BeritaKalimantan Barat

Persatuan dalam Keberagaman di Ketapang: Ucapan Imlek Bupati Alexander Wilyo, Apa Maknanya bagi Indonesia?

515
×

Persatuan dalam Keberagaman di Ketapang: Ucapan Imlek Bupati Alexander Wilyo, Apa Maknanya bagi Indonesia?

Sebarkan artikel ini
Ucapan Imlek 2577 Bupati Ketapang Alexander Wilyo perkuat persatuan dan toleransi
Bupati Ketapang menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa dan seluruh warga.

Pesan kebangsaan dari perayaan Imlek 2577 Kongzili

KETAPANG, KALİMANTAN BARAT | DETIKREPORTASE.COM — Momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang menandai Tahun Kuda Api (丙午) menjadi ruang refleksi kebangsaan di Ketapang. Melalui ucapan resmi yang disampaikan, Alexander Wilyo, Bupati Ketapang, menegaskan bahwa Imlek bukan semata perayaan budaya, melainkan jembatan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dalam pernyataannya, Alexander Wilyo mengucapkan “Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le” kepada warga Tionghoa dan seluruh masyarakat yang merayakan. Ucapan tersebut disertai harapan agar Imlek membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan, sekaligus memperkuat kebersamaan yang harmonis di Ketapang.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada seluruh saudara-saudari yang merayakan. Semoga Imlek ini membawa kebahagiaan, kedamaian, serta mempererat tali persaudaraan dalam kebersamaan yang harmonis,” ujar Bupati.

Pernyataan ini menjadi penting di wilayah yang secara sosiologis dihuni oleh beragam suku, agama, dan latar belakang budaya. Di banyak daerah Indonesia, perayaan keagamaan sering kali menjadi barometer toleransi, sekaligus indikator kematangan tata kelola pemerintahan dalam merawat ruang publik yang inklusif.

 

Imlek sebagai ruang kebersamaan

Di Ketapang, Imlek kerap dirayakan tidak hanya oleh warga Tionghoa, tetapi juga menjadi peristiwa sosial yang dihadiri berbagai komunitas. Pemerintah daerah memandang perayaan ini sebagai aset sosial: ketika warga lintas identitas berkumpul, saling mengucap selamat, dan merayakan tradisi, modal kepercayaan (social trust) tumbuh.

Alexander Wilyo menegaskan komitmennya sebagai pemimpin untuk melayani semua warga tanpa diskriminasi. Ia menyebut persatuan dan gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan daerah. Di tengah tantangan ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik, stabilitas sosial menjadi pondasi agar kebijakan berjalan efektif.

 

Makna Tahun Kuda Api (丙午)

Dalam tradisi Tionghoa, Kuda Api melambangkan energi, keberanian, dan gerak maju. Nilai ini, menurut Bupati, sejalan dengan kebutuhan daerah yang ingin melompat lebih jauh dalam pembangunan.

“Semoga semangat Tahun Kuda Api menginspirasi kita semua untuk terus bergerak maju, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri,” tambahnya.

Narasi ini bukan sekadar simbolik. Dalam praktik pemerintahan, “energi” berarti kecepatan layanan, “keberanian” berarti reformasi birokrasi, dan “gerak maju” berarti investasi pada kesejahteraan rakyat. Ketika nilai budaya diterjemahkan ke kebijakan, ia menjadi motor perubahan.

 

Konteks hukum: harmoni sebagai kepentingan publik

Dalam perspektif nasional, menjaga toleransi dan ketertiban bukan hanya norma sosial, tetapi juga kepentingan hukum. Di bawah rezim hukum baru, negara menempatkan ketertiban umum dan perlindungan layanan publik sebagai pilar utama.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Kerukunan yang dirawat pemerintah daerah berkontribusi langsung pada iklim investasi, pariwisata, dan keamanan. Perayaan Imlek yang aman, tertib, dan inklusif memperlihatkan bahwa Ketapang mampu menjadi ruang publik yang ramah bagi semua.

 

Peran Ketapang ke panggung nasional

Peran kepala daerah dalam merawat harmoni juga relevan dengan pola tata kelola nasional. Banyak konflik dan praktik koruptif di berbagai daerah bermula dari retaknya kepercayaan sosial dan polarisasi identitas. Ketika ruang publik terbelah, pengawasan melemah.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Dengan kata lain, pesan persatuan bukan sekadar etika, tetapi juga strategi pencegahan agar pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel.

Hal serupa terlihat pada pengelolaan subsidi strategis yang menuntut kepercayaan dan kepatuhan bersama.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Jika warga percaya pada pemerintah, kebijakan—dari bantuan sosial hingga subsidi—akan lebih tepat sasaran.

 

Menguatkan toleransi sebagai daya saing

Melalui Imlek 2577 Kongzili, Pemerintah Kabupaten Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga toleransi, kerukunan, dan kebersamaan. Di era kompetisi antardaerah, harmoni sosial adalah keunggulan kompetitif: investor dan wisatawan cenderung memilih wilayah yang aman dan inklusif.

Ucapan Bupati Alexander Wilyo menjadi sinyal bahwa Ketapang berkomitmen menjadi rumah bersama. Dari ruang ibadah hingga pasar, dari festival budaya hingga pelayanan publik, pesan yang sama digaungkan: perbedaan adalah kekuatan.

✍️ Slamet | detikreportase.com | Ketapang – Kalimantan Barat

DETIKREPORTASE.COM : Merawat Persatuan dalam Keberagaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250