Jawa Barat

Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) Kecamatan Jonggol Lakukan Pendampingan Pembudidaya Ikan: Sulap Lahan Kosong Jadi Kolam Bioflok

×

Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) Kecamatan Jonggol Lakukan Pendampingan Pembudidaya Ikan: Sulap Lahan Kosong Jadi Kolam Bioflok

Sebarkan artikel ini
Penyuluh Perikanan Swadaya melakukan pendampingan kolam bioflok di Kecamatan Jonggol, Bogor.
Aktivitas pendampingan pembudidaya ikan oleh Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) di Kampung Garung, Desa Singasari, Jonggol.

Peran Strategis Penyuluh Perikanan Swadaya

BOGOR | DETIKREPORTASE.COM – Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) berperan penting untuk mendampingi kelompok tani ikan serta memberikan penyuluhan mendalam tentang teknik perikanan yang tepat. Langkah ini sejalan dengan upaya warga Kampung Garung, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, yang memanfaatkan lahan kosong di halaman rumah disulap menjadi kolam ikan sistem bioflok guna mendukung program pemerintah tentang ketahanan pangan nasional.

​Ketika ditemui di lokasi, Mulyadi selaku pemilik usaha pembudidayaan ikan nila dan lele menuturkan bahwa awalnya ia bersama keluarga mencoba membudidayakan ikan lele dan nila untuk pembesaran. Dari yang mulanya hanya memiliki satu kolam terpal berukuran kecil, kini usahanya berkembang pesat hingga memiliki lima kolam secara bertahap.

Penting Diketahui: Memahami regulasi serta pentingnya tata kelola pangan dan pengawasan sektor ekonomi kerakyatan merupakan kunci pembangunan daerah. Simak aturan dan informasi hukum selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

​Tantangan dan Keberhasilan Budidaya Perikanan

​Mulyadi mengakui bahwa beternak ikan tidak semudah yang dibayangkan dan menghadapi banyak rintangan di awal usaha. “Waktu pertama tebar ikan, angka kematian cukup lumayan. Tapi kami terus belajar, dan alhamdulillah angka kematian sekarang berkurang,” ujarnya.

​Untuk urusan pemasaran, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti karena pembeli banyak yang datang langsung ke rumah tanpa harus dibawa ke pasar. Ia juga mengapresiasi peran aktif penyuluh perikanan swadaya yang senantiasa memberikan arahan. “Alhamdulillah, pendamping penyuluh perikanan swadayanya juga aktif untuk memberikan arahan,” ungkap Mulyadi.

Analisis Ketahanan Pangan: Penguatan sektor perikanan dan pertanian mandiri di tingkat desa menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi kerakyatan. Pelajari bagaimana tantangan ketahanan pangan diulas dalam laporan mendalam kami: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

 

​Apresiasi dan Dukungan PPS Kecamatan Jonggol

​Sementara itu, Irwan selaku Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) yang berada di lokasi membenarkan dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga. “Kami sangat mendukung apa yang dilakukan Pak Mulyadi untuk melakukan budidaya ikan lele maupun nila, dan memanfaatkan lahan yang kosong sehingga mendapatkan penghasilan,” tegasnya.

​Sebagai penyuluh, pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan edukasi mengenai cara budidaya ikan yang baik sekaligus membantu proses pemasaran hasil panen. Pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan sektor ekonomi produktif di daerah juga menjadi perhatian penting, sebagaimana disoroti dalam investigasi tata kelola anggaran: https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

​Apa yang dilakukan oleh Mulyadi diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi semua pihak agar mampu memanfaatkan potensi sekitar untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

​✍️ Reporter : Ir | detikreportase.com | Bogor – Jawa Barat

DETIKREPORTASE.COM : Suarakan Fakta, Tegakkan Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250