Aliansi Mahasiswa Papua Gelar Aksi di Kawasan Gambir
JAKARTA|DETIKREPORTASE.COM – Aksi unjuk rasa berlangsung di Jalan Merdeka Timur, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Puncak Jaya se-Jawa Bali bersama sejumlah organisasi mahasiswa Papua, Senin (27/4/2026).
Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa Papua terkait situasi keamanan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Puncak.
Aliansi peserta aksi terdiri dari Tim Investigasi HAM, IPMAP se-Jawa Bali, HPMP, KMPP Nabire, Ko’Membaca, KMOP se-Jayapura, FP3, IMP, dan IPMAPUJA se-Jawa Bali.
Mahasiswa Soroti Keamanan Sipil dan Dugaan Pelanggaran HAM
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti persoalan keamanan sipil, dugaan pelanggaran HAM, serta perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Tuntutan utama mereka meliputi desakan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik TNI non-organik dari wilayah sipil di Papua, khususnya di daerah konflik.
Massa juga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan pembunuhan terhadap 10 warga sipil di Kabupaten Puncak dan memproses hukum pihak yang dinilai bertanggung jawab.
Selain itu, mahasiswa mengecam penggunaan fasilitas umum oleh aparat bersenjata yang dinilai dapat mengganggu rasa aman masyarakat sipil.
Untuk memahami bagaimana dugaan pelanggaran hukum dan tanggung jawab pidana harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku, publik dapat merujuk pada regulasi nasional.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Desak Pansus dan Pemenuhan Hak Pengungsi
Dalam orasinya, massa juga mendesak DPR Papua dan DPRD terkait untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) guna menuntaskan dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah Papua.
Selain aspek penegakan hukum, mereka meminta pemerintah daerah dan pemerintah provinsi segera memenuhi hak-hak dasar masyarakat yang mengungsi akibat konflik, mulai dari kebutuhan pangan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.
Tuntutan tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa Papua tidak hanya menyoroti isu keamanan, tetapi juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.
Dinamika ini juga mencerminkan pentingnya pengawasan publik terhadap penegakan hukum dan perlindungan hak warga secara nasional. Lihat peta besarnya di sini:
Poster dan Pesan Aksi Soroti Suara Kemanusiaan
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan pesan-pesan kemanusiaan, di antaranya “Jaga Anak Alam Papua”, “Stop Operasi Militer”, “RIP HAM”, hingga “Kami Tidak Mau Dibunuh di Atas Tanah Kita Sendiri”.
Pesan-pesan tersebut mencerminkan tuntutan mahasiswa Papua agar negara memberi perhatian serius terhadap keselamatan warga sipil dan penyelesaian konflik melalui pendekatan damai.
Aksi berjalan dengan pengawalan aparat keamanan dan berlangsung tertib di kawasan Gambir.
Kondisi ini kembali menegaskan bahwa persoalan Papua membutuhkan penanganan yang hati-hati, akuntabel, dan berorientasi pada perlindungan warga sipil, sebagaimana tantangan tata kelola nasional di sektor lain.
Baca selengkapnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Aksi mahasiswa Papua ini menjadi penanda bahwa tuntutan atas perlindungan warga sipil, penegakan HAM, dan pendekatan damai di Papua masih terus menjadi perhatian serius publik.
✍️ Tim Redaksi | detikreportase.com | Jakarta – DKI Jakarta
DETIKREPORTASE.COM : Menjaga Suara Sipil, Mengawal Keadilan





