BeritaNusa Tenggara Timur

Pendidikan Nasional di Sikka: Integrasi Budaya Lokal dalam Strategi Numerasi SD, Mampukah Dongkrak Kualitas Belajar?

510
×

Pendidikan Nasional di Sikka: Integrasi Budaya Lokal dalam Strategi Numerasi SD, Mampukah Dongkrak Kualitas Belajar?

Sebarkan artikel ini

Meratus dan Gasing Hadirkan Metode Gembira Berbasis Budaya Sikka

MAUMERE, SİKKA – DETİKREPORTASE.COM

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar kembali menjadi sorotan nasional. Di tengah tantangan rendahnya capaian numerasi di sejumlah daerah, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) menghadirkan pendekatan baru yang mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran matematika.

Program bertajuk “Meratus Nora Gasing (Gembira Asyik Menyenangkan) – Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng” resmi dilaksanakan di SDN Napunglangir pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas PKO Kabupaten Sikka dengan lembaga Meratus dan Gasing, dan akan berlangsung selama 15 hari, hingga 18 Maret 2026.

Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Perderiko, dalam sambutannya menegaskan bahwa suasana pembelajaran yang menyenangkan menjadi kunci utama keberhasilan numerasi di tingkat sekolah dasar.

“Dalam proses pembelajaran matematika harus mengedepankan suasana yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa terbebani saat mempelajari konsep matematika dan numerasi,” ujar Patrisius.

Tema Tena Riwun Sikka Raitan Rekeng sendiri memiliki makna integrasi nilai-nilai budaya Sikka dengan keterampilan berhitung. Konsep ini diharapkan mampu membuat anak-anak merasa dekat dengan materi ajar, karena bersumber dari kehidupan dan tradisi yang mereka kenal sehari-hari.

 

Strategi Mengubah Paradigma: Matematika Tidak Lagi Menakutkan

Numerasi pada dasarnya adalah kemampuan memahami, menggunakan, menginterpretasikan, serta mengkomunikasikan angka dan simbol matematika untuk memecahkan persoalan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa bagi sebagian siswa, matematika sering dianggap sulit dan membosankan.

Melalui metode Meratus dan Gasing, pendekatan pembelajaran dirancang lebih interaktif dan aplikatif. Selama 15 hari pelaksanaan, peserta didik dari 24 sekolah dasar yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sikka akan mengikuti berbagai aktivitas inovatif.

“Peserta akan mengikuti serangkaian aktivitas pembelajaran yang dirancang secara inovatif, khususnya dalam pembelajaran matematika agar tidak membosankan bagi anak-anak,” tambah Patrisius.

Pendekatan ini sekaligus menjadi momentum bagi guru-guru untuk memperkaya metode ajar numerasi berbasis budaya lokal, sehingga pembelajaran tidak terlepas dari konteks sosial siswa.

 

Komitmen Kepala Daerah: Numerasi Jadi Prioritas

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, khususnya numerasi, merupakan prioritas pemerintah daerah.

“Pencapaian numerasi siswa SD di beberapa wilayah Kabupaten Sikka masih perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang lebih menarik,” kata Juventus.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan singkat, tetapi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar. Guru diharapkan mampu mengembangkan materi ajar numerasi yang lebih terintegrasi dan kontekstual.

Dalam perspektif hukum nasional, tanggung jawab pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu pendidikan juga memiliki implikasi tata kelola kebijakan publik. Posisi hukum pejabat dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan serta konsekuensi administratif dan pidana diatur dalam regulasi nasional.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

Pendidikan Daerah dan Konteks Nasional

Upaya peningkatan numerasi di Sikka menunjukkan bahwa perbaikan kualitas pendidikan tidak harus selalu dimulai dari pusat. Daerah memiliki ruang inovasi yang luas selama tetap dalam koridor regulasi dan akuntabilitas.

Dalam konteks nasional, berbagai kasus tata kelola pendidikan dan anggaran daerah kerap menjadi sorotan penegak hukum. Pola tersebut menunjukkan bahwa transparansi dan pengawasan menjadi aspek penting agar program pendidikan berjalan optimal.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Lebih jauh, isu tata kelola sektor publik di daerah juga sering berkaitan dengan pengelolaan subsidi dan program strategis nasional. Pengalaman sejumlah wilayah menunjukkan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran demi keberlanjutan program pembangunan.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

 

Dari Sikka untuk Indonesia

Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran numerasi di Kabupaten Sikka menjadi contoh bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif meningkatkan kualitas belajar siswa.

Jika pendekatan ini berhasil, bukan tidak mungkin model serupa dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. Pendidikan yang menyenangkan, kontekstual, dan berakar pada budaya diyakini mampu membangun fondasi generasi yang tidak hanya cakap berhitung, tetapi juga berkarakter.

Program Meratus dan Gasing di SDN Napunglangir kini menjadi titik awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberlanjutan program, penguatan kapasitas guru, serta evaluasi berkala terhadap capaian numerasi siswa.

Upaya ini sekaligus mempertegas bahwa transformasi pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga soal pendekatan, budaya, dan komitmen bersama.

✍️ Yuven Fernandez | detikreportase.com | Sikka – NTT

DETIKREPORTASE.COM : Pendidikan Berbasis Budaya untuk Indonesia Maju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250