PURWOREJO | Detikreportase.com – Pelaksanaan Karnaval SCTV di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, 7–8 November 2026, menuai keluhan dari salah satu wali siswa berinisial S. Ironisnya, di tengah adanya alokasi anggaran Rp300 juta untuk akomodasi dan konsumsi, orang tua siswa yang tampil justru mengaku harus menanggung sendiri biaya transportasi anak selama latihan hingga hari pelaksanaan.
S mengungkapkan, anaknya merupakan satu dari enam siswa yang ditunjuk sekolah untuk mewakili dalam kegiatan tersebut. Selama tiga hari latihan, orang tua harus menyediakan kendaraan pribadi sekaligus menanggung biaya bahan bakar untuk antar-jemput.
Beban itu berlanjut hingga hari pelaksanaan. Tidak adanya fasilitas transportasi yang diketahui orang tua membuat mereka kembali harus mengantar anak secara mandiri, bahkan sebagian harus meninggalkan pekerjaan.
“Anak bisa berpartisipasi saja kami sudah bangga. Tetapi untuk akomodasi, kami juga membutuhkan. Selama latihan tiga hari, kami harus mengeluarkan biaya bensin untuk antar-jemput,” ungkap S, Sabtu (7/11/2026).
Tak hanya transportasi, S juga mempertanyakan dukungan konsumsi dan uang saku bagi siswa. Ia mengaku mendapat informasi bahwa peserta dari sekolah lain menerima uang Rp30 ribu dan nasi kotak. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti asal pemberian tersebut.
S menegaskan, dirinya tidak menuntut nominal tertentu. Ia hanya berharap ada perhatian dan apresiasi terhadap siswa yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk menyukseskan acara.
“Kalau semua pihak berpartisipasi, seharusnya ada perhatian juga untuk akomodasi siswa. Tidak harus nominal tertentu, setidaknya ada bentuk apresiasi bagi anak-anak yang tampil,” tegasnya.
Anggaran Rp300 Juta Jadi Sorotan
Keluhan tersebut menarik perhatian lantaran sebelumnya Kabid Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinporapar Purworejo, Neira Anjar Pujisusilo, menjelaskan bahwa Pemkab mengalokasikan anggaran Rp300 juta dari anggaran perubahan untuk kebutuhan akomodasi dan konsumsi.
Menurut Neira, kerja sama Pemkab Purworejo dengan SCTV menggunakan skema barter. Pemkab menyediakan lokasi, akomodasi, pengamanan, dan fasilitasi perizinan. Sementara SCTV menanggung produksi acara, panggung, perlengkapan, artis, serta kru.
Neira juga menjelaskan bahwa anggaran Rp300 juta tersebut mencakup penginapan artis dan kru yang datang beberapa hari sebelum acara serta konsumsi, termasuk bagi personel pengamanan.
Namun, munculnya keluhan wali siswa memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana dukungan akomodasi dan konsumsi didistribusikan, termasuk apakah kebutuhan siswa yang menjadi bagian dari pengisi acara telah diperhitungkan.
Rincian realisasi anggaran, komponen penerima manfaat, serta dokumen kerja sama menjadi penting untuk menjelaskan penggunaan anggaran publik secara transparan.
Karnaval SCTV semestinya menjadi panggung kebanggaan bagi masyarakat dan pelajar Purworejo. Namun, jangan sampai di balik kemeriahan panggung, justru ada orang tua dan siswa yang harus menanggung sendiri biaya untuk menyukseskan acara.
Transparansi anggaran dan perhatian terhadap peserta menjadi hal yang patut dijelaskan kepada publik.
Edvin Riswanto





