Asap Selimuti Sorek – Pelalawan; 147 Kasus ISPA Terdata di Tengah Tanggap Darurat Karhutla
PANGKALAN KURAS — DETIKREPORTASE.COM | Langit Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali tampak diselimuti kabut asap pekat pada Jumat (28/8/2026).
Kondisi tersebut terlihat menyelimuti kawasan permukiman serta pusat aktivitas warga. Sementara itu, Jalan Lintas Timur yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik tetap dipadati oleh arus kendaraan di tengah ancaman dampak kesehatan yang mengintai.
Masyarakat setempat tetap berupaya menjalankan rutinitas harian seperti biasa. Namun, kepungan kabut asap yang bertahan dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu kenyamanan pandangan, tetapi juga memicu ancaman nyata bagi kesehatan pernapasan.
Terlebih lagi, lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pelalawan kini telah menjelma menjadi alarm peringatan bagi pemerintah dan masyarakat luas.
147 Kasus ISPA Tercatat di Pangkalan Kuras, Tertinggi di Pelalawan
Berdasarkan data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan per 25 Agustus 2026, tercatat ada sebanyak 549 kasus ISPA yang tersebar di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten.
Dari angka kumulatif tersebut, Puskesmas Pangkalan Kuras I menyumbangkan angka tertinggi dengan catatan 147 kasus, menjadikannya wilayah dengan beban kasus ISPA paling tinggi dibandingkan puskesmas lainnya di Pelalawan. Sementara itu, wilayah tetangga di fasilitas kesehatan Puskesmas Pangkalan Kuras II turut melaporkan sebanyak 28 kasus.
Lonjakan angka kesakitan ini menjadi sinyal darurat kesehatan bagi warga Pangkalan Kuras. Kendati demikian, laporan medis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien ISPA yang tercatat masih dapat ditangani melalui rawat jalan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan belum memerlukan rujukan intensif ke rumah sakit besar.
Pelalawan Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla
Kemunculan kabut asap pekat ini tentu tidak bisa dilepaskan dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah titik di wilayah Kabupaten Pelalawan.
Sebagai langkah respons cepat, Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah resmi memberlakukan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan terhitung mulai tanggal 24 Agustus hingga 6 September 2026.
Berdasarkan data penanganan karhutla hingga 24 Agustus 2026, akumulasi luas lahan yang terbakar di Pelalawan telah menyentuh angka sekitar 1.717,76 hektare. Dalam periode yang sama, sistem pemantauan juga mencatat adanya 2.358 titik panas (hotspot) serta 66 titik api (firespot) aktif di berbagai penjuru wilayah Kabupaten Pelalawan.
Pemberlakuan status tanggap darurat ini menuntut adanya pengerahan sumber daya maksimal serta sinergi lintas sektoral yang lebih agresif dalam upaya pemadaman di lapangan.
Aktivitas Jalan Lintas Timur Tetap Berjalan di Tengah Kabut
Meski jarak pandang terganggu oleh selimut asap, denyut nadi perekonomian di kawasan Sorek tidak berhenti.
Kendaraan pribadi, sepeda motor, armada angkutan barang, hingga truk-truk bertonase berat terpelihara tetap lalu-lalang melintasi Jalan Lintas Timur. Situasi ini menuntut tingkat kewaspadaan ekstra dari para pengemudi mengingat kondisi udara yang berkabut tebal mengurangi visibilitas di jalan raya.
Pemerintah dan instansi terkait terus mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan, mengurangi paparan langsung, serta menggunakan masker pelindung pernapasan.
Kelompok rentan seperti anak-anak usia dini, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit penyerta saluran pernapasan (asthma atau bronkitis) sangat disarankan untuk mendapatkan proteksi ekstra.
Upaya Penanganan dan Harapan Warga
Berbagai elemen bergerak bersama untuk meredam dampak buruk kabut asap. Sejumlah pihak telah turun tangan membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat serta para pengguna jalan yang melintas di Jalan Lintas Timur.
Di lini penegakan dan penanggulangan bencana, tim satgas gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat peduli api terus berjibaku memadamkan serta mendinginkan (mopping up) titik-titik karhutla yang tersisa. Pendinginan ini krusial guna memastikan bara api benar-benar padam dan tidak kembali memicu kepulan asap baru.
Hari ini, langit Sorek memang masih tampak kelabu. Di balik kabut yang menyelimuti, tersimpan asa yang sederhana dari masyarakat Pelalawan: semoga segera turun hujan lebat, api di lahan lekas padam, dan kabut asap benar-benar sirna dari udara mereka, sehingga warga dapat kembali bernapas dengan lega dan hidup dalam rasa aman.
✍️ Diky HR | Editor: Redaksi | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





