Dapur gizi tingkatkan pengelolaan limbah cair demi jaga sanitasi dan ekosistem di Purworejo.
PURWOREJO — DETIKREPORTASE.COM | Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi peserta didik, melainkan juga menuntut pengelolaan limbah operasional dapur yang ramah lingkungan. Menjawab tantangan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutoarjo resmi memperkuat sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Sabtu (17/10/2026).
Kepala SPPG (KaSPPG) Kutoarjo, Dian Bagus Prasetyo, menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi harus berbanding lurus dengan kebersihan dan standar higienis lingkungan sekitar dapur.
“Di Dapur SPPG Kutoarjo, kualitas makanan yang bergizi harus sejalan dengan kebersihan lingkungan di sekitarnya. Kami tidak hanya memasak, tetapi juga memastikan sisa pangan didata dan diselamatkan, sampah dipilah sejak dari dapur, serta air limbah diolah sesuai baku mutu,” ujar Dian Bagus Prasetyo.
Penerapan Teknologi IPAL Gandeng Mitra Profesional
Guna mengoptimalkan sistem yang sebelumnya hanya mengandalkan grease trap dan filter konvensional, SPPG Kutoarjo berkonsultasi dengan Perusahaan Toya Artha Sejahtera untuk menerapkan teknologi pengolahan air limbah sesuai standar regulasi baku mutu.
Perwakilan Toya Artha Sejahtera, Dedy, memaparkan bahwa limbah cair dari dapur SPPG memiliki karakteristik khusus dengan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), serta kandungan minyak dan lemak (fat, oil, grease) yang sangat tinggi.
“Karakteristik limbah yang dihasilkan oleh dapur SPPG sangat spesifik. Jika langsung dibuang tanpa melalui proses pengolahan yang standar, limbah tersebut berisiko merusak ekosistem lingkungan sekitar sekaligus menurunkan tingkat sanitasi fasilitas,” jelas Dedy.
Pengawasan Kepatuhan Regulasi dan Dokumen Lingkungan
Dedy mengimbau seluruh pengelola SPPG agar mematuhi aturan baku mutu lingkungan, termasuk pemenuhan dokumen Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL).
Ia turut mendorong Koordinator Wilayah (Korwil), Satgas BGN Kabupaten, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purworejo untuk aktif mengawasi kelayakan sarana IPAL di setiap dapur penyedia MBG.
“Penyediaan sarana IPAL merupakan kewajiban utama yang pemenuhannya harus diprioritaskan,” tegas Dedy.
Menjaga Keseimbangan Antara Gizi dan Kelestarian Lingkungan
Upaya SPPG Kutoarjo dalam memodernisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi preseden positif bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat daerah. Keberhasilan program strategis nasional tidak hanya diukur dari pemenuhan asupan nutrisi generasi muda, melainkan juga dari komitmen pengelola dalam menjaga sanitasi dan kelestarian ekosistem sekitar. Sinergi antara pemenuhan gizi dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan akan memastikan manfaat program MBG dirasakan secara utuh oleh masyarakat luas tanpa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan lingkungan.
✍ Reportase : Edvin Riswanto | Editor : Redaksi | Purworejo – Jawa Tengah.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Gizi Nasional, Menjaga Kelestarian Lingkungan.





