Kalimantan Barat

Jembatan Bergetar Saat Dilewati, Bagaimana Bupati Ketapang Selamatkan Warga Ulak Medang?

×

Jembatan Bergetar Saat Dilewati, Bagaimana Bupati Ketapang Selamatkan Warga Ulak Medang?

Sebarkan artikel ini
Bupati Ketapang Alexander Wilyo didampingi jajaran dán warga saat meninjau kerusakan fisik Jembatan Sungai Lingkaran di Desa Ulak Medang.
Skala Prioritas. Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat turun langsung mengecek titik rawan Jembatan Sungai Lingkaran demi menjamin keselamatan transportasi warga Desa Ulak Medang. (Foto: DetikReportase/Slamet)

Sidak Mendadak di Ruas Sepahan, Urgensi Infrastruktur Vital Masuk Skala Prioritas Utama RKPD

​KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Memastikan keselamatan jiwa dán denyut nadi perekonomian di tingkat tapak membutuhkan aksi nyata yang melampaui sebatas laporan di atas meja kerja. Hal inilah yang mendasari langkah taktis Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, saat turun langsung meninjau kondisi infrastruktur yang memprihatinkan di ruas Sepahan–Ulak Medang, tepatnya di Jembatan Sungai Lingkaran, Dusun 1 Tanjung Ping-ping, Desa Ulak Medang, Kecamatan Muara Pawan.

​Inspeksi mendadak (sidak) ini terjadi secara spontan saat rombongan melintas dalam perjalanan pulang dari Kecamatan Simpang Hulu. Melihat kondisi fisik jembatan yang dinilai rawan, kendaraan dinas langsung dihentikan dán peninjauan dilanjutkan dengan berjalan kaki guna merasakan langsung ancaman bahaya yang mengintai warga setiap hari.

​Baca Juga Pilar Hukum Kami:

Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

​Rasakan Getaran Rusak dán Serap Kecemasan Orang Tua Murid

​Saat berdiri dán melintasi konstruksi jembatan, tanda-tanda kerusakan struktural langsung terasa melalui getaran keras setiap kali ada kendaraan warga yang lewat. Di sela-sela pemantauan fisik tersebut, ruang dialog spontan dibuka bersama Kepala Desa dán sejumlah masyarakat setempat yang kebetulan sedang melintas di lokasi.

​Dalam diskusi hangat tersebut, warga menumpahkan segala kekhawatiran yang selama ini mereka pendam. Mulai dari kecemasan para orang tua saat melepas anak-anak mereka berangkat sekolah, hingga keluhan para petani yang kerap bertaruh nyawa mengangkut hasil panen bumi ketika cuaca buruk melanda kawasan tersebut.

​”Hadir di lapangan jauh lebih bermakna daripada sekadar membaca laporan. Saat berdiri di atas jembatan ini, getaran setiap kali kendaraan melintas sangat terasa, dán beberapa titik kerusakan memang memerlukan penanganan segera. Ini menyangkut keselamatan nyawa dán aktivitas harian warga,” tegas Alexander Wilyo kepada media.

​Baca Juga Pilar Ekonomi & Tata Kelola Kami:

Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

​Bukan Sekadar Proyek Fisik: Komitmen Moral dán Jaminan RKPD

​Merespons cepat keluhan dán fakta ancaman di lapangan, Pemerintah Kabupaten Ketapang langsung mengambil langkah taktis. Penanganan kerusakan Jembatan Sungai Lingkaran dipastikan mengakar kuat dalam asas pembangunan berkeadilan dengan menempatkan keselamatan publik di kasta tertinggi kebijakan anggaran daerah.

​Kondisi jembatan ini dipastikan masuk dalam dokumen perencanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) agar dapat segera ditindaklanjuti secara legal-formal dán akuntabel. Perbaikan infrastruktur ini ditegaskan bukan sekadar urusan mematok besi dán menuang beton semata, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk mengembalikan rasa aman, memulihkan ketenangan kaum ibu, serta menjaga agar roda ekonomi pedesaan di Ulak Medang terus berputar tanpa hambatan logistik.

​✍️ Slamet | detikreportase.com | Kalbar

DETIKREPORTASE.COM : HUMAN INTEREST & SOSIAL MASYARAKAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250