SDN Blatat dan SDN Bolawolon Belajar di Ruang Publik Kota Maumere
MAUMERE, SIKKA – DETIKREPORTASE.COM | Penguatan Gerakan Literasi dan Sains di Kabupaten Sikka kembali menunjukkan langkah konkret. Dua Sekolah Dasar dari Desa Tanaduen, Kecamatan Kangae, yakni SDN Blatat dan SDN Bolawolon, mengikuti Tur Wisata Literasi ke sejumlah pusat pembelajaran di Kota Maumere, Rabu (04/03/2026).
Tur edukatif ini mengunjungi Gramedia Maumere, Kantor Bupati Sikka, Kantor DPRD Kabupaten Sikka, serta Perpustakaan Umum Daerah Frans Seda. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperluas ruang belajar siswa dari dalam kelas menuju ruang publik yang sarat nilai edukasi.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan wisata literasi bertujuan membuka wawasan peserta didik agar memahami bahwa belajar tidak terbatas pada buku pelajaran di sekolah.
“Wisata literasi ini memberi kesempatan kepada anak-anak untuk melihat langsung bagaimana buku dikelola, bagaimana pemerintahan bekerja, serta bagaimana lembaga legislatif menjalankan fungsi demokrasi. Ini pembelajaran nyata tentang literasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini mendukung program Gerakan 15–30 Menit Membaca dan Gong Literasi yang terus digalakkan di sekolah-sekolah dan desa.
Dalam konteks kebijakan publik, penguatan literasi merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan hak pendidikan warga terpenuhi serta dikelola secara akuntabel.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Dari Ruang Sekolah ke Ruang yang Penuh Makna
Pimpinan Gramedia Maumere, Tony Albertus, mengapresiasi kunjungan siswa dari Tanaduen. Mengusung tema “Tutu Nusra: Dari Ruang Sekolah ke Ruang yang Penuh Makna”, ia menekankan bahwa literasi adalah perjalanan menemukan makna dalam setiap ruang kehidupan.
“Dari Gramedia yang penuh makna, ke Perpustakaan yang penuh makna, ke Pemerintahan yang penuh makna, hingga ke Legislatif yang penuh makna. Anak-anak belajar bahwa membaca bukan hanya tentang buku, tetapi tentang memahami dunia,” ungkapnya.
Di Gramedia, siswa dikenalkan dengan ragam buku bacaan anak dan literatur sains populer. Di Kantor Bupati, mereka memperoleh penjelasan mengenai tugas dan fungsi kepala daerah dalam melayani masyarakat. Sementara di Kantor DPRD, siswa diperkenalkan pada fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dalam sistem demokrasi daerah.
Kegiatan ditutup dengan sesi membaca bersama dan literasi interaktif di Perpusda Frans Seda.
Dalam skala nasional, berbagai program publik menuntut transparansi dan pengawasan agar berjalan efektif serta tepat sasaran. Penguatan sistem dan integritas menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pendidikan.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta literasi dan sains dari SDN Blatat dan SDN Bolawolon yang telah memanfaatkan program wisata literasi dan sains dari DISARPUS Kabupaten Sikka.
“Ini program inovasi yang luar biasa dan keren untuk membangun literasi dan sains di Kabupaten Sikka. Semoga program ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sikka berkomitmen memperluas program wisata literasi dan sains secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Dalam berbagai pengalaman nasional, tata kelola sektor publik yang kuat menjadi faktor penentu keberhasilan program strategis masyarakat, termasuk pendidikan dan literasi.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Gerakan literasi di Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana: membawa anak-anak keluar dari ruang kelas dan memperkenalkan mereka pada dunia nyata yang penuh makna. Tur Wisata Literasi yang diikuti SDN Blatat dan SDN Bolawolon bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi bagian dari investasi jangka panjang membangun generasi yang kritis, cerdas, dan berkarakter.
Ketika siswa memahami bagaimana buku diterbitkan, bagaimana pemerintahan bekerja, serta bagaimana fungsi legislatif dijalankan, mereka tidak hanya belajar membaca teks, tetapi membaca realitas. Inilah fondasi literasi sejati—kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menumbuhkan tanggung jawab sebagai warga negara.
Ke depan, konsistensi dan keberlanjutan program menjadi kunci. Kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan sektor swasta perlu diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh pelosok Sikka.
Dari ruang sekolah menuju ruang publik yang penuh makna, langkah kecil ini diharapkan menjadi pijakan besar bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Sikka.
✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – NTT
DETIKREPORTASE.COM : Menguatkan Literasi, Membangun Generasi





