BeritaSulawesi Selatan

FPMSI Gelar Refleksi dan Proyeksi Desa Menuju Sukses Setara 2030 di Soppeng

538
×

FPMSI Gelar Refleksi dan Proyeksi Desa Menuju Sukses Setara 2030 di Soppeng

Sebarkan artikel ini

Diskusi Akhir Tahun Jadi Ruang Silaturahmi dan Gagasan Pembangunan Desa

SOPPENG | DETIKREPORTASE.COM — Forum Pemerhati Masyarakat Soppeng (FPMSI) menggelar kegiatan Ngopi Bareng dan Diskusi Akhir Tahun dengan tema “Refleksi dan Proyeksi Desa Menuju Sukses Setara 2030”. Kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan satu tahun kepemimpinan “Sukses” serta menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Desa 2026. Acara tersebut berlangsung di Warkop Deng Sija, Jalan Tenri Bali, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu (24/12/2025).
Diskusi ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, tenaga ahli desa, kepala desa, hingga pemerhati kebijakan publik. Suasana santai namun substantif mewarnai jalannya diskusi, yang dikemas dengan konsep dialog terbuka dan silaturahmi menjelang akhir tahun.

FPMSI Dorong Diskusi Kritis Dan Konstruktif

Ketua panitia kegiatan, Muh Tariqullah, S.E., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber dan peserta diskusi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan wadah sosial untuk bertukar gagasan dan refleksi bersama terkait pembangunan desa di Kabupaten Soppeng.
Menurutnya, diskusi akhir tahun ini bertujuan memperkuat silaturahmi antar pemangku kepentingan sekaligus menjadi ruang diskusi yang sehat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan. FPMSI berharap forum ini mampu melahirkan pemikiran-pemikiran konstruktif yang dapat berkontribusi pada kemajuan desa ke depan.
Dengan suasana ngopi bareng yang santai, diskusi diharapkan dapat berlangsung cair namun tetap fokus pada substansi, sehingga setiap peserta dapat menyampaikan pandangan dan gagasan secara bebas dan bertanggung jawab.

Narasumber Bahas Peran Strategis Desa

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Hadir sebagai narasumber utama, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., yang diposisikan sebagai pengambil kebijakan atau decision maker, memberikan pandangan mengenai arah kebijakan pembangunan desa di Kabupaten Soppeng.
Selain itu, Candra Budiman, S.P., selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMDes), hadir sebagai expert yang memaparkan perspektif teknis dan pendampingan desa. Dari kalangan akademisi, Rusdianto Sudirman, S.H., M.H., memberikan pandangan ilmiah sebagai researcher terkait tantangan dan peluang pembangunan desa berbasis data dan riset.
Sementara itu, Amri, S.Sos., Kepala Desa Lompulle, tampil sebagai leader yang berbagi pengalaman praktis dalam memimpin dan mengelola desa. Diskusi menjadi semakin dinamis dengan adanya kombinasi sudut pandang kebijakan, akademik, teknis, dan praktik lapangan.

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dan Arah Ke Depan

Salah satu fokus utama diskusi adalah refleksi atas satu tahun kepemimpinan yang mengusung semangat “Sukses”. Para narasumber dan peserta bersama-sama mengevaluasi capaian, tantangan, serta hambatan yang dihadapi desa-desa di Kabupaten Soppeng selama setahun terakhir.
Dalam forum tersebut, disoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Desa tidak hanya dipandang sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi besar untuk berkembang secara mandiri.
Proyeksi menuju Sukses Setara 2030 menjadi topik strategis yang dibahas. Konsep ini menekankan pentingnya pemerataan pembangunan desa agar mampu sejajar dengan wilayah lain, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kualitas sumber daya manusia.

Menyambut Hari Desa 2026 Dengan Semangat Kolaborasi

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Desa 2026. FPMSI menilai momentum tersebut penting untuk menguatkan kembali peran desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Dalam diskusi, ditekankan bahwa keberhasilan desa di masa depan sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat harus berjalan seiring untuk menciptakan kebijakan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil warga desa.
Budaya dialog dan diskusi seperti yang dilakukan FPMSI dinilai mampu menjadi contoh bagaimana ruang-ruang partisipatif dapat dimanfaatkan untuk menyusun gagasan pembangunan yang berkelanjutan.

Harapan Lahirnya Gagasan Nyata Untuk Desa

Melalui kegiatan refleksi dan proyeksi ini, FPMSI berharap lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Diskusi tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diharapkan mampu mendorong aksi nyata demi kemajuan desa-desa di Kabupaten Soppeng.
Forum ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan desa membutuhkan proses berkelanjutan, evaluasi berkala, serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan. Dengan semangat kebersamaan, FPMSI optimistis desa-desa di Soppeng dapat melangkah menuju Sukses Setara 2030.
✍️ Andi Rosha | detikreportase.com | Soppeng – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM : Pembangunan Desa, Refleksi Publik, dan Partisipasi Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250