Polisi Telusuri Lokasi Baru Dugaan Penampungan Solar Subsidi, Isu Aliran Dana ke Oknum Wartawan Disorot Tajam
PELALAWAN — DETIKREPORTASE.COM | Dugaan praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menjadi sorotan hangat publik. Persoalan tersebut kini tidak hanya menyangkut dugaan keberadaan gudang penampungan BBM ilegal, tetapi juga berkembang menjadi polemik usai menyeret nama sejumlah wartawan yang dituding menerima aliran dana dari jaringan mafia BBM bersubsidi.
Sebelumnya, informasi mengenai aktivitas penampungan solar bersubsidi telah diberitakan oleh sejumlah media. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Kerinci langsung bergerak melakukan pengecekan ke lapangan.
Kendati demikian, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi pertama, aparat belum menemukan adanya gudang BBM sebagaimana informasi yang beredar dalam pemberitaan awal.
Situasi kembali memanas setelah muncul informasi susulan mengenai dugaan lokasi lain yang disebut-sebut sebagai tempat penampungan BBM bersubsidi. Temuan baru ini kembali menjadi perhatian publik dan media agar segera diverifikasi secara transparan oleh aparat penegak hukum.
Tudingan Aliran Uang Koordinasi dan Bantahan Tegas Tokoh Pers
Di tengah bergulirnya isu tersebut, muncul pula tudingan miring mengenai dugaan adanya setoran atau uang koordinasi bulanan bernilai fantastis, hingga mencapai Rp10 juta yang diduga mengalir kepada sejumlah pihak, termasuk oknum aparat dan wartawan. Seorang berinisial Kasno disebut-sebut sebagai pihak yang mengendalikan jaringan tersebut.
Namun, tuduhan tersebut hingga kini belum terbukti secara hukum dan masih sebatas klaim yang memerlukan pembuktian otentik melalui data transaksi maupun hasil penyelidikan resmi.
Persoalan semakin pelik ketika sejumlah pemberitaan turut mencatut nama profesi jurnalis, bahkan mengklaim puluhan wartawan diduga menerima uang dari bos mafia BBM di Pangkalan Kerinci. Menanggapi hal ini, tokoh pers daerah sekaligus Ketua Umum APARI, Amri Koto, angkat bicara dan membantah keras tudingan yang dialamatkan kepada dirinya.
“Demi Allah bang, itu fitnah! Kalau ada saya dapat bulanan dari Kasno melalui R, yang merupakan salah satu ketua organisasi wartawan di Pelalawan itu, pasti fitnah besar bang,” tegas Amri saat dikonfirmasi.
Amri meminta masyarakat dan media agar tidak serta-merta percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Ia menantang pihak penyebar isu untuk menunjukkan bukti konkret jika memang memiliki data valid terkait aliran dana tersebut. Menurutnya, tuduhan tanpa dasar yang mencatut nama wartawan sama saja dengan penebaran fitnah yang merusak integritas profesi jurnalis.
Desakan Penuntasan Hukum dan Klarifikasi Publik
Bergulirnya informasi mengenai titik-titik baru yang diduga menjadi lokasi penyimpanan BBM bersubsidi menuntut respons cepat dari aparat penegak hukum. Masyarakat dan insan pers tentu berharap pihak kepolisian dapat memverifikasi informasi tersebut secara profesional.
- Jika terbukti: Aparat diharapkan menindak tegas seluruh jaringan, mulai dari pemain lapangan, pengepul, hingga pihak pemodal atau beking yang menikmati keuntungan dari hak masyarakat kurang mampu.
- Jika tidak terbukti: Hasil pemeriksaan fisik lapangan perlu disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak terjadi pembentukan opini liar serta fitnah berkepanjangan terhadap pihak-pihak yang namanya ikut terseret.
Penyalahgunaan BBM bersubsidi adalah kejahatan yang merugikan negara dan langsung berdampak pada kelangkaan serta lonjakan harga bagi masyarakat kecil yang berhak. Oleh karena itu, pengusutan tuntas kasus di Pangkalan Kerinci ini menjadi ujian transparansi bagi aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan secara objektif.
✍️ Tim Redaksi | Editor: Redaksi | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





