Pasokan Disunat Hingga Picu Gelombang Demo, Sanksi Tegas Pertamina dán Ditreskrimsus Jadi Ujian Transparansi Hukum
KETAPANG | DETIKREPORTASE.COM – Pusaran kasus dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang kian memanas dán memasuki babak baru. Di tengah jeritan warga pedalaman yang tercekik kelangkaan pasokan dán lonjakan harga bahan pokok, ketegasan serta nyali Aparat Penegak Hukum (APH) kini diuji untuk membongkar tuntas gurita mafia energi yang menyengsarakan masyarakat.
Sorotan tajam tertuju pada status hukum pengelola SPBU 64.788.16 Sungai Laur. Publik mulai mempertanyakan apakah hukum akan tegak lurus dán transparan, atau justru tak berdaya di hadapan kekuatan modal. Gelombang protes ini kembali meledak setelah jejak digital berupa video lawas aksi “kencing” atau penyalinan BBM ilegal dari truk tangki Merah Putih milik Pertamina ke tangki industri di daerah Mungguk, Jalan Trans Kalimantan, kembali viral dán memuncaki tajuk berita berbagai platform media.
Baca Juga Pilar Hukum Kami:
Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/
Kebutuhan Warga Dirampas: Kuota Melimpah Diduga Bocor ke Sektor Tambang Ilegal
Kemarahan masyarakat dán aliansi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sungai Laur bukan tanpa alasan kuat. Dokumen Delivery Order (DO) dari muatan truk tangki siluman yang sempat viral tersebut sejatinya dialokasikan untuk menyuplai SPBU Sungai Laur, namun malah diselewengkan di tengah jalan.
Dampak dari praktik lancung ini memicu efek domino yang sangat merugikan:
Kelangkaan Akut: Pasokan BBM jenis Pertalite dán Solar subsidi kerap kosong di SPBU.
Harga Eceran Meroket: Warga di desa-desa pedalaman terpaksa membeli BBM dengan harga selangit.
Bocor ke Sektor Ilegal: Kuota melimpah dari Pertamina diduga kuat sengaja dialihkan demi meraup keuntungan sepihak dengan dijual ke sektor industri dán Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Kondisi ini memicu aksi demonstrasi besar di halaman Kantor Camat Sungai Laur hingga gelombang unjuk rasa lanjutan di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat guna menuntut pengusutan mafia tanah dán energi secara total.
Baca Juga Pilar Ekonomi & Tata Kelola Kami:
Baca selengkapnya di sini: https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/
Diskresi Gubernur dán Warning Keras Penyelidikan Ditkrimsus Polda Kalbar
Merespons tensi sosial yang kian genting, Pemerintah Provinsi Kalbar langsung mengambil langkah cepat. Gubernur Kalbar Ria Norsan menggelar audiensi maraton bersama perwakilan ormas dán Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kalbar, Widhi Tri Adhi Hidayat. Pertamina mengakui operasional SPBU Sungai Laur sempat tersendat karena status “pembinaan” dán evaluasi administrasi. Namun, atas diskresi Gubernur demi hajat hidup orang banyak, pasokan darurat dipercepat untuk disalurkan kembali paling lambat hari Jumat dengan pengawasan ketat Satgas Provinsi.
Meski keran distribusi kembali dibuka, langkah taktis tersebut tidak serta-merta menghapus dugaan tindak pidana penyelewengan yang terjadi. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalbar dilaporkan telah bergerak melakukan penyelidikan mendalam dán memanggil sejumlah saksi kunci terkait video viral tersebut.
Warga Kabupaten Ketapang mengingatkan bahwa kasus ini harus diselesaikan tanpa intervensi pihak mana pun agar tidak menjadi preseden buruk bagi SPBU lain. Publik menolak lupa dán menuntut agar pemeriksaan berjalan transparan hingga menyeret aktor intelektualnya, sebab hukum tidak boleh tumpul kepada mereka yang merasa kebal dán berlindung di balik ketiak modal dán kekuasaan.
Redaksi DetikReportase.com membuka ruang klarifikasi, sanggahan, dán hak jawab seluas-luasnya bagi pengelola SPBU maupun pihak terkait demi menegakkan akurasi berita dán kepatuhan kode etik jurnalistik sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
✍️ Slamet | detikreportase.com | Kalimantan Barat
DETIKREPORTASE.COM : HUMAN INTEREST & SOSIAL MASYARAKAT





