Plt Camat Pangkalan Kuras Ingatkan Bahaya Karhutla Sekaligus Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Di tengah musim kemarau ekstrem yang memicu kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masyarakat Kabupaten Pelalawan secara serentak melaksanakan Salat Istisqa (salat minta hujan) pada Selasa (25/8/2026).
Ibadah sunnah berjemaah ini dilaksanakan di berbagai kecamatan, kelurahan, hingga desa se-Kabupaten Pelalawan. Di Kecamatan Pangkalan Kuras sendiri, pelaksanaan salat berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, para pendidik, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.
Di tengah udara yang mulai pekat oleh asap, Salat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual bersama agar Allah SWT segera menurunkan rahmat berupa hujan dan mengakhiri musibah Karhutla yang melanda wilayah Pelalawan.
Plt Camat Pangkalan Kuras: Jangan Buka Lahan dengan Membakar!
Plt Camat Pangkalan Kuras, Rudiyanto, SE., MM, yang turut hadir dan berbaur bersama masyarakat, menyampaikan imbauan tegas dalam sambutannya. Ia mengingatkan seluruh warga agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kolektif. Setiap warga diharapkan mampu menjaga lingkungan sekitar dan menghindari aktivitas apa pun yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.
“Mari berdoa agar cepat diturunkan hujan sehingga musibah kebakaran dapat segera diatasi,” pesan Rudiyanto di hadapan para jemaah.
Selain persoalan pencegahan api, Rudiyanto juga menyoroti aspek kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang semakin tebal. Ia mengimbau warga, khususnya anak-anak dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak memiliki keperluan yang mendesak.
Dihadiri Lintas Unsur dan Tokoh Agama
Pelaksanaan Salat Istisqa di Kecamatan Pangkalan Kuras mencerminkan kuatnya kebersamaan dan kepedulian lintas sektoral dalam menghadapi darurat Karhutla.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh:
- Plt Camat Pangkalan Kuras, Rudiyanto, SE., MM
- H.M Bakri Anggota DPRD Pelalawan
- Kepala KUA Pangkalan Kuras, Ahmad Darwis, S.HI
- Jajaran personel Polsek Pangkalan Kuras
- Jajaran personel Koramil Pangkalan Kuras
- Pegawai Kantor Camat dan KUA
- Para lurah, kepala desa, dan perangkat desa se-Kecamatan Pangkalan Kuras
- Dewan guru dan tokoh masyarakat
Bertindak sebagai imam salat adalah Kasrimadi, S.IP (Imam Masjid Paripurna Al-Falah Sorek Satu), sementara khotbah disampaikan oleh Ustaz Fauzi Ahmad Daud, S.Pd. (pegawai KUA Pangkalan Kuras).
Kehadiran berbagai elemen ini membuktikan bahwa penanggulangan Karhutla tidak bisa hanya diserahkan kepada aparat pemadam di lapangan, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Ketika Doa Berjalan Seiring dengan Ikhtiar Nyata
Salat Istisqa yang digelar serentak di Kabupaten Pelalawan menjadi simbol kuatnya harapan masyarakat agar situasi segera pulih. Dari Pangkalan Kuras, doa yang dipanjatkan bermuara pada satu asa: hujan segera turun, titik api padam, dan udara kembali bersih.
Namun, doa tersebut harus berjalan beriringan dengan ikhtiar nyata di bumi. Menjaga kelestarian lingkungan, tidak membakar lahan, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi api adalah kunci utama agar bencana serupa tidak berulang.
Di tengah kepungan asap yang menyelimuti hari-hari warga, pesan moral dari Pangkalan Kuras begitu jelas: Ketika hujan belum turun, jangan pernah menciptakan api baru.
✍️ Diky HR | Editor: Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





