Sumatra Utara

Misteri Kematian Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik Belum Terungkap, Keluarga Menjerit Minta Keadilan

×

Misteri Kematian Dua Pegawai Lapas Labuhan Bilik Belum Terungkap, Keluarga Menjerit Minta Keadilan

Sebarkan artikel ini

Medan I detikreportase-Bayang-bayang kematian yang menyelimuti sebuah rumah kos di Labuhan Bilik hingga kini masih menyisakan misteri kelam. Peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa dua pegawai Lapas Labuhan Batu pada 21 Desember 2025 silam, belum juga menemukan titik terang. Aroma dugaan pembakaran kian menguat, namun pelaku masih berkeliaran bebas.

Gelar perkara yang dilaksanakan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Rabu (15/04/2026) sekira pukul 10.00 WIB, membuka tabir baru yang justru semakin menegangkan. Kasus yang kini ditangani Sat Reskrim Polres Labuhan Batu itu menghadirkan keluarga korban, saksi, serta kuasa hukum dalam suasana yang sarat emosi dan harap.

Surat undangan gelar perkara Nomor: B/2961/IV/Res.1.13/2026/Reskrim mempertemukan pihak-pihak terkait di bawah pengawasan Bagwasidik Ditkrimum Polda Sumut. Hadir dalam kesempatan itu, ibu korban Mariama Gustiani Sibarani bersama keluarga, didampingi kuasa hukum mereka, Dedy Mauritz Simanjuntak SH.

namun hasil gelar perkara justru meninggalkan kegelisahan baru.
Usai kegiatan, Dedy Mauritz Simanjuntak mengungkapkan bahwa penyidik belum mampu memastikan secara pasti penyebab kebakaran yang menewaskan dua petugas lapas, yakni almarhum Samuel Alexander Pandiangan dan almarhum James Markus Purba.

dari hasil gelar perkara, penyebabnya mengarah pada api terbuka. Dan yang dimaksud api terbuka ini adalah adanya indikasi unsur kesengajaan, termasuk penggunaan bahan yang seharusnya tidak berada di lokasi,” ungkap Dedy dengan nada serius.

pernyataan tersebut menjadi petunjuk mengerikan: api yang menghanguskan nyawa dua insan itu bukan sekadar kecelakaan biasa.
Meski demikian, Dedy menegaskan bahwa penyidik masih harus mendalami lebih jauh, apakah peristiwa tersebut murni kebakaran atau justru sebuah pembakaran yang disengaja.

ini dua delik yang berbeda. Maka perlu pengungkapan yang lebih dalam dan transparan. Kami mendukung penuh agar kasus ini dibuka seterang-terangnya. Sudah empat bulan berlalu sejak kejadian, namun belum ada kepastian hukum,” tegasnya.

kemandekan penanganan perkara ini juga disinyalir dipengaruhi oleh belum dilakukannya pemeriksaan psikologis terhadap salah satu saksi kunci. Pemeriksaan tersebut terkendala status saksi yang belum memungkinkan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

dalam analisisnya, Dedy menyebut hasil Scientific Crime Investigation (SCI) telah menguatkan adanya sumber api terbuka sebagai pemicu utama.
secara ilmiah sudah jelas, sumber api itu ada dan tidak terbantahkan. Tapi pertanyaan terbesar sekarang adalah: siapa yang melakukan?” ucapnya, menyisakan tanda tanya besar yang menggantung.

di tengah ketidakpastian itu, suara pilu seorang ibu menggema, merobek suasana. Mariama Gustiani Sibarani, ibu dari almarhum Samuel Alexander Pandiangan, tak kuasa menahan tangis saat memohon keadilan.

dengan suara bergetar, ia mengungkapkan keyakinannya bahwa kematian anaknya bukanlah kecelakaan.
kami minta kasus ini dibuka seterang-terangnya. Ada unsur kesengajaan, ada pemicu pembakaran di dalam kost itu. Anak kami meninggal dengan cara yang sangat tragis,” ujarnya dalam isak tangis.

Ia juga mengungkap dugaan adanya bahan bakar seperti bensin yang tersebar di lokasi kejadian, memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan keji yang direncanakan.

kami mohon kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara untuk turun tangan. Tangkap pelakunya. Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut,” pintanya dengan penuh harap.

upaya konfirmasi kepada pihak penyidik terkait perkembangan terbaru kasus ini belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, pihak penyidik belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan resmi.

kasus ini menjadi ujian besar bagi aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Utara, untuk menunjukkan komitmen dalam mengungkap kebenaran di balik tragedi yang menyayat hati ini.

keluarga korban kini hanya bisa menunggu dalam duka yang tak kunjung reda, berharap keadilan benar-benar ditegakkan. Seperti semboyan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, publik menanti pembuktian nyata bahwa tidak ada kejahatan yang bisa bersembunyi selamanya.

Sementara itu, bayangan api yang pernah melahap nyawa di kamar sempit rumah kos itu, seolah masih menyisakan bara… menunggu kebenaran diungkap, dan pelaku akhirnya terseret ke hadapan hukum.

(Ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250