Petani Desa Sukawangi Sukamakmur Ikuti Bimtek Dinas Perkebunan Jabar untuk Atasi Hama dan Penyakit Tanaman
BOGOR — DETIKREPORTASE.COM | Para petani yang tergabung di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, baru saja mendapatkan wawasan serta pengetahuan baru mengenai cara mengenali dan menangani hama serta penyakit tanaman.
Edukasi tersebut diperoleh melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pada Selasa (8/9/2026). Berlokasi di Sekretariat Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya, kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 15 peserta perwakilan petani setempat.
Petugas Disbun Jabar Paparkan Materi Identifikasi Hama dan Pembuatan Obat Organik
Pada sesi pertemuan pertama, petugas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Vina, memaparkan materi komprehensif seputar identifikasi hama, jenis penyakit tanaman, hingga langkah-langkah penanganan preventif maupun kuratif yang bisa dilakukan petani ketika tanaman mereka terserang gangguan.
Selain teori penanganan hama, para peserta juga mulai diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan organik. Salah satu materi utama yang dipersiapkan adalah pembuatan obat cair organik, di mana aplikasinya akan langsung dipraktikkan secara nyata pada sesi pertemuan lanjutan di lapangan.
“Cara menangani hama dan penyakit membuat obat cair organik. Nanti di sesi pertemuan kedua praktik langsung di lapangan. Pertemuan pertama hanya memberikan materi,” jelas Vina.
Ketua Kelompok Tani Sambut Positif Pelatihan Pembuatan Pupuk Mandiri
Menanggapi kegiatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya, Ade, menyampaikan apresiasi dan sambutan positif. Menurutnya, materi yang dibagikan sangat berguna sebagai bekal praktis bagi para petani dalam merawat komoditas unggulan perkebunan mereka, khususnya tanaman cengkeh dan kopi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan ilmu tentang cara membuat pupuk organik untuk tanaman cengkeh dan kopi,” ujar Ade.
Ia menilai bahwa edukasi pembuatan bahan organik ini sangat penting agar para petani memiliki alternatif mandiri, sehingga tidak terus-menerus bergantung pada produk pupuk maupun obat-obatan kimia di pasaran yang harganya relatif fluktuatif.
“Hal ini sangat baik untuk edukasi pembuatan pupuk organik, tidak tergantung obat kimia,” lanjut Ade.
Ilmu Bimtek Disebarluaskan ke Anggota R-KAJI dan Berlanjut ke Praktik Lapangan
Ade, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua R-KAJI Kabupaten Bogor, menambahkan bahwa seluruh ilmu dan keterampilan baru yang diperoleh dari Bimtek ini nantinya akan disebarluaskan kepada seluruh anggota R-KAJI di Kabupaten Bogor, mengingat sebagian besar anggotanya juga berprofesi sebagai petani aktif. Peningkatan kapasitas dan pengetahuan teknis di sektor perkebunan ini diyakini mampu membantu petani menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesehatan lahan jangka panjang.
Rangkaian kegiatan Bimtek ini akan berlanjut pada pertemuan kedua dengan agenda praktik langsung di lapangan, agar para petani dapat menguasai teknik pembuatan bahan organik secara sempurna.
✍️ Penulis : Irwan | Editor : Redaksi | Bogor – Jawa Barat.
DETIKREPORTASE.COM — Pengetahuan Petani Bertambah, Bahan Organik Jadi Langkah Menuju Pertanian Lebih Mandiri.





