SDN Sumursongo 1 Ngawi jalani revitalisasi senilai Rp961 juta, pastikan kenyamanan belajar dan prestasi siswa tetap terjaga.
NGAWI — DETIKREPORTASE.COM | Pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan sejatinya memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar memperbaiki fisik bangunan yang rusak. Bagi para peserta didik, pembenahan sarana dan prasarana sekolah merupakan angin segar dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, aman, serta mampu memantik motivasi baru untuk mengukir prestasi.
Hal inilah yang tengah dirasakan oleh civitas akademika SD Negeri Sumursongo 1, Kecamatan Karas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sekolah dasar negeri tersebut terpilih sebagai salah satu penerima dana bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Proyek pembangunan ini mulai dikerjakan sejak 10 Agustus dan ditargetkan rampung pada 9 Desember 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp961.356.507.
Kepala SDN Sumursongo 1, Tri Puspitarini, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas alokasi bantuan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi momentum krusial bagi pihak sekolah untuk membenahi infrastruktur belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup berarti.
“Revitalisasi ini merupakan program pemerintah. Tentunya kami mempunyai harapan dengan adanya bantuan revitalisasi ini bisa membangkitkan semangat anak-anak dalam belajar dan dapat meningkatkan prestasi anak,” ujar Tri Puspitarini.
Pembenahan Menyeluruh: Dari Ruang Kelas hingga Fasilitas Sanitasi
Ruang lingkup pekerjaan dalam program revitalisasi di SDN Sumursongo 1 tidak hanya sebatas perbaikan kosmetik seperti pengecatan dinding, melainkan menyasar pembenahan fasilitas secara menyeluruh dan terpadu.
Pembangunan dan renovasi yang dilakukan mencakup:
- Perbaikan ruang kelas untuk siswa dari tingkat kelas 1 hingga kelas 6.
- Pembangunan unit toilet atau sanitasi baru yang lebih representatif.
- Penyediaan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
- Perbaikan dan penataan ulang pagar keliling sekolah.
Melalui perbaikan komprehensif ini, pihak sekolah optimis bahwa proses kegiatan belajar mengajar ke depannya akan didukung oleh infrastruktur yang lebih layak, sehingga kenyamanan siswa maupun guru dapat jauh lebih terjamin.
Semangat Belajar Siswa di Tengah Proses Pembangunan
Berlangsungnya proyek konstruksi di lingkungan sekolah tentu menuntut adanya penyesuaian operasional kegiatan belajar mengajar. Meski demikian, semangat para siswa dan guru untuk menimba ilmu sama sekali tidak surut.
Selama masa pembangunan berlangsung, para siswa sementara waktu dialihkan untuk mengikuti kegiatan belajar di rumah-rumah warga sekitar yang dengan sukarela menyediakan tempat sebagai ruang kelas darurat. Situasi ini menunjukkan komitmen bersama bahwa roda pendidikan harus terus berputar dalam kondisi apapun.
Setelah seluruh rangkaian revitalisasi rampung pada akhir tahun nanti, para siswa dijadwalkan dapat kembali menempati gedung sekolah dengan wajah baru yang jauh lebih nyaman, bersih, dan memadai.
Investasi Jangka Panjang untuk Tumbuh Kembang Anak
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program revitalisasi tidak hanya dinilai dari seberapa megah fisik bangunan yang berdiri megah di akhir kontrak kerja. Tolokukur utamanya terletak pada bagaimana fasilitas tersebut difungsikan secara optimal untuk menunjang tumbuh kembang anak secara utuh.
SDN Sumursongo 1 berharap kehadiran sarana pendidikan yang baru ini dapat menjadi babak baru dalam mendongkrak prestasi akademik maupun nonakademik siswa. Sekolah bukan lagi sekadar tempat menimba ilmu hitung dan baca, melainkan ruang inspiratif yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak merajut masa depan mereka.
✍️ Reportase : Daen | Editor : Redaksi | Ngawi – Jawa Timur.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.





