendapat tudingan menggunakan uang kas kelas. Pihak keluarga menyatakan sangat keberatan atas tuduhan sepihak itu, sebab hingga saat ini tidak ada bukti valid yang menunjukkan bahwa sang anak mengambil atau menggunakan uang kas yang dimaksud.

​Tekanan sosial yang dirasakan siswa tersebut semakin memuncak dalam sebuah momen pembagian atribut sekolah. Dari total 23 siswa di kelas tersebut, dilaporkan hanya anak pelapor yang tidak mendapatkan kaos kelas.

​Lebih lanjut, orang tua menyebutkan bahwa seorang wali murid yang berstatus sebagai perangkat desa sempat menyampaikan alasan bahwa anak tersebut tidak diberikan kaos lantaran berkaitan dengan polemik uang kas.

​Perubahan Perilaku dan Tekanan Emosional pada Anak

​Akibat rentetan kejadian tersebut, sang anak dikabarkan mengalami perubahan perilaku yang cukup drastis. Yang sebelumnya aktif layaknya anak-anak pada umumnya, kini siswa tersebut menjadi pemurung dan menunjukkan gejala tekanan psikologis.

​Lebih sering mengurung diri di dalam kamar.

​Tiba-tiba menangis tanpa sebab yang jelas.

Kehilangan nafsu makan.

​Enggan berangkat ke sekolah karena merasa dikucilkan oleh teman-temannya.

​“Anak saya sekarang lebih banyak diam, sering mengurung diri di kamar. Kadang tiba-tiba menangis dan tidak mau makan. Dia juga tidak mau sekolah karena merasa dikucilkan teman-temannya,” ungkap orang tua siswa tersebut kepada media.

​Kendati demikian, dugaan mengenai tekanan psikologis ini masih berdasarkan keterangan sepihak dari keluarga dan belum dapat disimpulkan sebagai akibat mutlak tanpa adanya investigasi atau penjelasan resmi dari pihak-pihak yang berkompeten di sekolah.

​Harapan Orang Tua: Selesaikan Administrasi Tanpa Libatkan Anak

​Pihak keluarga sangat berharap agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara objektif, transparan, dan bijaksana. Menurutnya, jika benar terdapat selisih pada dana kas, penyelesaiannya harus ditempuh melalui audit catatan pemasukan, pengeluaran, bukti transaksi, serta mekanisme serah terima yang benar antar-bendahara.

​Ia dengan tegas mengingatkan agar urusan administratif orang dewasa tidak menyeret anak-anak hingga menjadi korban tekanan sosial dan pengucilan di lingkungan pendidikan.

​“Kalau memang ada masalah uang kas, sebaiknya dicari dulu buktinya dan diselesaikan dengan baik. Jangan sampai anak yang menjadi korban,” keluhnya.

​Ruang Konfirmasi dan Komitmen Pemberitaan Berimbang

​Kasus ini memberikan pengingat penting mengenai esensi dunia pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman (safe space) bagi tumbuh kembang peserta didik. Setiap gesekan administrasi atau tuduhan semestinya ditangani secara hati-hati agar tidak menjelma menjadi stigma negatif atau perundungan terselubung.

​Hingga berita ini diturunkan, Detikreportase.com masih berupaya aktif melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen SD Al Madina Purworejo serta wali murid yang disebut-sebut dalam aduan tersebut. Jika ada data terbaru atau hak jawab dari semua pihak, kami akan memuatnya sebagai berita lanjutan demi keberimbangan berita.

​✍️ Edvin Riswanto | Editor: Redaksi | detikreportase.com | Purworejo – Jawa Tengah

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250