SD Pius Cilacap gelar rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 yang padukan pembinaan rohani, gerak lagu, dan kreativitas bagi 314 siswa.
CILACAP — DETIKREPORTASE.COM | Perayaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) di lingkungan lembaga pendidikan kini semakin dikemas secara interaktif dan dinamis. Di SD Pius Cilacap, rangkaian BKSN tidak sekadar diisi dengan aktivitas pembacaan Kitab Suci dan renungan formal, melainkan menjelma menjadi ruang inspiratif bagi para siswa untuk mendalami nilai-nilai kerohanian sekaligus menyalurkan bakat seni dan kreativitas mereka sepanjang September 2026.
Suasana semarak terlihat pada Jumat (25/9/2026) lalu, di mana halaman sekolah dipadati oleh ratusan siswa yang antusias mengikuti perlombaan estafet menyanyi serta gerak lagu rohani. Perlombaan ini merupakan salah satu puncak kemeriahan dari rangkaian agenda BKSN yang telah dibuka sejak awal bulan.
Ketua Panitia BKSN SD Pius Cilacap 2026, Felisitas Erika Kusumawardhani, menjelaskan bahwa kegiatan kerohanian ini merupakan program rutin tahunan sekolah yang dirancang secara berkesinambungan.
“Rangkaian kegiatan dimulai dengan misa pembukaan pada 1 September. Kemudian setiap hari ada renungan pagi dan siswa dari masing-masing kelas mendapat kesempatan membaca Kitab Suci,” jelas Felisitas.
Membumikan Nilai Injil Melalui Seni dan Gerak
Pendekatan edukatif yang diterapkan SD Pius Cilacap membuktikan bahwa penanaman karakter dan nilai keagamaan dapat berjalan efektif melalui metode yang dekat dengan dunia anak-anak. Tidak hanya duduk mendengarkan materi, para siswa diajak berpartisipasi aktif dalam pembacaan firman, permenungan, bernyanyi, hingga mengekspresikan diri lewat gerak tubuh.
Waka Humas SD Pius Cilacap, Sylva Zaezara, menuturkan bahwa tema BKSN tahun ini mengajak para peserta didik untuk mengenal lebih mendalam sosok dan keteladanan Yesus Kristus melalui lembaran kisah dalam Injil Matius.
“Anak-anak diajak memahami lebih jauh sosok Yesus melalui kisah-kisah dalam Injil. Pengenalannya tidak hanya lewat firman dan renungan, tetapi juga melalui lagu serta gerakan,” tutur Sylva.
Metode pembelajaran partisipatif ini sukses memberikan pengalaman bermakna, di mana siswa tidak sekadar menghafal teks keagamaan, melainkan merasakan langsung pesan moral yang terkandung di dalamnya lewat aktivitas kelompok yang menyenangkan.
Ruang Unjuk Talenta bagi 314 Siswa
Ajang BKSN tahun ini melibatkan total 314 siswa SD Pius Cilacap tanpa terkecuali. Pelibatan massal ini dimanfaatkan pihak sekolah sebagai wadah untuk menggali potensi, menguji mental tampil di muka umum, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kerja sama tim.
Felisitas menegaskan bahwa esensi dari perlombaan yang digelar bukanlah semata-mata mencari siapa yang keluar sebagai juara, melainkan memberikan ruang proses bagi anak-anak untuk belajar berani berekspresi.
Sementara itu, Sylva melihat bahwa setiap anak memiliki kecerdasan dan potensi seni yang beragam, mulai dari olah vokal hingga kepekaan gerak ritmis.
“Melalui kegiatan ini, kreativitas dan talenta anak bisa semakin berkembang. Ada yang memiliki kemampuan menyanyi dan ada pula yang menonjol dalam gerak lagu,” tambahnya.
Harapan Pembentukan Karakter Siswa Berkelanjutan
Seluruh rangkaian kegiatan BKSN 2026 di SD Pius Cilacap dijadwalkan akan ditutup secara resmi pada 30 September mendatang melalui agenda renungan bersama yang melibatkan jajaran manajemen sekolah, para guru, dan seluruh siswa.
Kendati rangkaian acara di sekolah akan segera purna, pihak sekolah berharap esensi dan pesan moral yang ditanamkan tidak lantas berhenti. Pengalaman spiritual selama BKSN diharapkan mampu membekali para siswa untuk semakin mencintai Kitab Suci serta mengimplementasikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
✍️ Reportase : Wanty | Editor : Redaksi | Cilacap – Jawa Tengah.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.





