BeritaKalimantan Barat

Warga Teluk Bayur Ketapang Tuntut Dialog Terbuka — Mengapa PT PTS Tak Pernah Hadir di Tengah Konflik?

515
×

Warga Teluk Bayur Ketapang Tuntut Dialog Terbuka — Mengapa PT PTS Tak Pernah Hadir di Tengah Konflik?

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Teluk Bayur Ketapang menyuarakan tuntutan dialog langsung dengan PT Prakarsa Tani Sejati terkait konflik lahan
Gambar : Warga Desa Teluk Bayur, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menyampaikan aspirasi dan tuntutan dialog terbuka kepada PT Prakarsa Tani Sejati terkait konflik lahan yang hingga kini belum menemukan penyelesaian.

Warga mendesak dialog langsung dengan pimpinan perusahaan

KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Masyarakat Desa Teluk Bayur, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap PT Prakarsa Tani Sejati (PTS) yang dinilai belum menunjukkan itikad kuat untuk menyelesaikan konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama.

Warga menilai hingga kini perusahaan belum pernah menghadirkan pimpinan atau pengambil keputusan utama untuk berdialog langsung dengan masyarakat terdampak. Yang hadir di lapangan, menurut warga, justru lebih sering petugas pengamanan internal dan aparat kepolisian.

“Kami tidak pernah bertemu langsung dengan pimpinan atau pengambil kebijakan. Yang kami hadapi hanya petugas keamanan dan aparat yang menjalankan perintah,” ujar salah satu perwakilan warga kepada DetikReportase.com, Selasa.

Menurut warga, situasi tersebut justru menciptakan jarak psikologis dan sosial antara perusahaan dan masyarakat yang tengah memperjuangkan hak atas tanah mereka.

 

Ketegangan dinilai muncul karena komunikasi tidak setara

Masyarakat menilai pendekatan yang lebih mengedepankan pengamanan dibanding dialog berpotensi memperkeruh suasana. Warga merasa bahwa mereka sebagai pihak yang terdampak langsung konflik agraria tidak diberi ruang komunikasi yang adil dan setara.

“Mereka yang berdiri di depan kami bukan orang yang mengambil keputusan atau menikmati hasil besar dari usaha perkebunan. Mereka hanya pekerja. Tapi kami harus berhadapan langsung dengan mereka demi mempertahankan tanah kami,” ujar warga lainnya.

Warga khawatir, jika pola ini terus berlangsung, konflik justru akan semakin menjauh dari penyelesaian yang adil dan berkelanjutan.

 

Warga berharap pimpinan PT PTS turun langsung

Masyarakat Teluk Bayur menegaskan bahwa penyelesaian konflik lahan membutuhkan keberanian dan keterbukaan dari pihak perusahaan, terutama dari para pemegang kebijakan.

“Yang kami butuhkan bukan pengamanan, tetapi kehadiran pimpinan perusahaan untuk duduk bersama kami. Kalau mau adil, mari bicara langsung, terbuka, dan jujur,” tegas seorang tokoh warga.

Menurut warga, dialog terbuka akan memberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, menjelaskan kronologi klaim lahan, serta mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat maupun perusahaan.

 

Perjuangan ditempuh secara damai dan konstitusional

Masyarakat Desa Teluk Bayur menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen menempuh jalur damai dan sesuai hukum. Warga berharap pemerintah daerah, aparat, dan lembaga terkait dapat mendorong PT Prakarsa Tani Sejati agar membuka ruang dialog yang sesungguhnya.

Mereka menegaskan bahwa tuntutan utama bukanlah konflik, melainkan kejelasan, keadilan, dan kepastian atas hak tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Prakarsa Tani Sejati belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga. Redaksi DetikReportase.com masih berupaya menghubungi manajemen perusahaan dan pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi serta membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

✍️ Tim | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat

DETIKREPORTASE.COM : Konflik Agraria, Keadilan Sosial, dan Hak Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250