Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Dedy Zulkifli Dialog Santai dan Serap Aspirasi Warga di Warung Kopi
PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dinilai tidak akan efektif jika hanya dilakukan setelah titik api telanjur membesar. Edukasi masif serta langkah pencegahan sejak dini merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai potensi bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan.
Pesan penting tersebut kembali ditekankan oleh Brigjen TNI Dedy Zulkifli saat melakukan kunjungan kerja dan komunikasi langsung bersama warga di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Selasa (1/9/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut bermula dari agenda komunikasi sosial (Komsos) dalam rangka pencegahan Karhutla yang dipusatkan di Kantor Lurah Sorek Satu. Usai kegiatan formal rampung, Brigjen TNI Dedy Zulkifli menyempatkan diri untuk melanjutkan dialog secara santai dengan jajaran anggota Koramil Sorek, perwakilan Polsek Sorek, para tokoh masyarakat, serta warga setempat sambil menikmati secangkir kopi di warung kopi lokal.
Suasana cair yang terbangun di warung kopi justru menjadi ruang komunikasi interaktif yang efektif. Tanpa sekat formal, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai persoalan di lapangan terkait tantangan kerawanan Karhutla di wilayah Pangkalan Kuras. Di sela-sela suasana santai tersebut, jurnalis Detikreportase, Diky HR, berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Brigjen TNI Dedy Zulkifli.
Brigjen Dedy Tegaskan Pentingnya Edukasi dan Keterlibatan Kolektif
Dalam sesi wawancara, Brigjen TNI Dedy Zulkifli menggarisbawahi bahwa kunci utama mitigasi Karhutla bertumpu pada kesadaran masyarakat lewat edukasi berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah edukasi dan pencegahan dini. Masyarakat harus memahami bagaimana mencegah terjadinya kebakaran. Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar,” ujar Brigjen TNI Dedy Zulkifli tegas.
Ia menambahkan, masyarakat yang berdomisili langsung di sekitar kawasan rawan memiliki peran dan posisi yang sangat strategis. Oleh karena itu, kepedulian lingkungan harus terus dipelihara bersama.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya tanggung jawab TNI atau Polri. Pemerintah, perusahaan, tokoh masyarakat dan seluruh warga memiliki peran,” imbuhnya seraya mengajak seluruh elemen untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi cepat.
Apresiasi Tokoh Masyarakat: H.M. Yusuf dan Sudirman
Pendekatan humanis dan dialogis yang ditunjukkan oleh Brigjen TNI Dedy Zulkifli mendapat sambutan hangat serta apresiasi positif dari para tokoh masyarakat setempat.
H.M. Yusuf, salah seorang tokoh masyarakat Pangkalan Kuras, menilai kehadiran aparat tinggi TNI yang mau turun langsung ke warung kopi memberikan energi positif bagi warga.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Brigjen TNI Dedy Zulkifli yang mau berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pencegahan Karhutla memang membutuhkan kebersamaan. Pesan tentang edukasi dan pencegahan dini sangat penting bagi masyarakat,” ungkap H.M. Yusuf.
Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat Pangkalan Kuras lainnya, Sudirman, berpandangan bahwa masyarakat harus diposisikan sebagai subjek aktif, bukan sekadar objek penerima imbauan.
“Karhutla tidak bisa diselesaikan hanya ketika api sudah muncul. Kesadaran dan kepedulian masyarakat harus dibangun sejak awal. Kalau masyarakat, aparat dan semua pihak saling berkomunikasi dan bergerak bersama, potensi kebakaran bisa lebih cepat diketahui dan dicegah,” kata Sudirman.
Ia juga berharap program edukasi terkait bahaya dan pencegahan Karhutla dapat terus digalakkan secara berkesinambungan, sehingga kewaspadaan tidak hanya muncul musiman saat kemarau tiba.
Dari Warung Kopi untuk Kesadaran Lingkungan
Pertemuan sederhana di warung kopi Sorek Satu ini membuktikan bahwa penyampaian pesan-pesan strategis tidak selalu harus kaku di dalam ruangan tertutup. Melalui pendekatan kekeluargaan, aparat dan masyarakat dapat merumuskan komitmen bersama untuk menjaga wilayah Pangkalan Kuras agar senantiasa aman, hijau, dan bebas dari ancaman Karhutla.
Dari Kelurahan Sorek Satu, pesan kuat kembali digaungkan: cegah api sebelum membesar, dan lindungi alam dimulai dari kepedulian diri sendiri.
✍️ Penulis : Diky HR | editor : redaksi | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM — “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





