Dinas Perkebunan Jabar Beri Pelatihan Pengendalian Hama dan Pembuatan Pupuk Organik
BOGOR — DETIKREPORTASE.COM | Serangan hama dan penyakit tanaman kembali menjadi momok bagi para petani cengkeh di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat langsung turun tangan memberikan pendampingan intensif kepada Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya yang berlokasi di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur.
Kunjungan kerja ini tidak sekadar menjadi ajang koordinasi biasa, melainkan implementasi nyata program Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Inisiatif ini dirancang khusus untuk membekali petani dengan pengetahuan teknis dalam mengatasi gangguan hama sekaligus membangun kemandirian jangka panjang dalam mengelola kebun.
Program Tiga Pertemuan: Dari Teori hingga Praktik Lapangan
Petugas teknis Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Vina, menjelaskan bahwa program pendampingan bagi Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya ini akan dieksekusi secara terstruktur melalui tiga kali tahapan pertemuan.
“Kegiatan ini dalam rangka pembahasan PHT bersama kelompok tani komoditas cengkeh, terutama terkait serangan hama dan penyakit. Nantinya akan dijadwalkan tiga kali pertemuan bersama anggota Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya,” ujar Vina.
Rangkaian materi pelatihan tersebut disusun secara sistematis:
Pertemuan Pertama: Fokus pada pemaparan materi dasar mengenai identifikasi dan penanganan hama serta penyakit tanaman cengkeh.
Pertemuan Kedua: Pembahasan mendalam mengenai pemanfaatan metabolit sekunder untuk perlindungan tanaman.
Pertemuan Ketiga: Sesi evaluasi menyeluruh sekaligus praktik langsung di lapangan bagi para petani.
Dorong Kemandirian: Petani Dilatih Bikin Pupuk Organik Cair
Salah satu poin paling krusial dan dinantikan dalam program pendampingan ini adalah rencana pelatihan dan praktik mandiri pembuatan pupuk organik cair (POC).
Vina menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan teori, tetapi juga berkomitmen memfasilitasi kebutuhan logistik awal agar para petani dapat langsung menerapkannya secara mandiri di lahan masing-masing.
“Tujuannya agar para petani, khususnya petani cengkeh, bisa mandiri dalam pembuatan pupuk organik,” tegasnya.
Melalui keterampilan baru ini, petani diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk pupuk kimia komersial, melainkan mampu mengolah bahan-bahan lokal yang tersedia untuk merawat kesuburan tanah dan meningkatkan daya tahan tanaman cengkeh terhadap serangan hama.
Sambutan Hangat dari Petani dan PPL Sukamakmur
Langkah proaktif yang diambil oleh Dinas Perkebunan Jabar ini mendapat apresiasi tinggi dari para petani lokal. Ketua Kelompok Tani Mekar Wangi Jaya, Ade, yang didampingi oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Sukamakmur, Asep, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warga.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan petugas dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat yang akan memberikan pengetahuan kepada anggota kelompok tani tentang pembuatan pupuk organik cair untuk penanganan hama pohon cengkeh. Mudah-mudahan bermanfaat,” ungkap Ade antusias.
Respon serupa juga ditunjukkan oleh puluhan anggota kelompok tani yang hadir. Mereka berharap ilmu yang didapatkan selama pelatihan dapat menjadi solusi konkret dalam menyelamatkan produktivitas kebun cengkeh mereka.
Pada akhirnya, esensi dari program ini melampaui sekadar pembasmian hama. Ini adalah langkah strategis dalam memberdayakan kapasitas petani agar semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing dalam mengelola potensi perkebunan di wilayah Bogor.
✍️ Penulis : Irwan | Editor : Redaksi | Bogor – Jawa Barat
DETIKREPORTASE.COM — Solusi Petani Mandiri, Perkebunan Negeri Lestari.





