Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Jaya 2 dan 3 Cilacap evaluasi efektivitas program Makan Bergizi Gratis di tahun pertama.
CILACAP — DETIKREPORTASE.COM | Peringatan hari ulang tahun sebuah lembaga pelayanan publik seyogianya tidak berhenti pada seremoni syukuran semata. Refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program kerja justru menjadi esensi penting guna memastikan keberlanjutan manfaat di tengah masyarakat.
Prinsip inilah yang dikedepankan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Jaya 2 dan Padang Jaya 3 saat menggelar tasyakuran memperingati satu tahun perjalanan operasional mereka di wilayah Padang Jaya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Sabtu (27/9/2026).
Kegiatan yang dihelat di aula pendopo kediaman mantan Bupati Cilacap, H. Tatto Suwarto Pamuji, tersebut dihadiri langsung oleh sang tuan rumah beserta jajaran pemangku kepentingan yang selama ini mengawal jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Momentum setahun kehadiran SPPG ini dimanfaatkan secara strategis untuk mengukur capaian sekaligus mengevaluasi kualitas distribusi gizi bagi anak-anak sekolah.
Kondusivitas dan Komitmen Amanah Layanan Gizi
Selama kurun waktu satu tahun beroperasi, SPPG Padang Jaya 2 dan 3 telah menjadi motor penggerak dalam pemenuhan asupan makanan bergizi bagi para pelajar di daerah tersebut.
Koordinator SPPG, Afrizal, menyampaikan rasa syukurnya karena operasional layanan sejauh ini dapat berjalan stabil, aman, dan kondusif.
“Alhamdulillah, sampai saat ini wilayah kami masih tetap kondusif dan pelaksanaan berjalan dengan amanah,” ujar Afrizal.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa capaian satu tahun ini bukanlah titik akhir. Pihaknya terus memegang komitmen penuh agar standar operasional prosedur dalam penyiapan dan distribusi makanan tetap terjaga tanpa kompromi.
Pengawasan Berkala dan Standar Kualitas Menu MBG
Fokus utama dalam evaluasi tahun pertama ini tertuju pada aspek pengawasan pelaksanaan program MBG yang menyangkut langsung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak sekolah.
Afrizal menjelaskan, mitigasi kualitas dilakukan secara ketat melalui pemantauan berkala di setiap lini operasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga kesesuaian komposisi gizi.
“Kami setiap saat terus melakukan monitoring, termasuk terkait menu agar sesuai dengan aturan dari dinas terkait,” tegasnya.
Pengawasan ketat ini krusial mengingat program MBG memegang tanggung jawab besar atas higienitas pangan dan ketepatan distribusi gizi. Dalam kesempatan yang sama, Tety Rokhatiningsih, S.Sos., turut serta langsung melakukan peninjauan lapangan guna memastikan seluruh standar teknis dan regulasi dinas terkait dipatuhi secara konsisten guna mengantisipasi segala potensi kendala di kemudian hari.
Momentum Penguatan Kualitas di Tahun Kedua
Peringatan satu tahun berdirinya SPPG Padang Jaya 2 dan 3 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pengelola, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Evaluasi yang dilakukan secara terbuka diharapkan mampu mendongkrak kualitas pelayanan di masa mendatang.
Bagi masyarakat Desa Padang Jaya, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari banyaknya porsi makanan yang tersalurkan, melainkan dari konsistensi standar mutu, keamanan pangan, dan transparansi pengelolaan yang berkelanjutan.
Dengan sistem pengawasan berkala yang semakin matang di usia perdananya, SPPG Padang Jaya 2 dan 3 optimis dapat terus menjadi garda terdepan dalam mendukung pemenuhan gizi berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Cilacap.
✍️ Reportase : Tim Redaksi | Editor : Redaksi | Cilacap – Jawa Tengah.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.





