Ribuan Anggota RAPI dari 24 Kabupaten/Kota Padati Bumi Perkemahan Parangloe Karisa; Perkuat Solidaritas Sekaligus Dorong Ekonomi Lokal di Bumi Turatea
JENEPONTO — DETIKREPORTASE.COM | Suasana meriah dan penuh keakraban tampak menyelimuti kawasan Bumi Perkemahan Parangloe Karisa, Kabupaten Jeneponto. Ribuan anggota dan peserta dari berbagai penjuru daerah di Sulawesi Selatan tumpah ruah dalam perhelatan akbar Jambore Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 24 Sulsel 2026.
Namun, perhelatan besar ini tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi internal organisasi para pegiat komunikasi radio. Di balik gelaran yang resmi dibuka pada Sabtu (29/8/2026) oleh Ketua RAPI Daerah 24 Sulsel, Dr. Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M. (IAS), terselip misi besar lainnya: menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, mempromosikan potensi daerah, memperkuat kepedulian sosial, hingga mengasah kesiapsiagaan menghadapi bencana.
IAS: Kehadiran RAPI Harus Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Sejak kedatangan para peserta dari 24 kabupaten/kota yang mulai memadati lokasi sejak Jumat (28/8/2026), momentum ini dimanfaatkan untuk melepas rindu setelah bertahun-tahun hanya saling menyapa lewat gelombang udara (frekuensi radio).
Ketua RAPI Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan bahwa kegiatan jambore semacam ini wajib memberikan multiplier effect (efek ganda) bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Jambore RAPIDA Sulsel 2026 ini merupakan agenda konsolidasi dan silaturahmi RAPI. Kita ingin seluruh anggota semakin kompak, semakin dekat dan semakin kuat dalam membangun organisasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar IAS.
“Peserta datang dari berbagai daerah, mereka membutuhkan makanan, minuman, transportasi, oleh-oleh dan berbagai kebutuhan lainnya. Ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk lokal Jeneponto,” tambahnya.
Dari Frekuensi Udara Menuju Kehangatan di Darat
Ketua RAPI 12 Kabupaten Jeneponto, Andi Patoppoi, sebagai salah satu motor penggerak terpilihnya Jeneponto sebagai tuan rumah, mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, esensi utama jambore adalah mempererat ikatan kekeluargaan secara langsung.
“Selama ini kami berkomunikasi melalui udara. Melalui jambore ini, kita ingin komunikasi itu tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga bertemu langsung di darat,” ungkap Andi.
Ia berharap para peserta yang hadir tidak sekadar mengikuti rangkaian acara perkemahan, tetapi juga menyerap memori indah tentang keramahan warga, kebudayaan, objek pariwisata, serta kekayaan kuliner khas Kabupaten Jeneponto untuk kemudian diceritakan sekembalinya ke daerah masing-masing.
Unik dan Khas! Hadiah Utama Jalan Santai Berupa Seekor Kuda
Rangkaian kegiatan jambore yang juga diisi dengan agenda jalan santai pada Minggu (30/8/2026) sukses mencuri perhatian publik. Betapa tidak, panitia penyelenggara secara khusus menyiapkan hadiah utama yang sangat ikonik: satu ekor kuda.
Pemilihan hadiah ini bukan tanpa makna. Kuda merupakan simbol kultural dan identitas kuat yang melekat erat dengan Kabupaten Jeneponto sebagai Bumi Turatea.
“Kami berkoordinasi dan sepakat dengan tagline atau simbol Jeneponto, yaitu kuda. Karena itu kami meminta agar hadiah utama jalan santai berupa satu ekor kuda,” jelas Andi Patoppoi. Cara ini dinilai sangat efektif untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada ribuan peserta luar daerah.
RAPI: Siaga Bencana dan Aksi Sosial
Selain ajang rekreasi, silaturahmi, dan pameran UMKM, Jambore RAPIDA 24 Sulsel 2026 turut diisi dengan berbagai agenda kompetitif dan edukatif yang menguji keterampilan anggota, di antaranya:
- Lomba domino dan catur.
- Eksperimen antena mobil.
- Pos ranting yang menampilkan simulasi penyelamatan darurat kebencanaan (rescue).
Aspek kebencanaan ini menjadi pilar penting. Di tengah kondisi darurat di mana jaringan telekomunikasi konvensional seringkali lumpuh total, kemampuan komunikasi radio dari anggota RAPI terbukti diandalkan sebagai garda terdepan koordinasi penyelamatan jiwa.
Melalui Jambore RAPIDA Sulsel 2026 di Jeneponto, terbukti bahwa komunikasi tidak sekadar berbicara tentang suara yang merambat lewat frekuensi. Lebih dari itu, ia telah bertransformasi menjadi gerakan nyata yang merajut persaudaraan, mendongkrak ekonomi UMKM, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
✍️ Tim Redaksi | Editor: Redaksi | Jeneponto – Sulawesi Selatan
DETIKREPORTASE.COM : “Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.”





