RIAU

Asap Mengepung Pelalawan, Ratusan Warga Lubuk Raja Gelar Salat Istisqa: Kades Ingatkan Jangan Bakar Lahan dan Jaga Kesehatan

×

Asap Mengepung Pelalawan, Ratusan Warga Lubuk Raja Gelar Salat Istisqa: Kades Ingatkan Jangan Bakar Lahan dan Jaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ratusan warga Desa Lubuk Raja khusyuk melaksanakan Salat Istisqa memohon hujan di tengah kepungan kabut asap Pelalawan.
Ratusan warga dan unsur pemerintahan Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, menggelar Salat Istisqa di Lapangan Pengulu Sutan, Kamis (27/8/2026), memohon turunnya hujan sekaligus menyerukan pencegahan karhutla dan perlindungan kesehatan.

Ratusan Warga dan Unsur Pemerintahan Padati Lapangan Pengulu Sutan; Doa Memohon Hujan Berpadu dengan Seruan Tegas Cegah Karhutla dan Perlindungan Kesehatan

PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Di tengah kepungan kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menghantui Kabupaten Pelalawan, ratusan warga Desa Lubuk Raja, Kecamatan Bandar Petalangan, memilih melakukan ikhtiar bersama.

​Kamis pagi, 27 Agustus 2026, warga berkumpul di Lapangan Pengulu Sutan untuk melaksanakan Salat Istisqa, memohon rahmat dan turunnya hujan dari Allah SWT. Salat dimulai sekitar pukul 07.15 WIB.

​Ratusan warga memadati lapangan dalam suasana khusyuk. Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, doa bersama itu menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat agar hujan segera turun, titik api dapat dikendalikan, asap berkurang, dan aktivitas warga kembali normal.

​Namun, di balik khusyuknya ibadah tersebut, terselip pesan penting yang ditegaskan oleh pemerintah desa: jangan menambah asap dengan membakar lahan, sekaligus disiplin menjaga kesehatan diri dan keluarga.

​Ketika Warga Memohon Hujan di Tengah Kepungan Asap

​Salat Istisqa di Lubuk Raja bukan sekadar agenda keagamaan. Kegiatan tersebut berlangsung ketika persoalan karhutla dan kualitas udara masih menjadi perhatian serius di Pelalawan.

​Warga berharap hujan dapat membantu mengatasi kondisi kering dan mengurangi kepekatan asap. Namun pada saat yang sama, masyarakat juga diingatkan bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.

​Sebab, ketika satu titik api muncul dan membesar, dampaknya tidak hanya dirasakan di lokasi kebakaran. Asap dapat terbawa angin ke permukiman, mengganggu aktivitas masyarakat, dan memicu risiko gangguan kesehatan yang masif.

​Di sinilah esensi dari Salat Istisqa menjadi lebih luas: berdoa memohon hujan sekaligus menjaga agar manusia tidak memperburuk kondisi lingkungan.

​Tokoh Agama Pimpin Salat dan Khutbah

​Pelaksanaan Salat Istisqa melibatkan sejumlah tokoh agama dan unsur pemerintahan setempat dengan penuh kebersamaan:

  • Ustadz Jani Kandra, S.E. bertindak sebagai imam.
  • Nazar Efendi, S.Pd.I. bertugas sebagai bilal.
  • ​Khutbah disampaikan oleh Ketua Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Kecamatan Bandar Petalangan, Ustadz Dodi Saftian Alamsyah, S.IP., M.IP.
  • ​Tokoh agama H. Maruhum turut hadir berbaris bersama masyarakat.

​Kehadiran para tokoh agama menjadi bagian penting dalam menguatkan mental spiritual warga bahwa menghadapi situasi krisis ini membutuhkan ikhtiar lahir dan batin yang seimbang.

​Kades Eri: Imbauan Stop Bakar Lahan Sekaligus Wajib Jaga Kesehatan

​Kepala Desa Lubuk Raja, Eri Suparjan, S.Pd., memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan imbauan komprehensif yang merangkap dua instruksi krusial bagi warganya.

​Ia dengan tegas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang sangat rentan memicu perluasan api. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta segera melapor jika menemukan aktivitas pembakaran liar.

​“Jangan membakar lahan, jangan menambah persoalan, dan jangan mengambil risiko ketika kondisi sedang rawan. Api kecil bisa menjadi besar dan asapnya mengancam keselamatan kita semua,” tegas Kades Eri.

​Tidak hanya soal pencegahan api, Kades Eri juga memberikan instruksi paket lengkap terkait perlindungan kesehatan di tengah darurat kabut asap. Warga diimbau untuk:

  1. ​Mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
  2. ​Wajib menggunakan masker pelindung pernapasan saat harus beraktivitas di luar rumah.
  3. ​Memberikan perhatian ekstra dan perlindungan khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

​Plt. Camat Hadir Bersama Warga

​Dari unsur pemerintahan kecamatan, kegiatan sakral ini dihadiri langsung oleh Plt. Camat Bandar Petalangan, Robi Ardelino, S.STP. Kehadiran unsur pimpinan kecamatan dan desa menunjukkan solidnya koordinasi dalam menghadapi darurat karhutla. Pemerintah hadir melakukan penanganan di lini teknis, sementara masyarakat bahu-membahu memastikan pencegahan dari tingkat tapak berjalan maksimal.

​Asap Tak Hanya Mengganggu Pernapasan

​Kabut asap yang melanda wilayah terdampak bukan sekadar persoalan udara kelabu yang membatasi jarak pandang. Dampaknya telah merembet ke berbagai sendi kehidupan.

​Dunia pendidikan turut merasakan imbasnya. Pemerintah Kabupaten Pelalawan sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan penyesuaian kegiatan belajar—termasuk pemberlakuan pembelajaran daring di sejumlah kecamatan—demi melindungi kesehatan para siswa dari paparan polusi.

​Kondisi ini membuktikan bahwa karhutla bukan musibah sesaat yang hanya berdampak saat api berkobar, melainkan ancaman beruntun bagi sekolah, produktivitas kerja, hingga kesehatan keluarga. Oleh karena itu, pencegahan mutlak harus dikedepankan.

​Ikhtiar di Darat, Doa di Lapangan

​Di tengah upaya petugas berjibaku memadamkan titik api di lapangan serta langkah pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Riau, masyarakat Lubuk Raja menempuh jalur ikhtiar spiritual.

​Mereka berkumpul di lapangan terbuka, bersujud dalam Salat Istisqa, dan menengadahkan tangan memohon rahmat hujan.

​Namun, dari sanalah lahir sebuah kesadaran kolektif yang nyata: doa harus sejalan dengan perbuatan. Hujan adalah karunia penyejuk bumi, tetapi menjaga lingkungan agar bebas dari api adalah kewajiban mutlak manusia.

​Pagi itu, ratusan warga Lubuk Raja menyatukan asa agar titik api padam, udara kembali bersih, anak-anak dapat kembali bersekolah dengan nyaman, dan kehidupan warga normal kembali.

​Doa dipanjatkan kepada Sang Pencipta, bumi dijaga dari amukan api, dan kesehatan keluarga dilindungi dengan disiplin ketat. Dari Lubuk Raja, harapan besar itu resmi digelorakan.

​✍️ Tim Redaksi | Editor: Redaksi | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250