Kunjungan Kerja Antisipasi Dampak ke Wilayah Hilir
PELALAWAN | DETIKREPORTASE.COM – Bupati Pelalawan H. Zukri melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang yang berada di Kabupaten Kampar, Kamis, 1 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi debit air waduk tetap aman serta meminimalkan potensi dampak terhadap wilayah hilir, khususnya Kabupaten Pelalawan.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya intensitas curah hujan di sejumlah wilayah hulu Sungai Kampar yang berpotensi memengaruhi elevasi air waduk. Pemerintah Kabupaten Pelalawan menilai pentingnya pemantauan langsung di lapangan agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini dan terukur.
Didampingi Forkopimda dan Manajemen PLTA
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Zukri didampingi oleh Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedera, S.I.K., Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang, S.I.K., Dandim 0313/KPR Letkol CZI Satriady Prabowo, serta pejabat dari Balai Wilayah Sungai (BWS).
Turut hadir pula manajemen PLTA Koto Panjang yang diwakili Arif dan Dani, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis, dan pengelola PLTA dalam menjaga keselamatan masyarakat di wilayah hilir Sungai Kampar.
Debit Air Masih Dalam Batas Aman
Bupati Zukri menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, kondisi debit air Waduk PLTA Koto Panjang saat ini masih berada dalam batas aman. Hingga saat ini, pengelola PLTA membuka dua pintu air dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.
Menurutnya, pembukaan pintu air tersebut masih terkendali dan belum menimbulkan dampak signifikan bagi daerah hilir. Namun demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca.
“Hari ini kami memastikan langsung kondisi debit air di PLTA Koto Panjang. Alhamdulillah, posisi debit air masih aman. Kita terus berdoa agar kondisi ini tetap terjaga. Saat ini memang dibuka dua pintu dengan ketinggian 50 sentimeter dan masih dalam kondisi aman,” ujar Bupati Zukri.
Antisipasi Dampak ke Pelalawan dalam Dua Pekan
Bupati Zukri menjelaskan bahwa apabila terjadi peningkatan debit air Sungai Kampar yang berdampak ke wilayah Kabupaten Pelalawan, maka efeknya diperkirakan akan terasa dalam rentang waktu satu hingga dua minggu ke depan.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi dan kesiapsiagaan, terutama di wilayah-wilayah yang berada di sepanjang aliran Sungai Kampar.
Ia menegaskan bahwa langkah antisipatif jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat bencana sudah terjadi. Pemantauan berkala dan komunikasi yang intensif dengan pengelola PLTA menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Elevasi Waduk dan Imbauan Kewaspadaan
Lebih lanjut, Bupati Zukri mengungkapkan bahwa elevasi waduk PLTA Koto Panjang saat ini berada di angka 80. Pemerintah daerah berharap tidak terjadi kenaikan debit air yang ekstrem atau tajam yang dapat berpotensi menimbulkan banjir di wilayah hilir.
Seiring dengan itu, Bupati Zukri mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang Sungai Kampar, agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut juga ditujukan kepada warga yang memiliki usaha keramba dan aktivitas ekonomi lainnya di bantaran sungai.
“Saya mengimbau masyarakat Pelalawan dan masyarakat di sepanjang Sungai Kampar, baik yang tinggal di bantaran sungai maupun yang memiliki usaha keramba, agar selalu waspada, mempersiapkan diri, dan menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan,” tegasnya.
Doa Bersama Awali Tahun 2026
Menutup keterangannya, Bupati Zukri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar di awal tahun 2026 Kabupaten Pelalawan dan daerah sekitarnya dijauhkan dari musibah dan bencana.
Ia berharap, jika pun terjadi kenaikan air atau banjir, dampaknya tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya hadir dan memberikan perlindungan serta bantuan kepada warga yang membutuhkan.
“Mari kita berdoa bersama, semoga Allah SWT menjauhkan kita dari musibah dan bencana. Kalaupun air naik dan terjadi banjir, semoga tidak membawa mudarat bagi kita semua,” tutup Bupati Zukri.
✍️ Diky HR | detikreportase.com | Pelalawan – Riau
DETIKREPORTASE.COM : Pemerintah Hadir, Keselamatan Warga Prioritas





