Warga Protes: Ibu Balita di Pelalawan Bongkar Kualitas Paket Gizi yang Diterima Lewat Posyandu
PANGKALAN KERINCI | DETIKREPORTASE.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bisa menjadi solusi pemenuhan gizi anak di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, kini diterpa keluhan miring. Seorang ibu balita mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kualitas paket makanan yang diterima melalui layanan posyandu setempat karena dinilai tidak layak konsumsi.
Keluhan ini mencuat ke publik setelah sang ibu mengaku kondisi memprihatinkan tersebut sudah terjadi berulang kali. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan nyata dari pihak penyelenggara di lapangan meskipun persoalan serupa sempat diunggah ke media sosial oleh warga yang merasa dirugikan.
Paket Dua Hari Hanya Berisi Telur Rebus dan Apel Busuk, Orang Tua Kecewa Berat
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kekecewaan sang ibu memuncak saat menerima paket MBG yang ditujukan untuk kebutuhan dua hari. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati isi paket tersebut hanya berupa dua butir telur rebus yang masih berkulit serta dua buah apel berukuran kecil. Lebih ironis lagi, buah yang diterima justru ditemukan dalam kondisi sudah membusuk.
”MBG untuk balita yang saya terima hari ini sangat tidak layak. Sudah berulang kali saya mendapatkan buah busuk. Kami sudah muak dengan pemberian MBG yang tidak pantas ini. Pernah juga diunggah di media sosial, tapi tidak pernah diperbaiki,” keluhnya dengan nada geram pada Senin (15/06/2026).
Baca Juga Pilar Hukum Kami:
Baca selengkapnya di sini:
Masyarakat Desak Evaluasi Menyeluruh, Tegaskan Kritik Bukan Bentuk Penolakan Program
Kondisi ini langsung memicu perhatian luas mengingat balita merupakan kelompok rentan yang membutuhkan asupan makanan berkualitas dan aman pada masa pertumbuhan. Masyarakat berharap pihak penyelenggara MBG, mulai dari pelaksana tingkat daerah hingga instansi terkait di Pelalawan, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan.
Warga menegaskan bahwa kritik ini bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah, melainkan masukan agar pelaksanaan di lapangan diawasi secara serius. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara MBG maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab jika ada pihak yang ingin memberikan klarifikasi.
Baca Juga Pilar Ekonomi & Tata Kelola Kami:
Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Redaksi membuka ruang koordinasi pers seluas-luasnya bagi pihak terkait sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
✍️ Tim | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : SOSIAL, KESEHATAN & TATA KELOLA DAERAH





