Malam Pelepasan Penuh Keakraban di Aula Kantor Kampung Perincit, Penghulu Eli Zamri Beri Pesan Berkesan untuk Mahasiswa Pengabdi
PUSAKO — DETIKREPORTASE.COM | Segala pertemuan pasti akan sampai pada titik perpisahan. Setelah 40 hari lamanya tinggal, berinteraksi, dan mendarabkan bakti di tengah masyarakat, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau akhirnya harus berpamitan meninggalkan Kampung Perincit, Kabupaten Siak.
Acara malam pelepasan yang dihelat di Aula Kantor Kampung Perincit pada Senin (31/8/2026) tersebut berlangsung dalam balutan suasana yang hangat, khidmat, dan penuh keakraban. Jajaran pemerintah kampung, para tokoh masyarakat, unsur pemuda, hingga warga setempat tumpah ruah berkumpul guna melepas kepulangan para mahasiswa yang telah menjadi bagian dari keluarga besar desa.
Bagi para mahasiswa, Kampung Perincit yang mulanya terdengar asing di telinga kini telah bertransformasi menjadi ruang singgah yang menorehkan sejuta kenangan berharga.
Pesan Penghulu Eli Zamri dan Ungkapan Haru Perwakilan Mahasiswa
Perasaan waktu yang berlalu begitu cepat terangkum dalam sambutan yang disampaikan oleh Penghulu Kampung Perincit, Eli Zamri.
“Tak terasa 40 hari telah kalian KKN di kampung ini. Selama mengabdi, ambil yang baiknya dan tinggalkan yang buruknya,” ujar Eli memberikan pesan moral yang mendalam.
Nasihat bijak tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para mahasiswa agar seluruh pengalaman sosial yang diperoleh selama berada di tengah denyut kehidupan warga desa dapat terus dirawat sebagai bekal kedewasaan di masa depan.
Sebelumnya, perwakilan mahasiswa KKN, Arya Hasnor, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh elemen masyarakat Kampung Perincit atas sambutan hangat dan bimbingan yang diberikan sejak hari pertama kedatangan hingga detik-detik kepulangan.
“Kampung yang awalnya asing terdengar di telinga, kini menjadi bagian dari sejarah perjalanan hidup kami yang kelak dapat kami ceritakan di hari tua,” ungkap Arya penuh haru.
Ia tak lupa melayangkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya mewakili rekan-rekan sekelompok apabila terdapat tindakan, tutur kata, atau program kerja selama 40 hari pengabdian yang kurang berkenan di hati masyarakat.
Penyerahan Kenang-Kenangan dan Pemutaran Video Perjalanan KKN
Malam perpisahan kian berkesan tatkala rangkaian acara diisi dengan penyerahan plakat cinderamata secara simbolis dari pihak mahasiswa kepada Pemerintah Kampung Perincit sebagai tanda terima kasih.
Selain itu, malam keakraban tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang aneka perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya sukses dihelat berkat kolaborasi erat antara mahasiswa KKN dan para pemuda setempat.
Suasana ruangan mendadak menjadi sangat emosional ketika panitia memutar video after movie dokumentasi perjalanan pengabdian selama 40 hari. Rekaman potongan-potongan aktivitas harian, kebersamaan dengan warga, gelak tawa anak-anak desa, hingga dinamika program kerja kembali berkelebat di layar, menghidupkan memori indah yang telah diukir bersama.
Pihak Badan Pemusyawaratan Kampung (Bapekam) melalui Eli Zadri turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya sekaligus permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama mahasiswa tinggal di perkampungan tersebut.
Kini, masa pengabdian resmi telah purna. Namun, bagi para mahasiswa UIN Suska Riau, Kampung Perincit kini telah menjelma lebih dari sekadar titik koordinat di peta—ia adalah lembaran sejarah muda yang takkan pernah mudah dilupakan.
✍️ Penulis : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Pusako, Siak – Riau.
DETIKREPORTASE.COM — Dari Perincit, 40 Hari Pengabdian Menjadi Cerita yang Tak Mudah Dilupakan





