PANDAN | DETIKREPORTASE.COM — Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, perlahan bangkit dari masa kelam pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melumpuhkan hampir seluruh wilayahnya. Pada puncak bencana, kondisi Tapteng digambarkan Bupati Masinton Pasaribu layaknya “kota vampir”: gelap gulita, terisolasi, dan nyaris lumpuh total.
Ungkapan itu disampaikan Bupati Masinton saat menerima kunjungan Keluarga Besar DR GM Panggabean di ruang kerjanya, Senin (29/12/2025). Ia didampingi Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis dalam pertemuan yang membahas kondisi terkini daerah, progres penanganan bencana, serta rencana pemulihan jangka menengah dan panjang.
Menurut Masinton, sekitar 80 persen wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah terdampak cukup parah. Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara akses jalan darat terputus, jaringan listrik dan internet padam, serta pasokan logistik sangat terbatas.
“Kondisinya saat itu benar-benar porak-poranda. Tidak ada akses keluar-masuk, listrik padam total, jaringan internet nihil, dan bahan makanan sangat minim. Situasinya seperti kota mati,” ungkap Masinton mengenang hari-hari awal bencana.
Masa Tanggap Darurat dan Perjuangan Memulihkan Akses
Bencana banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah memaksa pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat yang kemudian diperpanjang hingga 30 Desember 2025. Selama masa tersebut, fokus utama diarahkan pada penyelamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembukaan akses wilayah yang terisolasi.
Masinton menjelaskan bahwa medan geografis Tapteng yang berbukit dan memiliki banyak aliran sungai memperparah dampak bencana. Beberapa kecamatan sempat terputus total dari pusat pemerintahan, sehingga distribusi bantuan hanya bisa dilakukan secara terbatas.
“Koordinasi dengan pemerintah pusat, TNI-Polri, relawan, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci agar bantuan bisa masuk. Ini kerja bersama, bukan hanya pemerintah daerah,” katanya.
Fokus Pemulihan: Hunian Tetap di Kecamatan Pinang Sori
Memasuki akhir masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersiap memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Salah satu fokus utama adalah penyediaan hunian bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana.
Bupati Masinton mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan hunian bagi korban bencana di Tapteng. Sebanyak 118 unit rumah direncanakan akan dibangun sebagai hunian tetap.
“Pembangunan hunian ini sangat penting agar masyarakat bisa kembali hidup normal, memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi,” ujar Masinton.
Lokasi pembangunan hunian tetap dipusatkan di Kecamatan Pinang Sori. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan penyiapan lahan, baik untuk hunian sementara maupun hunian tetap, termasuk memastikan status lahan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis menambahkan bahwa proses rehabilitasi tidak hanya menyasar perumahan, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan sarana pendidikan.
Solidaritas Kemanusiaan dari Keluarga Besar DR GM Panggabean
Di tengah proses pemulihan, dukungan kemanusiaan dari berbagai pihak terus mengalir ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Salah satunya datang dari Keluarga Besar DR GM Panggabean yang menyerahkan bantuan langsung kepada pemerintah kabupaten.
GM Intan Panggabean dan Maja Hutapea hadir mewakili keluarga besar DR GM Panggabean, bersama perwakilan PT Growth Sumatra, PO Makmur, dan PO Halmahera. Bantuan yang diserahkan mencakup kebutuhan pangan dan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.
Bantuan pangan berupa lima ekor sapi diserahkan untuk dibagikan kepada masyarakat, dengan harapan dapat menghadirkan kebahagiaan dan kebersamaan menjelang pergantian tahun. Selain itu, disalurkan pula 350 paket logistik yang berisi tilam, selimut, handuk, roti kaleng, serta susu.
“Harapan kami, bantuan ini bisa sedikit menghibur saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga Tuhan memulihkan keadaan, dan di tahun 2026 kita bisa bersukacita lebih lagi,” ujar GM Intan Panggabean.
Komitmen Bangkit Bersama Menuju Tapteng yang Lebih Tangguh
Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan oleh Keluarga Besar DR GM Panggabean dan seluruh pihak yang telah membantu Tapteng melewati masa sulit.
Menurutnya, bencana ini menjadi ujian sekaligus pelajaran penting tentang arti kebersamaan dan ketangguhan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk tidak hanya membangun kembali apa yang rusak, tetapi juga menata Tapteng agar lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.
“Kami ingin Tapteng bangkit, bukan sekadar pulih. Bangkit dengan perencanaan yang lebih baik, infrastruktur yang lebih kuat, dan masyarakat yang lebih tangguh,” tegas Masinton.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan, menjaga semangat gotong royong, dan menjadikan bencana sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial.
✍️ Once JHG | detikreportase.com | Tapanuli Tengah – Sumatera Utara
DETIKREPORTASE.COM : Bangkit dari Bencana, Menguatkan Solidaritas, Menata Masa Depan





