Pemerintah di Minta Segera Ambil Tindakan
JENEPONTO – DETIKREPORTASE.COM – Wabah penyakit bulai menyebar cepat dan mengancam hasil panen petani jagung di Kabupaten Jeneponto. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret, Selasa, 12/05/2026
Petani di Kabupaten Jeneponto dikejutkan dengan munculnya wabah penyakit yang menyerang tanaman jagung mereka. Penyakit yang dikenal dengan istilah bulai ini menyebar sangat cepat dan menimbulkan ancaman kerugian besar bagi para petani.
Penyebab Penyakit Jagung Kuning
Penyakit bulai memang tidak langsung membunuh tanaman jagung secara keseluruhan. Tanaman tetap tumbuh seperti biasa dan tampak normal pada awalnya. Namun, ketika penyakit ini mulai menyerang batang tanaman, dampaknya menjadi sangat serius. Jamur penyebab bulai mengganggu proses fotosintesis sehingga perkembangan tongkol jagung menjadi tidak sempurna, bahkan dapat menyebabkan tanaman menjadi mandul atau tidak berbuah.
Salah seorang petani yang tanamannya terserang bulai mengungkapkan pengalamannya.
Penyakit bulai ini muncul setelah saya melakukan pemupukan pertama saat usia jagung sekitar 15 hari setelah tanam (HST). Seharusnya setelah pemupukan batang menjadi lebih kuat dan daun berwarna hijau gelap, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Daunnya berubah menjadi kuning dan muncul garis-garis putih,” ujar Kurniawan Taswin, S.H., yang juga merupakan petani terdampak.
Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh jamur patogen Peronosclerospora maydis. Penyakit ini sangat merugikan karena dapat menyebabkan kehilangan hasil panen hingga 100 persen apabila menyerang pada fase awal pertumbuhan, terutama pada usia 1–2 minggu setelah tanam.
Gagal Penen Jagung Kuning
Yang lebih mengkhawatirkan, hingga saat ini penyakit bulai belum memiliki penanganan yang benar-benar efektif ketika serangan sudah meluas. Akibatnya, petani dihadapkan pada pilihan sulit: mencabut tanaman yang terinfeksi untuk menghentikan penyebaran atau bertahan dengan risiko gagal panen.
Kurniawan Taswin, yang akrab disapa Wawan, juga menyampaikan peringatannya kepada pemerintah daerah.
Ini menjadi warning bagi Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Banyak petani terancam mengalami penurunan hasil panen secara besar-besaran. Bahkan kemungkinan terburuknya adalah terjadinya gagal panen total.”
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk membantu petani, baik melalui penyuluhan, pendampingan teknis, distribusi benih tahan penyakit, maupun pengawasan terhadap penyebaran penyakit bulai di wilayah pertanian.
Ancaman Serius bagi Produksi Jagung Jeneponto
Merebaknya penyakit bulai menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian jagung di Jeneponto. Jika tidak segera ditangani, wabah ini dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan produksi secara besar-besaran hingga memicu gagal panen di sejumlah wilayah sentra jagung.
Petani berharap pemerintah daerah, dinas pertanian, serta pihak terkait dapat segera turun tangan memberikan solusi nyata agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.
Penyakit bulai bukan hanya ancaman bagi petani secara individu, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan pangan daerah. Karena itu, diperlukan kerja sama antara petani, penyuluh, dan pemerintah agar wabah ini tidak semakin meluas.
Penulis: Kurniawan Taswin
Rusli detikreportase
Jeneponto Sulawesi Selatan





