Keluhan Muncul Lagi, Program Makan Bergizi Gratis Dipertanyakan
TAPANULI UTARA | DETIKREPORTASE.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 173294 Pamansuran, Desa Sitampurung, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, kembali menuai sorotan. Program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi peserta didik itu justru memunculkan keluhan dari tenaga pendidik terkait kualitas makanan yang dinilai belum mengalami perbaikan.
Sorotan tersebut mengarah kepada penyedia jasa makanan, Dapur Lopo Jaya, yang disebut sebelumnya juga pernah menerima komplain dari pihak sekolah terkait kualitas menu yang disajikan.
Keluhan terbaru muncul saat awak media melakukan kunjungan ke sekolah pada Selasa (12/05/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Kunjungan Media Berujung pada Curhatan Guru
Awalnya, kunjungan awak media dilakukan dalam rangka silaturahmi sekaligus memantau perkembangan pendidikan di sekolah tersebut. Namun, pihak media tidak dapat bertemu langsung dengan kepala sekolah karena sedang menjalankan urusan dinas ke Tarutung terkait pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA).
Di tengah kunjungan itu, suasana ruang guru justru dipenuhi keluhan spontan dari sejumlah tenaga pendidik setelah makanan MBG tiba di sekolah.
Para guru mengaku kecewa karena kualitas menu yang diterima dinilai belum sesuai harapan, meskipun sebelumnya sudah pernah disampaikan komplain kepada pihak penyedia.
Salah seorang guru menyebut bahwa keluhan terkait menu MBG bukan baru pertama kali terjadi. Menurutnya, pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan masukan, namun kondisi yang sama kembali terulang.
Menu Dinilai Tidak Sesuai Harapan
Berdasarkan pantauan di lokasi, menu yang disajikan dalam program MBG hari itu dinilai minim variasi dan kurang menarik bagi anak-anak.
Dalam satu nampan makanan, sumber protein utama disebut hanya terdiri dari dua hingga lima butir telur puyuh. Selain itu, buah yang diberikan berupa langsat dalam jumlah terbatas dengan rasa yang dinilai asam sehingga kurang diminati siswa.
Sejumlah guru juga mengeluhkan cita rasa masakan yang dianggap kurang sedap dan tidak menggugah selera.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tujuan utama program MBG untuk meningkatkan kualitas asupan gizi anak sekolah tidak tercapai secara optimal apabila kualitas makanan terus menjadi persoalan.
Upaya Konfirmasi ke Penyedia Jasa
Terkait berbagai keluhan tersebut, awak media menyebut masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola Dapur Lopo Jaya untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Klarifikasi dinilai penting guna mengetahui apakah terdapat kendala teknis, distribusi, atau persoalan lain yang menyebabkan kualitas menu menjadi sorotan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dapur Lopo Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan maupun ketidaksesuaian menu yang dipersoalkan pihak sekolah.
Desakan Evaluasi Program dan Pengawasan Anggaran
Munculnya keluhan berulang terhadap kualitas menu MBG memicu desakan agar pemerintah daerah serta instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Pihak sekolah dan masyarakat berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap penyedia jasa makanan agar standar gizi, kualitas bahan, serta kelayakan menu benar-benar diperhatikan.
Menurut sejumlah pihak, program MBG memiliki tujuan strategis dalam mendukung tumbuh kembang serta konsentrasi belajar anak. Karena itu, kualitas pelaksanaannya dinilai tidak boleh diabaikan.
Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Program Sosial dan Tantangan Pengawasan
Dalam skala nasional, pelaksanaan program berbasis bantuan sosial dan pemenuhan gizi sering menghadapi tantangan dalam aspek pengawasan, kualitas distribusi, hingga efektivitas penggunaan anggaran.
Baca juga:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/
Penguatan transparansi serta evaluasi berkala dinilai menjadi faktor penting agar program yang menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Artikel terkait:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyedia jasa MBG di Tapanuli Utara agar tujuan peningkatan kualitas gizi peserta didik tidak sekadar menjadi program administratif semata.
✍️ Tim Investigasi Sumut | detikreportase.com | Tapanuli Utara – Sumatera Utara
DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Kualitas Program untuk Generasi Bangsa





