BeritaKalimantan Barat

Nasional | Kalimantan Barat | Jalan Rusak Diduga Telan Korban Jiwa di Suti Semarang, Akankah Anggaran Rp12 Miliar Menjawab Penantian Puluhan Tahun?

×

Nasional | Kalimantan Barat | Jalan Rusak Diduga Telan Korban Jiwa di Suti Semarang, Akankah Anggaran Rp12 Miliar Menjawab Penantian Puluhan Tahun?

Sebarkan artikel ini
Jalan rusak Suti Semarang Bengkayang Kalimantan Barat menanti realisasi anggaran perbaikan Rp12 miliar
Kondisi jalan rusak di wilayah Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, yang menjadi akses utama masyarakat menuju pusat layanan publik.

Warga Suti Semarang Menanti Perbaikan Jalan yang Dinanti Sejak Lama

BENGKAYANG|DETIKREPORTASE.COM – Selama puluhan tahun, masyarakat di wilayah Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, harus menghadapi berbagai kesulitan akibat kondisi jalan yang rusak parah dan belum tertangani secara menyeluruh.

Kondisi tersebut bukan persoalan baru. Menurut tokoh masyarakat setempat, wilayah Suti Semarang bahkan telah mendapat perhatian sejak tahun 1977 ketika dilakukan survei terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh konsultan asal Australia atas inisiatif tokoh masyarakat saat itu.

Namun hingga kini, harapan masyarakat terhadap akses jalan yang layak masih belum sepenuhnya terwujud.

 

Warga Sebut Jalan Rusak Berdampak pada Keselamatan dan Pelayanan Kesehatan

Nehemia, S.Th., mantan Anggota DPRD Dapil III Singkawang periode 2014–2019 yang mewakili aspirasi warga Suti Semarang, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan telah menjadi persoalan serius yang memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, pelajar, petani, ibu hamil hingga warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan harus menghadapi medan jalan yang berat setiap harinya.

“Hampir setiap hari anak sekolah harus melewati jalan berlumpur dan berbatu. Begitu pula petani yang mengangkut hasil kebun serta warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Bahkan terdapat warga yang harus ditandu menuju fasilitas kesehatan karena kendaraan tidak dapat melintas dengan baik,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Ia menyebut kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi salah satu hambatan utama pembangunan di kawasan tersebut.

👉 Dalam konteks hak masyarakat memperoleh pelayanan publik dan kepastian hukum atas pembangunan daerah,

publik dapat membaca lebih lanjut di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Anggaran Rp12 Miliar Mulai Berproses, Warga Sambut dengan Harapan

Di tengah berbagai keterbatasan yang dialami masyarakat, kini muncul harapan baru setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama DPRD mengalokasikan anggaran peningkatan ruas jalan Bengkayang–Suti Semarang melalui APBD.

Awalnya nilai anggaran direncanakan sebesar Rp15 miliar. Namun setelah penyesuaian efisiensi anggaran, nilai yang disetujui mencapai Rp12.000.022.230.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Kalimantan Barat, proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap pascakualifikasi yang berlangsung mulai 30 Mei hingga 10 Juli 2026.

Kabar tersebut disambut positif oleh masyarakat yang selama ini menunggu adanya perbaikan akses transportasi menuju wilayah mereka.

 

Warga Minta Pengerasan Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas

Meski bersyukur atas alokasi anggaran tersebut, warga mengaku memahami bahwa kebutuhan pembangunan secara menyeluruh masih membutuhkan dana yang jauh lebih besar.

Berdasarkan hasil pertemuan warga dengan pihak Dinas PUPR, disebutkan bahwa untuk memperbaiki total ruas jalan sepanjang sekitar 32 kilometer hingga kondisi optimal dibutuhkan anggaran sekitar Rp600 miliar.

Karena itu, masyarakat memilih menyampaikan harapan yang lebih realistis.

“Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Sesuai penyampaian Kepala Desa Suti Semarang, Samuel Suti, kami berharap pengerasan jalan dan pembangunan jembatan dapat menjadi prioritas terlebih dahulu. Itu sudah sangat membantu masyarakat,” kata Nehemia.

👉 Berbagai persoalan pembangunan daerah dan pengawasan penggunaan anggaran publik juga menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

Masyarakat Berharap Anggaran Tidak Berhenti di Atas Kertas

Saat ditemui awak media detikreportase.com, Nehemia menegaskan bahwa harapan terbesar masyarakat bukan sekadar melihat angka anggaran yang tercantum dalam dokumen pemerintah, melainkan realisasi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Menurutnya, akses jalan yang layak akan membuka peluang ekonomi, mempermudah pelayanan kesehatan, meningkatkan akses pendidikan, serta mempercepat pembangunan kawasan pedalaman Bengkayang.

“Warga hanya berharap janji pembangunan benar-benar diwujudkan. Kami berharap seluruh pihak ikut mengawal agar program ini berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

👉 Infrastruktur yang baik juga berperan penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Simak pembahasan terkait tata kelola sektor pangan di sini:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

Masyarakat Suti Semarang berharap pembangunan yang telah direncanakan dapat menjadi awal perubahan bagi wilayah yang selama puluhan tahun menghadapi keterisolasian akibat kondisi infrastruktur yang terbatas.

✍️ Tim Redaksi | detikreportase.com | Bengkayang – Kalimantan Barat

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Pembangunan Hingga Pelosok Negeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250