Jawa Timur

Dongkrak Ekonomi Warga, Desa Umbulrejo Ngawi Sukses Inovasi Produksi Kopi Bubuk Lokal ‘Kopimbul’

×

Dongkrak Ekonomi Warga, Desa Umbulrejo Ngawi Sukses Inovasi Produksi Kopi Bubuk Lokal ‘Kopimbul’

Sebarkan artikel ini
Pemdes Umbulrejo Ngawi bersama kelompok tani sukses produksi kopi bubuk lokal Kopimbul.
Proses pengolahan biji kopi mentah menjadi kopi bubuk 'Kopimbul' oleh Kelompok Tani Sendang Kinasih di Desa Umbulrejo, Ngawi.

Berkah Mesin Roasting Bantuan Provinsi, Petani Kopi Jogorogo Kini Olah Biji Mentah Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

NGAWI | DETIKREPORTASE.COM – Menggeliatnya perekonomian di tahun 2026 yang semakin kompetitif direspon cepat oleh Pemerintah Desa Umbulrejo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Demi membantu warga meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan, Pemdes Umbulrejo menggandeng Kelompok Tani Sendang Kinasih di Dusun Wajong untuk melakukan terobosan besar: mengolah hasil panen kopi lokal yang selama ini hanya dijual berupa biji mentah menjadi produk kopi bubuk siap saji, Minggu (2/8/2026).

​Ide cemerlang ini bermula dari pemanfaatan bantuan alat roasting (penyangrai) dari pihak Provinsi yang sebelumnya telah diserahkan kepada Kelompok Tani Sendang Kinasih pada tahun 2022 silam. Tepat pada 9 Juli 2026, kelompok tani tersebut mulai serius menghidupkan kembali alat tersebut untuk memproduksi kopi bubuk berkualitas.

​Berbekal peralatan yang ada, Kelompok Tani Sendang Kinasih meluncurkan produk kopi bubuk lokal dengan brand khas “Kopimbul”. Bahan bakunya murni disuplai langsung dari hasil panen para petani lokal di wilayah Desa Umbulrejo, yang kemudian dikumpulkan di rumah produksi khusus untuk diolah bersama.

Penting Diketahui: Memahami regulasi serta pentingnya tata kelola ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM perdesaan, dan standar mutu produk pangan olahan merupakan pilar fundamental dalam memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Simak aturan selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-warga-ini-aturan-kunci-wajib-dipahami/

​Tahapan Pengolahan Kopi Bubuk ‘Kopimbul’ yang Higienis dan Berkualitas

​Dalam proses produksinya, biji kopi pilihan dari warga harus melewati beberapa tahapan sterilisasi dan pengolahan yang teliti:

  1. Pengupasan: Biji kopi utuh dimasukkan ke dalam mesin pengupas kulit untuk memisahkan biji dari kulit arinya.
  2. Pencucian & Penjemuran: Biji kopi yang telah bersih dicuci hingga higienis, kemudian dikeringkan di bawah terik matahari.
  3. Penyanggraian (Roasting): Biji kopi kering dimasukkan ke dalam mesin roasting selama kurang lebih dua jam menyesuaikan tingkat kematangan. Alternatifnya, bisa juga menggunakan cara tradisional memakai wajan penggorengan selama kurang lebih 45 menit untuk hasil yang lebih cepat.
  4. Penghalusan (Grinding) & Pengemasan: Setelah tingkat kematangan dirasa pas, biji kopi dimasukkan ke dalam mesin penghalus agar menjadi bubuk halus, sebelum akhirnya dikemas rapi dan siap dipasarkan ke tangan konsumen.

​Strategi pemasaran “Kopimbul” kini mulai merambah dunia digital melalui sistem online, di samping memenuhi kebutuhan pasar di lingkup lokal sendiri. Keuntungan dari hasil penjualan nantinya akan dibagikan secara transparan kepada Kelompok Tani serta dialokasikan untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) saat tutup buku.

​”Harapan kedepan Kopimbul bisa berjalan dengan lancar dan bisa bermanfaat bagi warga semua,” ujar Kamituwo Yuswantoro saat memberikan keterangan.

​Kepala Desa Umbulrejo: Dongkrak Kesejahteraan Petani Kopi

​Sementara itu, Kepala Desa Umbulrejo, Parin, menegaskan bahwa mayoritas warga di desanya memang menggantungkan hidup sebagai petani kopi. Oleh karena itu, pihak pemerintah desa terus memberikan motivasi, arahan, dan pendampingan agar warga tidak lagi menjual hasil panen dalam bentuk mentah yang harganya cenderung fluktuatif.

​”Sebagai Kepala Desa saya hanya ingin warga Desa Umbulrejo, kehidupan ekonominya lebih meningkat dan sejahtera dari hasil panennya, tidak hanya warga yang merasakan hasilnya, tapi juga bisa membawa nama baik Desa Umbulrejo,” tutur Kades Parin penuh optimisme.

Analisis Pembangunan dan Pengawasan Program: Penguatan ekonomi mandiri perdesaan serta akuntabilitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa maupun kelompok tani menjadi tolok ukur utama kemajuan daerah. Pelajari bagaimana pola pengawasan tata kelola instansi diulas dalam laporan mendalam kami: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-wajah-korupsi-terbongkar/

​Melalui inovasi produk olahan lokal ini, Desa Umbulrejo sukses membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan kelompok tani mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pengawasan ketat terhadap berbagai program pembangunan daerah: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-ujian-pangan/

​✍️ Reporter : Daen | Editor : Redaksi | detikreportase.com | Ngawi – Jawa Timur

DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250