AcehBerita

Menteri PKP Percepat Pembangunan Hunian Tetap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Bagaimana Dampaknya bagi Ribuan Warga Terdampak?

518
×

Menteri PKP Percepat Pembangunan Hunian Tetap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Bagaimana Dampaknya bagi Ribuan Warga Terdampak?

Sebarkan artikel ini
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait saat rapat koordinasi percepatan pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Banda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Fhoto : Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Wakil Ketua DPR dan pejabat terkait saat rapat koordinasi percepatan pembangunan hunian tetap untuk ribuan korban bencana di tiga provinsi Sumatera. Rapat ini membahas tahapan pembangunan, lokasi lahan, dan dukungan infrastruktur agar proses rehabilitasi berjalan cepat dan terintegrasi.

Percepatan Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Sumatera

BANDA ACEH | DETIKREPORTASE.COM — Pemerintah Republik Indonesia memastikan percepatan pembangunan hunian tetap atau huntap bagi masyarakat terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dalam rapat koordinasi bersama Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang digelar di Banda Aceh pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Republik Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad, dan turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satuan Tugas Rehabilitasi Pascabencana, bersama sejumlah anggota DPR serta pejabat terkait dari pemerintah daerah. Pertemuan membahas progres penanganan dampak bencana, terutama percepatan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak di ketiga provinsi.

Menteri Maruarar Sirait menegaskan bahwa percepatan pembangunan hunian tetap tidak hanya menyangkut fisik rumah, tetapi juga pemulihan psikologis dan sosial ekonomi masyarakat. Keberadaan hunian yang layak diyakini mampu menstabilkan kehidupan keluarga terdampak, mempercepat pemulihan ekonomi lokal, serta mengurangi risiko sosial akibat tinggal di hunian sementara.

 

Data Korban Bencana dan Tahapan Pembangunan Hunian Tetap

Menteri Maruarar menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan seluruh tahapan pembangunan huntap secara rinci. Tahapan tersebut mencakup penetapan lokasi yang clear dan clean, penyusunan data by name by address (BNBA), penyusunan desain detail (DED), hingga proses lelang dan pembangunan fisik. Saat ini, pemerintah berada pada tahap akhir sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai.

Berdasarkan data hingga Jumat, 9 Januari 2026, total rumah terdampak di tiga provinsi mencapai 189.308 unit. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Aceh: 64.740 rumah rusak ringan, 40.103 rumah rusak sedang, 29.527 rumah rusak berat, dan 13.969 rumah hanyut.

Sumatera Utara: 28.043 rumah terdampak.

Sumatera Barat: 28.926 rumah terdampak dengan berbagai kategori.

Data ini menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan prioritas pembangunan huntap, memastikan rumah yang dibangun sesuai kebutuhan masyarakat terdampak bencana dan sesuai standar keselamatan serta kenyamanan.

 

Persiapan Lahan Relokasi dan Infrastruktur Huntap

Pemerintah telah menyiapkan 197 titik lahan relokasi di ketiga provinsi sebagai lokasi pembangunan hunian tetap. Rinciannya adalah:

Aceh: 153 lokasi seluas 473 hektare, mampu menampung 28.311 unit rumah.

Sumatera Utara: 16 lokasi seluas 58 hektare.

Sumatera Barat: 28 lokasi seluas 53 hektare.

Menteri Maruarar menegaskan bahwa 24 titik di Aceh telah diverifikasi dan dinyatakan layak untuk pembangunan hunian tetap. Penetapan lokasi dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis, legal, dan sosial. Lokasi huntap dipilih sedemikian rupa agar dekat dengan fasilitas pendidikan, akses pekerjaan, dan sarana publik lain, sehingga kehidupan masyarakat dapat pulih secara menyeluruh.

Selain itu, infrastruktur pendukung seperti akses jalan, jaringan air bersih, listrik, dan fasilitas sosial juga sedang dipersiapkan. Hal ini memastikan hunian tetap tidak hanya layak huni, tetapi juga mendukung kehidupan masyarakat secara produktif dan berkelanjutan.

 

Komitmen Pemerintah dan Harapan Masyarakat

Informasi mengenai percepatan pembangunan hunian tetap ini disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Unggahan tersebut memuat tahapan persiapan pemerintah serta komitmen mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.

Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan cepat, transparan, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah juga membuka pos komando pusat pemulihan bencana untuk memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif dan terintegrasi.

Pembangunan hunian tetap diyakini membawa dampak luas bagi masyarakat. Selain menyediakan rumah layak huni, huntap juga memperkuat stabilitas sosial, menumbuhkan rasa aman, dan memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali produktif. Anak-anak dapat kembali bersekolah, orang tua kembali bekerja, dan komunitas lokal pulih secara psikologis maupun ekonomi.

Masyarakat menyambut baik percepatan pembangunan hunian tetap ini. Harapan mereka adalah proses pembangunan berjalan cepat, transparan, dan menghasilkan hunian yang layak serta berkelanjutan. Keberadaan hunian tetap juga menjadi simbol nyata kehadiran negara, sekaligus memberikan optimisme bagi masa depan keluarga terdampak bencana.

✍️ Tim | detikreportase.com | Banda Aceh – Aceh

DETIKREPORTASE.COM : Negara Hadir, Masyarakat Bangkit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250