Tim Senior Siago FC Tampil Tangguh, Runner-up Lubuk Raja Cup II Usai Adu Penalti Menegangkan
PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Sabtu (5/9/2026), menjadi hari yang sangat istimewa sekaligus membanggakan bagi klub Siago FC. Dalam satu hari penuh, nama Siago sukses berkibar di dua partai final turnamen berbeda secara bersamaan, melibatkan kelompok usia muda hingga skuad senior klub.
Final pertama dimulai dari Lapangan Desa Sialang Godang melalui ajang Pelalawan Junior League (PJL) Musim ke-4 Tahun 2026 kategori U15. Tim muda Siago Junior FC berhadapan dengan Amorsos Academy Sorek dan sukses memastikan gelar juara usai menang tipis 1-0.
Kemenangan tersebut membuktikan bahwa pembinaan usia dini berjalan dengan sangat baik. Namun, kejutan Siago FC tidak berhenti di kelompok umur saja.
Siago FC Senior Berlanjut ke Final Lubuk Raja Cup II
Pada hari yang sama, tensi pertandingan beralih ke Lapangan Montisutan, Desa Lubuk Raja, tempat dihelatnya partai puncak turnamen Lubuk Raja Cup II.
Di arena ini, giliran tim senior Siago FC yang turun ke lapangan hijau untuk menghadapi perlawanan sengit dari Kemang FC. Pertandingan berjalan sangat alot dan penuh gengsi, di mana kedua kesebelasan saling jual beli serangan sepanjang waktu normal hingga skor tetap bertahan imbang 0-0.
Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti yang mendebarkan. Setelah melalui eksekusi yang menegangkan, Kemang FC keluar sebagai juara, sementara tim senior Siago FC harus puas menutup turnamen dengan menyabet predikat sebagai runner-up.
Meski belum berhasil memborong dua trofi juara sekaligus, turun bertanding dan menembus final di level senior menunjukkan bahwa Siago FC memiliki kedalaman skuad serta ekosistem klub yang matang dari tingkat akar rumput hingga level senior.
Pandangan Manajer: 4 Kali Tembus Final Tahun 2026, Apresiasi Perjuangan Tim dan Harapan ke Depan
Tokoh pemuda Sialang Godang sekaligus Manajer Siago FC, Robilallahdi, S.Sos., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan luar biasa dari seluruh skuadnya—mulai dari tim junior di Sialang Godang hingga tim senior di Lubuk Raja—yang mampu tampil di dua final pada hari yang sama.
“Kami mengapresiasi perjuangan Siago FC yang bisa tampil di dua final pada hari yang sama. Bahkan tahun ini kami sudah empat kali mencapai final, yakni di Terbangiang Cup, Pematang Tengah Cup, Tanjung Kuyo Cup dan Lubuk Raja Cup II. Harapan kami, dari kompetisi seperti ini lahir talenta yang mampu membawa sepak bola Pelalawan ke level nasional dan mengharumkan nama daerah,” ujar Robilallahdi.
Ekosistem Pembinaan dan Harapan Sepak Bola Pelalawan
Bagi dunia sepak bola Pelalawan, keberadaan kompetisi lintas usia seperti PJL dan turnamen antarklub senior di tingkat desa merupakan pilar penting dalam menciptakan siklus pembinaan yang sehat.
Pemain junior mendapatkan jam terbang untuk menempa mental, sementara pemain senior di level klub menjaga daya saing sepak bola daerah tetap bergairah. Di sisi lain, masyarakat memiliki ruang rekreasi sekaligus wadah untuk memantau langsung potensi talenta lokal.
Dua final yang dijalani Siago dalam sehari—dari kategori U15 di Sialang Godang hingga perjuangan tim senior di Lubuk Raja Cup II—pada akhirnya memperlihatkan bahwa sepak bola Pelalawan memiliki fondasi kuat untuk tumbuh dari lapangan-lapangan lokal menuju panggung yang jauh lebih tinggi.
✍️ Penulis : Diky HR | Editor : Redaksi | Pelalawan – Riau.
DETIKREPORTASE.COM — Dari Lapangan Pelalawan Menuju Panggung Nasional.





