Pemkab Jeneponto gandeng Dekranasda gelar Gerakan Pangan Murah ritel tekan harga beras dan cabai.
JENEPONTO — DETIKREPORTASE.COM | Menanggapi gejolak harga bahan pokok dan melemahnya nilai tukar rupiah, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pasar Pangan Murah pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Sekretariat Dekranasda Kabupaten Jeneponto tersebut dilaksanakan serangkaian Peringatan Hari Pangan Sedunia sekaligus aksi nyata Gerakan Pangan Murah guna menekan laju inflasi daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto, Rachmat Sasmito, S.T., M.Si. (Daeng Tinggi), menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan komitmen Bupati Jeneponto untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Pasar pangan murah ini kami laksanakan dalam rangka Hari Pangan Sedunia. Hal ini sebagai bentuk komitmen Bapak Bupati dalam upaya menekan inflasi daerah agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Rachmat.
Sistem Penjualan Ritel Tanpa Batasan Paket
Berbeda dari gelaran sebelumnya, pelaksanaan pasar murah kali ini tidak menggunakan sistem kupon paket. Pihak dinas menerapkan mekanisme penjualan secara ritel langsung agar seluruh lapisan warga dapat berbelanja secara fleksibel sesuai kemampuan ekonomi masing-masing.
Komoditas utama yang dijual di bawah harga pasar antara lain beras kemasan 5 kilogram yang dibanderol Rp60.000 (di pasar umum Rp65.000) serta minyak goreng dengan harga maksimal Rp15.000 per kemasan.
Soroti Disparitas Harga Cabai Hingga Tembus Rp90 Ribu
Di luar beras dan minyak, dinas turut menaruh perhatian serius pada lonjakan harga cabai rawit yang di Pasar Karisa Jeneponto dilaporkan menembus Rp90.000 per kilogram.
Disparitas harga cukup tajam terlihat dari pengakuan pengepul cabai, Bustam, yang membeli langsung di tingkat petani seharga Rp60.000 per kilogram. Tingginya margin hingga ke tangan konsumen mengindikasikan perlunya evaluasi rantai distribusi dan biaya niaga di tingkat pedagang.
Dinas Ketahanan Pangan terus berupaya merangkul para pedagang dan petani lokal agar bersedia memasok komoditas cabai dengan harga afordable pada ajang pasar murah tersebut.
Langkah Konkret Stabilisasi Pasokan Pangan Daerah
Inisiatif Dinas Ketahanan Pangan Jeneponto bersama Dekranasda menjadi oase di tengah guncangan harga pangan. Penjualan ritel tanpa kupon terbukti efektif memperluas jangkauan penerima manfaat. Ke depan, pengawasan rantai pasok cabai dan komoditas hortikultura dari petani hingga pasar retail harus makin diintensifkan agar upaya pengerdilan inflasi di Kabupaten Jeneponto berjalan optimal dan berkelanjutan.
✍ Reportase : Redaksi | Editor : Redaksi | Jeneponto – Sulawesi Selatan.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Stabilitas Harga, Membentengi Daya Beli Rakyat.





