Pertemuan Bulanan PKK Kecamatan Pangkalan Lesung Dorong Potensi Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal
PANGKALAN LESUNG | DETIKREPORTASE.COM – Berbeda dari pertemuan bulanan pada umumnya, kegiatan rutin Tim Penggerak PKK se-Kecamatan Pangkalan Lesung, Selasa (30/6/2026), berlangsung penuh makna di tengah rimbunnya Hutan Lindung Desa Genduang, Kabupaten Pelalawan. Mengusung tema “Tadabbur Alam Sebagai Pelajaran, Pengingat Hidup dan Pelajaran”, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala desa, pengurus PKK se-Kecamatan Pangkalan Lesung, serta perwakilan CDO PT Sari Lembah Subur (SLS).
Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga siang hari ini menjadi momentum refleksi mendalam mengenai peran manusia dalam menjaga kelestarian bumi. Di tengah pepohonan yang menjulang, para peserta diajak untuk lebih mencintai alam dan melestarikan kearifan lokal yang menjadi identitas desa Genduang.
Keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, menjaga hutan bukan sekadar upaya menjaga ekosistem, melainkan bentuk perlindungan terhadap hak hidup generasi mendatang. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menjaga komitmen lingkungan nasional yang transparan dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Hutan Genduang: Potensi Ekowisata yang Menunggu Sentuhan
Kepala Desa Genduang, Syafri Julianto, SH, menegaskan bahwa kegiatan ini sengaja digelar di dalam hutan lindung untuk mempromosikan kekayaan hayati yang dimiliki desa tersebut. Hutan seluas 22,88 hektare ini bukan sekadar lahan kosong, melainkan rumah bagi berbagai jenis kayu langka yang mulai sulit ditemukan.
”Kami ingin memperkenalkan hutan ini kepada unsur kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Kita memiliki potensi luar biasa. Di sini ada pohon Mianti, Kompe, Seminai, dan banyak lainnya yang sangat alami,” ujar Syafri.
Senada dengan itu, Camat Pangkalan Lesung, Abdul Gafur SH, menyampaikan kekagumannya atas keasrian hutan tersebut. Ia menekankan perlunya langkah nyata untuk menggali potensi daerah ini agar menjadi destinasi ekowisata yang terkelola dengan baik.
“Hutan ini sangat indah dan endemik. Kita harus mengembangkannya agar terjaga kealamiannya sebagai warisan untuk anak cucu kita. Apalagi lokasinya sangat strategis, tidak jauh dari pemukiman masyarakat,” tegas Camat Abdul Gafur.
Pemanfaatan aset daerah harus dilakukan dengan manajemen yang bersih dan transparan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan akibat kepentingan segelintir pihak, sebagaimana pola-pola pengawasan yang kini tengah digalakkan untuk menjaga integritas aset negara dari praktik penyimpangan.
Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Sinergi Pemerintah, Desa, dan Korporasi dalam Menjaga Kelestarian
Sekretaris Desa (Sekdes) Genduang, Hamri Bonjo, berharap hutan ini mendapatkan perhatian lebih dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Kabupaten Pelalawan. Ia memiliki visi besar agar hutan lindung tersebut ke depannya dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).
”Kita berharap ini menjadi perhatian bersama. Mudah-mudahan kedepannya hutan ini bisa menjadi salah satu sumber PADes yang dikelola secara profesional,” ungkap Hamri.
Dukungan positif datang dari pihak swasta. Perwakilan PT Sari Lembah Subur, Bapak Ginanjar, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh kelestarian hutan tersebut. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT SLS siap bersinergi dengan pemerintah desa dan kecamatan guna menjaga dan mengembangkan kawasan hutan lindung Genduang agar tetap hijau dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ditutup dengan acara makan bersama di tengah hutan, yang menjadi simbol kedekatan manusia dengan alam. Sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan pihak swasta ini adalah langkah awal yang krusial untuk menjadikan Hutan Genduang sebagai paru-paru sekaligus ikon wisata alam kebanggaan Kabupaten Pelalawan.
Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
✍️ Diky HR | detikreportase.com | Pangkalan Lesung – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Kelestarian Alam dan Keadilan Sosial





