Jakarta, Detikreportase.com–
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Ir. Agung Karang, menyerukan kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto agar menjadikan perbaikan sistem pendidikan nasional sebagai prioritas utama dalam masa pemerintahannya.
Melalui jaringan GPIB yang telah terbentuk dari Sabang hingga Merauke, seruan ini mengangkat satu tuntutan utama: pendidikan gratis dan merata untuk seluruh rakyat Indonesia. Tuntutan tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, Madrasah, Pesantren, hingga Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta.
“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara. Negara harus hadir sepenuhnya untuk memastikan anak bangsa tidak terhalang menuntut ilmu hanya karena faktor ekonomi,” tegas Ir. Agung Karang dalam pernyataan tertulisnya.
Pendidikan Gratis, Bebas Pungutan, dan Inklusif
GPIB menyoroti masih banyaknya anak-anak di wilayah tertinggal dan terpencil yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak. Bahkan, tidak sedikit yang harus putus sekolah akibat keterbatasan biaya.
Sebagai gerakan nasional, GPIB berkomitmen menggalang kesadaran publik dan mendorong perubahan sistemik dalam dunia pendidikan. Lima poin perjuangan utama GPIB adalah:
Pendidikan gratis dan inklusif dari jenjang dasar hingga tinggi
Dukungan anggaran negara bagi lembaga pendidikan swasta dan keagamaan
Percepatan pembangunan pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan)
Penguatan pendidikan karakter dan moralitas
Penolakan terhadap segala bentuk komersialisasi pendidikan
“Kami mendukung kemajuan teknologi, tapi jangan sampai digitalisasi malah memperlebar kesenjangan. Pendidikan harus menjadi hak, bukan komoditas,” tegas Agung Karang.
Menuju Kurikulum yang Kontekstual dan Berkeadaban
GPIB juga mendorong penyusunan kebijakan pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil, serta lahirnya kurikulum yang kontekstual, aplikatif, dan mampu membentuk karakter bangsa yang beradab, berakhlak, dan bermoral.
Di sisi lain, masyarakat – mulai dari guru, wali murid, hingga tokoh masyarakat – diajak untuk bersatu memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
“Seperti tujuan berdirinya GPIB, yaitu menggerakkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dalam pendidikan demi mewujudkan Indonesia Baru. Kita sedang menyongsong Indonesia Emas 2045, dan semua itu harus dimulai dari pendidikan,” ucap Agung Karang.
Buka Kolaborasi, Siap Jadi Mitra Pemerintah
Artikel ini dapat dijadikan referensi resmi dalam forum-forum diskusi pendidikan di lingkungan pemerintah, sekolah, maupun komunitas sipil. GPIB juga menyatakan siap bermitra dengan semua pihak yang memiliki komitmen bersama membangun sistem pendidikan Indonesia yang maju, adil, dan merata.
Tagline GPIB: Majunya suatu Bangsa dimulai dari Pendidikan.
✍️ Asep Saepudin| DetikReportase.com





