Sembilan Orang Ditahan Terkait Penyerangan Lahan Sawit di Rokan Hulu, Polda Riau Kejar Aktor Intelektual di Balik Layar
ROKAN HULU — DETIKREPORTASE.COM | Konflik perebutan dan pengelolaan perkebunan sawit di Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rokan Hulu), Riau, masih menyisakan babak panjang. Menyusul insiden penyerangan brutal terhadap puluhan warga pada 14 Agustus 2026 yang mengakibatkan 24 orang menjadi korban, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau bergerak cepat dengan menetapkan sembilan orang tersangka sekaligus memburu pihak utama yang diduga menjadi dalang di balik layar.
Insiden berdarah tersebut terjadi ketika para korban tengah beristirahat di area mess usai merampungkan aktivitas membersihkan kebun. Secara tiba-tiba, sekelompok orang mendatangi lokasi dan melakukan penyerangan fisik menggunakan berbagai senjata tajam, senapan angin, hingga airsoft gun. Berdasarkan temuan di lapangan, para pelaku diketahui mengenakan atribut pita khusus pada kedua lengan sebagai penanda identitas kelompok mereka.
Hingga saat ini, penyidik Polda Riau telah memeriksa sebanyak 17 orang saksi sebelum akhirnya mencokok sembilan pelaku berinisial IG, MR, Y, YN, IR, AS, AT, AZ, dan SZ. Seluruh tersangka kini telah resmi ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Modus Operandi: Bayaran Rp300 Ribu per Orang untuk Usir Warga
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Rooy Noor, mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku ternyata bergerak atas dasar bayaran finansial. Mereka direkrut untuk melakukan penyerangan dan mengusir warga dari kawasan Afdeling 15, 19, dan 21.
“Sementara ini yang paling tinggi jabatan yang kami amankan ini adalah penerima dana berinisial Y, untuk diteruskan kepada delapan pelaku,” jelas AKBP Rooy, Senin (7/9/2026). Dalam praktiknya, masing-masing pelaku disebut menerima imbalan sebesar Rp300 ribu per orang.
Meski sembilan eksekutor lapangan telah berhasil dilumpuhkan dan dijebloskan ke sel tahanan, pihak kepolisian memastikan bahwa pengusutan perkara ini belum selesai. Tim penyidik masih terus mendalami alur aliran dana guna menguak pihak yang berada di atas struktur para tersangka.
“Untuk aktor intelektual yang bisa menjawab itu, apakah ini ada keterlibatan dari pihak lain, mudah-mudahan secepatnya kami bisa melakukan penindakan terhadap aktor-aktor di atasnya,” tegas Rooy.
Tuntutan Warga: Desak Polisi Telusuri Keterkaitan Surat Agrinas
Di sisi lain, perwakilan sekaligus juru bicara warga, Abdul Aziz, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah tegas dan respons cepat yang ditunjukkan oleh jajaran Polda Riau dalam meringkus para pelaku penyerangan. Kendati demikian, pihak warga mendesak agar proses hukum tidak berhenti sekadar pada penangkapan para eksekutor lapangan.
“Kami mengapresiasi sikap tegas Polda Riau dalam menindak pelaku. Namun, kami berharap agar polisi menangkap hingga ke aktor intelektual penyerangan itu,” ujar Aziz.
Lebih lanjut, Aziz meminta penyidik kepolisian agar turut mendalami substansi sebuah surat dari penasihat hukum PT Agrinas Palma Nusantara yang dilayangkan ke Polres Rokan Hulu tertanggal 14 Agustus 2026—tanggal yang sama persis dengan hari terjadinya penyerangan.
Menurut Aziz, surat tersebut sempat memuat narasi atau peringatan dini mengenai potensi terjadinya gesekan, bentrokan fisik, maupun konflik berdarah di lapangan. Pihaknya mempertanyakan siapa pihak prinsipal yang memberikan kuasa hingga surat peringatan tersebut bisa diterbitkan pada hari insiden berlangsung.
Kendati demikian, catatan tersebut sejauh ini baru sebatas dugaan dan tuntutan moral dari pihak korban. Pihak kepolisian menyatakan bahwa dokumen surat tersebut tetap akan dipelajari dan didalami secara profesional. Di sisi lain, pihak PT Agrinas sebelumnya telah menyampaikan bantahan serta menyatakan sikap netral dan tidak memihak kelompok mana pun yang sedang berkonflik.
Kini, perhatian publik tertuju sepenuhnya pada komitmen Polda Riau untuk membongkar tuntas jaringan di balik penyerangan ini. Masyarakat menanti apakah penyidikan lanjutan mampu menyeret pihak penyandang dana serta membuka secara terang-benderang akar konflik pengelolaan lahan yang telah merenggut rasa aman dan menimbulkan korban jiwa di Rokan Hulu.
✍️ Penulis : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Rokan Hulu – Riau.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Konflik Lahan, Mengungkap Fakta dan Suara Warga.





