Pengawasan Ditingkatkan Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun
MANADO | DETIKREPORTASE.COM – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan longsor dan banjir guna menjaga kelancaran dan keselamatan mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa pekan terakhir.Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BPJN Sulut, Ringgo Radetyo, saat diwawancarai DetikReportase.com di Kantor BPJN Manado, Selasa (9/12/2025). Menurutnya, pengawasan ekstra menjadi kebutuhan mendesak mengingat hampir seluruh wilayah Sulut saat ini berada dalam kondisi rawan akibat cuaca ekstrem.
“Kita semua tahu, di musim hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini, kerusakan jalan hampir terjadi di mana-mana. Karena itu, pengawasan harus diperketat agar gangguan bisa segera ditangani,” ujar Ringgo.
Ruas Vital Jadi Prioritas Pengamanan
Ringgo menjelaskan, pengawasan diprioritaskan pada titik-titik yang selama ini paling sering terdampak longsor, genangan, maupun kerusakan badan jalan. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan catatan historis kejadian, hasil evaluasi lapangan, serta laporan berkala dari tim teknis BPJN Sulut.Sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi perhatian khusus antara lain jalur Manado–Tomohon, kawasan Tanggari, Ratahan–Buyat, titik rawan di Kema–Rumbia, ruas Tumpaan–Amurang, hingga wilayah sebelum Poigar yang kerap dilanda limpasan air dari daerah hulu saat hujan deras.
“Di titik-titik tersebut sering terjadi longsor, retakan badan jalan, genangan air, hingga penyempitan ruang lalu lintas. Karena itu kami tempatkan sebagai ruas prioritas pengamanan,” jelas Ringgo.
Menurutnya, ruas-ruas tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan pusat permukiman, kawasan ekonomi, serta distribusi logistik antarwilayah di Sulawesi Utara. Gangguan kecil sekalipun, kata Ringgo, dapat berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.
Patroli Berlapis dan Alat Berat Disiagakan
Dalam menghadapi potensi gangguan yang meningkat, BPJN Sulut menerapkan pola patroli lapangan yang lebih intensif dengan sistem pengawasan berlapis. Petugas lapangan dikerahkan pada jam-jam rawan, terutama saat curah hujan tinggi dan potensi longsor meningkat.“Kami mengerahkan petugas pada waktu-waktu tertentu yang sudah kami petakan sebagai jam rawan. Selain itu, alat berat kami tempatkan lebih dekat ke titik rawan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ungkap Ringgo.
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan respons cepat ketika terjadi longsor, banjir, atau gangguan teknis lainnya. Dengan penempatan alat berat dan personel yang lebih dekat, waktu penanganan diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
BPJN Sulut juga telah mengaktifkan posko monitoring selama 24 jam. Personel teknis disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan kondisi jalan, sementara operator alat berat berada dalam status siaga penuh.
“Semua sumber daya kami kerahkan. Ini bukan hanya soal perbaikan jalan, tapi soal menjaga konektivitas dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Koordinasi Lintas Instansi dan Imbauan untuk Masyarakat
Selain penguatan internal, BPJN Sulut juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta instansi terkait penanggulangan bencana. Menurut Ringgo, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan cepat di lapangan, terutama jika diperlukan penutupan sementara ruas jalan atau pengalihan arus lalu lintas.“Koordinasi ini memungkinkan penanganan lebih cepat dan terkoordinasi. Jika terjadi longsor atau banjir besar, langkah darurat bisa segera diambil tanpa menunggu terlalu lama,” ujar Ringgo.
Ia juga menyebutkan bahwa peta kerawanan telah diperbarui berdasarkan evaluasi tahunan, termasuk penambahan titik-titik baru yang muncul akibat perubahan kontur tanah dan kondisi lingkungan.
Menutup wawancara, Ringgo mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang memiliki riwayat longsor dan banjir, terutama pada malam hari atau saat hujan deras.
“Kami sudah siaga, tapi keselamatan juga bergantung pada kehati-hatian pengguna jalan. Jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya menunda perjalanan,” imbaunya.
BPJN Sulut berharap, dengan langkah antisipatif dan pengawasan ekstra ini, arus transportasi menjelang Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
✍️ Michael | detikreportase.com | Manado – Sulawesi Utara
DETIKREPORTASE.COM : Jalan Aman, Mobilitas Terjamin





