InfrastrukturRIAU

Gardu Induk 150 Kilovolt Sorek Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Harapan Baru untuk Listrik Pangkalan Kuras

×

Gardu Induk 150 Kilovolt Sorek Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Harapan Baru untuk Listrik Pangkalan Kuras

Sebarkan artikel ini
Pembangunan infrastruktur Gardu Induk 150 kV Sorek di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.
Warga, pihak kecamatan, jaksa pendamping dan perwakilan PLN saat melakukan sosialisasi Gardu Induk 150 Kilovolt Sorek di Kabupaten Pelalawan ditargetkan beroperasi pada Januari 2027 untuk memperkuat keandalan pasokan listrik warga.

Proyek strategis PLN di Pelalawan ditargetkan beroperasi awal 2027 setelah persoalan lahan warga rampung.

PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Masyarakat Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau, menantikan beroperasinya Gardu Induk (GI) 150 Kilovolt Sorek yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Januari 2027. Kehadiran infrastruktur ketenagalistrikan ini diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di Sorek dan wilayah sekitarnya, mulai dari kebutuhan rumah tangga, fasilitas pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi dan usaha.

​Selama ini, kawasan Sorek dan sekitarnya mendapat pasokan listrik dari sistem yang sumbernya berada cukup jauh. Oleh karena itu, pembangunan gardu induk ini diharapkan mampu mendekatkan sumber pasokan listrik dengan kebutuhan riil di tengah masyarakat.

​Perkuat Keandalan Listrik dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

​Sebagai bagian penting dalam sistem ketenagalistrikan, gardu induk berperan dalam menerima, mengatur, dan menyalurkan energi listrik melalui jaringan sebelum diteruskan kepada pelanggan.

​Dengan hadirnya Gardu Induk 150 Kilovolt Sorek yang terhubung dengan jaringan transmisi 150 kV Sorek–2 PHI, sistem kelistrikan di Pangkalan Kuras diharapkan menjadi jauh lebih andal. Kondisi ini dinilai krusial untuk menunjang aktivitas masyarakat yang terus berkembang, mencakup sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, hingga pelaku usaha kecil dan menengah.

​Persoalan Lahan Selesai Berkat Pendampingan Lintas Instansi

​Dalam proses pembangunannya, proyek sempat menemui dinamika berupa perbedaan pendapat dan persoalan yang berkaitan dengan lahan warga terdampak. Namun, berkat komunikasi intensif dan sosialisasi bersama, kendala tersebut kini dinyatakan tuntas.

​Tim Leader Perizinan dan Pertanahan PT PLN (Persero) UPP Sumbagteng 1, Kurniawan Akbar, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah setempat dan seluruh elemen yang telah membantu menyelesaikan proses tersebut.

​“Terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Pangkalan Kuras dan semua pihak yang sudah membantu. Alhamdulillah, persoalan yang ada sudah beres semua,” ujar Kurniawan, seraya menegaskan proyek terus berjalan sesuai target.

​Dukungan serupa juga disampaikan oleh Jaksa Pengacara Negara pada Asdatun Kejati Riau, Ali Rahim, S.H., M.H., yang turut mengawal jalannya sosialisasi kepada masyarakat terdampak agar proyek berjalan kondusif. Sementara itu, Plt. Camat Pangkalan Kuras, Rudiyanto, S.E., M.M., menyambut positif pembangunan infrastruktur ini demi kemajuan wilayahnya.

​Harapan Baru Masyarakat Pangkalan Kuras

​Salah seorang warga terdampak, Hasan, mengakui bahwa dinamika sempat terjadi di awal, namun dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah.

​“Walaupun sebelumnya ada perbedaan pendapat, tetapi bisa diselesaikan. Semoga proyek ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ungkap Hasan.

​Kini, warga Pangkalan Kuras menaruh harapan besar agar target operasional pada Januari 2027 dapat terealisasi tepat waktu. Kehadiran listrik yang andal diyakini menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

​✍️ Penulis : Tim | Editor : Redaksi | Pelalawan – Riau.

DETIKREPORTASE.COM — Infrastruktur energi yang lebih dekat diharapkan menghadirkan listrik yang semakin andal bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250