Kadis Dukcapil Jeneponto Tekankan Etika Bermedia Sosial kepada Mahasiswa Baru IAI Yapnas
JENEPONTO DETIKREPORTASE.COM — Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jeneponto, Dr. Mustaufiq, S.H., M.H., memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAI Yapnas Jeneponto, Jumat (21/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Mustaufiq membawakan materi bertema “Literasi Digital, Etika Bermedia Sosial, dan Tantangan Era 5.0.”
Perkembangan Menuju Era Society 5.0
Di hadapan mahasiswa baru, ia menekankan pentingnya kecakapan digital bagi generasi muda, khususnya mahasiswa yang memiliki peran sebagai agen perubahan.
Menurutnya, perkembangan menuju era Society 5.0 menuntut generasi muda tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara cerdas, kritis, produktif, dan bertanggung jawab.
Ruanh Digital dan Rekam jejak
“Literasi digital bukan sekadar tahu cara menggunakan gawai, melainkan bagaimana kita mampu memfilter informasi, berpikir kritis, dan menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital,” ujar Dr. Mustaufiq.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, setiap unggahan, komentar, maupun aktivitas di ruang digital dapat menjadi bagian dari rekam jejak seseorang yang berpotensi berdampak terhadap masa depan.
Karena itu, mahasiswa diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
“Mahasiswa harus mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bukan justru menjadi korban dari teknologi,” tegasnya.
Kehadiran Kepala Disdukcapil Jeneponto tersebut mendapat apresiasi dari pihak penyelenggara. Rendi Irhan, selaku Panitia Pelaksana PBAK, menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Kami memberi apresiasi kepada Kakanda Dr. Mustaufiq, S.H., M.H. Meskipun memiliki agenda kegiatan yang sangat padat, beliau masih memberikan ruang untuk berinteraksi dan mencerahkan kami,” ungkap Rendi Irhan.
Kegiatan PBAK berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dengan mahasiswa baru.
Pihak IAI Yapnas Jeneponto berharap pembekalan tersebut tidak hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter generasi akademik yang cerdas dalam menggunakan teknologi, santun dalam berkomunikasi, kritis dalam menerima informasi, serta bertanggung jawab di ruang digital.
✍️ Tim Redaksi | Editor : Redaksi | detikreportase.com | Jeneponto – Sulawesi Selatan





