Warga Kampung Rawey Jonggol gotong royong dan iuran bangun pipa paralon demi atasi krisis kekeringan.
BOGOR — DETIKREPORTASE.COM | Kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat warga Kampung Rawey, RT 002/RW 004, Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, harus bergerak cepat mencari cara agar kebutuhan air bersih tetap terpenuhi.
Alih-alih hanya berpangku tangan menunggu bantuan, warga memilih berinisiatif memanfaatkan sumber mata air yang masih tersisa dengan cara patungan mengumpulkan iuran untuk membangun saluran pipa paralon secara swadaya.
Gotong Royong dari Iuran Warga
Inisiatif sederhana namun berdampak besar ini lahir dari kebutuhan mendesak di tengah teriknya cuaca kering. Warga bergotong royong menjangkau sumber mata air dan menyalurkannya menggunakan pipa paralon agar lebih mudah diakses untuk keperluan rumah tangga.
Ustaz Sobari, salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan saluran air ini murni dibiayai secara bersama-sama oleh warga.
“Kami bersama warga mengambil air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Mata air ini disalurkan pakai paralon dengan biaya swadaya, iuran bersama warga,” ujar Sobari di lokasi.
Di tengah situasi sulit ini, ketersediaan air bersih bukan sekadar untuk konsumsi dan memasak, melainkan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta kelangsungan hidup hewan ternak warga.
Dampak Kekeringan dan Penanganan Pemerintah
Kondisi di lapangan memang mengonfirmasi beratnya tantangan yang dihadapi warga. Berdasarkan data Siaga 112 Kabupaten Bogor per 3 Agustus 2026, tercatat sebanyak 210 kepala keluarga atau 510 jiwa di Kampung Rawey, Desa Sukasirna, telah terdampak kekeringan akibat menurunnya intensitas hujan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menyalurkan bantuan. Tercatat hingga 31 Agustus 2026, distribusi air bersih melalui Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah mencapai 1,767 juta liter, termasuk penyaluran 8.000 liter air bersih ke Desa Sukamaju pada 3 September 2026.
Meskipun semangat swadaya warga terbukti ampuh meringankan beban sesaat, warga tetap berharap adanya perhatian dan intervensi lanjutan dari pemerintah desa maupun daerah apabila kemarau kian panjang dan debit mata air semakin menyusut.
“Kalau kemarau masih panjang, pemerintah desa maupun kabupaten harus turun tangan untuk membantu kepentingan masyarakat,” pungkas warga penuh harap.
Apa yang dilakukan warga Kampung Rawey menjadi bukti nyata bahwa di tengah keterbatasan, semangat gotong royong mampu menghadirkan solusi cepat demi mempertahankan kelangsungan hidup sehari-hari.
✍️ Reportase : Irwan | Editor : Redaksi | Bogor – Jawa Barat.
DETIKREPORTASE.COM — Mengawal Informasi, Menyuarakan Kepentingan Publik.





