RIAU

Asap Karhutla Tinggalkan Jejak: 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kerumutan Jadi Titik Paling Mengkhawatirkan

×

Asap Karhutla Tinggalkan Jejak: 549 Warga Pelalawan Terserang ISPA, Kerumutan Jadi Titik Paling Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Tim medis melayani pemeriksaan kesehatan warga terdampak kabut asap di Pelalawan.
Ilustrasi Kondisi Karhutla Pelalawan dan Tim Kesehatan membuka layanan pemeriksaan bagi warga yang terserang ISPA akibat kabut asap Karhutla di Kabupaten Pelalawan, Rabu (26/8/2026).

​Status Tanggap Darurat Resmi Ditetapkan hingga 6 September 2026; Karhutla Lahan Gambut Capai 969 Hektare di Kerumutan Picu Pembelajaran Daring dan Pengerahan Tim Medis Polda Ria

PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, kini telah bertransformasi menjadi ancaman nyata bagi kesehatan publik. Dampak tersebut tidak lagi sekadar membatasi jarak pandang, melainkan mulai tercatat secara masif dalam statistik medis warga.

​Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan per Selasa, 25 Agustus 2026, sebanyak 549 warga tercatat terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menyusul kepungan asap yang menyelimuti wilayah tersebut sejak 18 Agustus lalu.

​Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, H. Asril, M.Kes, merinci bahwa dari total 549 pasien yang berobat ke fasilitas kesehatan, sebanyak 278 orang adalah laki-laki dan 271 orang perempuan.

​Sebaran Kasus ISPA: Pangkalan Kuras dan Kerumutan Tertinggi

​Lonjakan kasus ISPA ini tidak hanya terkonsentrasi di kawasan yang berada tepat di titik kebakaran, melainkan menyebar ke berbagai kecamatan se-Kabupaten Pelalawan.

​Berdasarkan laporan fasilitas kesehatan tingkat pertama (puskesmas dan bidan desa), rincian sebaran kasus ISPA meliputi:

  • Pangkalan Kuras I: 147 pasien (tertinggi)
  • Kerumutan: 72 pasien
  • Ukui: 70 pasien
  • Pangkalan Kerinci I: 60 pasien
  • Langgam: 52 pasien
  • Pangkalan Kuras II: 28 pasien
  • Pelalawan: 27 pasien
  • Bandar Seikijang: 26 pasien
  • Bandar Petalangan: 25 pasien
  • Teluk Meranti: 21 pasien
  • Pangkalan Lesung: 11 pasien
  • Bunut: 10 pasien
  • Kuala Kampar: 6 pasien
  • Pangkalan Kerinci II: 4 pasien

​Meski jumlah pasien telah mencapai ratusan orang, pihak Dinas Kesehatan memastikan bahwa seluruh pasien sejauh ini masih dapat ditangani secara efektif di puskesmas setempat dan belum ada laporan kasus yang memerlukan rujukan ke rumah sakit besar.

​Kerumutan: Medan Gambut Sulit dan Ancaman Tersembunyi

​Di antara seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Kerumutan menjadi episentrum paling mengkhawatirkan dalam penanganan Karhutla kali ini.

​Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas lahan yang terbakar di wilayah Kerumutan telah menembus 969 hektare. Kebakaran yang telah berlangsung hampir sebulan ini diperparah oleh karakteristik lahan gambut tebal, yang membuat proses pemadaman menjadi ekstra berat.

​Di lahan gambut, api sering kali tidak benar-benar padam meski secara kasatmata sudah tidak terlihat di permukaan. Bara api tetap menjalar di dalam tanah dan sewaktu-waktu dapat kembali memicu kemunculan titik api baru. Oleh karena itu, tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman, pendinginan (mopping up), serta penyekatan api.

​Dampak Meluas: Sekolah Daring hingga Pengerahan Tim Medis

​Buruknya kualitas udara akibat paparan polutan Karhutla memaksa pemerintah daerah mengambil kebijakan luar biasa untuk melindungi keselamatan warga, khususnya anak-anak:

  1. Pendidikan Dialihkan Daring: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pelalawan resmi memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJj) atau daring di sejumlah kecamatan pada 27–29 Agustus 2026 guna menghindari risiko paparan asap langsung terhadap pelajar.
  2. Penguatan Posko Kesehatan: Pemerintah Provinsi Riau telah mendistribusikan 18.000 masker ke Pelalawan, dengan fokus utama di Kecamatan Kerumutan.
  3. Sinergi Polda Riau & Korporasi: Sebanyak 13 personel Biddokkes Polda Riau diterjunkan langsung untuk bersinergi dengan Si Dokkes Polres Pelalawan dan Dinkes membuka Posko Kesehatan Terpadu di Desa Banjar Panjang. Mereka memberikan layanan jemput bola mendatangi warga. Dukungan logistik medis berupa masker N95 dan oksigen portabel turut disalurkan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

​Status Resmi: Tanggap Darurat Bencana Karhutla

​Melihat eskalasi bencana yang kian meluas, Pemerintah Kabupaten Pelalawan secara resmi meningkatkan status penanganan daerah dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla.

​Status darurat ini diberlakukan selama 14 hari, terhitung mulai 24 Agustus hingga 6 September 2026.

​Berdasarkan catatan historis pemantauan sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026, tercatat ada 2.358 hotspot dan 66 firespot di Pelalawan, dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 1.717,76 hektare.

​Angka-angka tersebut menegaskan bahwa Karhutla di Pelalawan bukanlah sekadar musibah musiman yang bisa diabaikan. Di balik statistik lahan yang hangus dan 549 warga yang terserang ISPA, terdapat perjuangan tanpa kenal lelah dari para petugas pemadam, tenaga medis, serta masyarakat yang harus menyesuaikan diri di tengah kepungan asap.

​Selama bara api di dalam gambut belum sepenuhnya padam dan kualitas udara belum kembali normal, perang melawan asap ini masih harus terus dikawal bersama.

​✍️ Tim Redaksi | Editor: Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250