Bea Cukai gagalkan 330 kg emas, KAKI Jatim apresiasi kinerja Djaka Budhi Utama.
SURABAYA — DETIKREPORTASE.COM | Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di bawah kepemimpinan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mendapat apresiasi penuh dari Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur. KAKI Jatim menilai langkah dan konsistensi Bea Cukai dalam memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap berbagai praktik penyelundupan dan perdagangan ilegal menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi kepentingan masyarakat secara luas di tengah dinamika ekonomi nasional saat ini.
Ketua KAKI Jatim menyebutkan bahwa sejumlah capaian penindakan kepabeanan yang dilakukan oleh DJBC sepanjang tahun 2026 ini sangat patut untuk mendapat perhatian khusus dari berbagai elemen publik. Salah satu pencapaian yang paling menonjol dan menyita perhatian publik adalah keberhasilan petugas dalam menggagalkan upaya penyelundupan komoditas tambang berharga berupa emas dengan total akumulasi mencapai sekitar 330 kilogram terhitung sejak Januari hingga tanggal 14 September 2026. Data dan informasi resmi mengenai capaian fantastis tersebut sebelumnya juga telah disampaikan langsung oleh Djaka Budhi Utama kepada publik dalam berbagai kesempatan konferensi pers nasional.
“Ini merupakan bentuk kerja nyata dalam menjaga pintu masuk dan keluar negara dari berbagai aktivitas ilegal. Kinerja seperti ini patut diapresiasi,” ujar perwakilan KAKI Jatim memberikan pujian atas ketegasan aparat di lapangan.
Penindakan Rokok Ilegal Diminta Menyentuh Pemodal Utama
Kendati memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian penindakan barang mewah dan komoditas strategis, KAKI Jatim mengingatkan bahwa keberhasilan kinerja institusi kepabeanan tidak boleh hanya diukur dari seberapa besar jumlah barang bukti yang berhasil disita. Menurut pandangan mereka, aparat penegak hukum dan instansi berwenang juga perlu bekerja lebih ekstra untuk membongkar tuntas sumber produksi utama, memetakan jalur distribusi gelap, hingga menyeret pihak-pihak pemodal besar yang membiayai jaringan bisnis rokok ilegal di berbagai daerah.
“Kami mendukung langkah tegas Bea Cukai dalam memberantas mafia rokok ilegal. Namun, penindakan harus menyentuh aktor intelektual dan pemodalnya agar memberikan efek jera secara permanen,” tegas KAKI Jatim.
Apresiasi serta catatan kritis tersebut disampaikan menyusul adanya instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Djaka Budhi Utama untuk semakin memperketat sistem pengawasan di seluruh wilayah perbatasan negara serta jalur-jalur tikus di kawasan pesisir. Instruksi strategis tersebut ditekankan guna mencegah segala bentuk penyelundupan barang ilegal, termasuk peredaran gelap narkotika lintas negara serta maraknya pemasukan balpres atau pakaian bekas impor ilegal, ketika pimpinan tertinggi DJBC tersebut menghadap langsung Presiden di Istana Kepresidenan.
Pengawasan Perbatasan Berkelanjutan Demi Kedaulatan Ekonomi
Menanggapi instruksi kepala negara tersebut, KAKI Jatim menilai bahwa pengawasan kepabeanan yang ketat memiliki urgensi yang sangat mendalam, bukan sekadar instrumen untuk mengamankan target penerimaan anggaran negara, melainkan sebagai perisai pelindung kedaulatan ekonomi nasional. Oleh karena itu, mereka berharap agar operasi pengawasan tidak bersifat temporer atau berhenti pada momentum tertentu saja, melainkan terus dioptimalkan secara konsisten di titik-titik rawan.
✍️ Penulis : Redho | Editor : Redaksi | Surabaya – Jawa Timur.
DETIKREPORTASE.COM — Pengawasan kepabeanan menjadi bagian penting dalam menjaga penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal.





