BeritaRIAU

Nasional | Gejolak Harga Sawit di Pelalawan Jadi Sorotan, Bupati Zukri Tegaskan Perusahaan Jangan Rugikan Petani

×

Nasional | Gejolak Harga Sawit di Pelalawan Jadi Sorotan, Bupati Zukri Tegaskan Perusahaan Jangan Rugikan Petani

Sebarkan artikel ini

Bupati Pelalawan Pimpin Langsung Rapat Harga TBS Sawit

PELALAWAN|DETIKREPORTASE.COM – Zukri memimpin langsung rapat pembahasan gejolak harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang digelar di halaman Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (26/5/2026).

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai respons atas penurunan harga TBS sawit di sejumlah wilayah Kabupaten Pelalawan dalam beberapa hari terakhir yang memicu keresahan di kalangan petani.

Kegiatan itu turut dihadiri Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., perwakilan Kejaksaan Negeri Pelalawan, unsur TNI dari Kodim 0313/KPR, Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan, perwakilan perusahaan sawit, serta kepala OPD terkait.

Dalam forum tersebut, para petani dan perwakilan pengusaha sawit menyampaikan berbagai keluhan terkait fluktuasi harga TBS yang dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

 

Bupati Tegaskan Harga Sawit Jangan Sampai Merugikan Petani

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Zukri meminta seluruh perusahaan sawit di Kabupaten Pelalawan untuk tidak menetapkan harga pembelian TBS yang merugikan petani.

Menurutnya, masyarakat sangat bergantung pada sektor perkebunan sawit sehingga stabilitas harga harus dijaga secara adil dan transparan.

“Saya tidak mau ada kezaliman. Jangan sampai masyarakat yang menggantungkan hidup dari sawit justru dirugikan. Perusahaan membeli TBS dengan harga rendah tetapi menjual CPO dengan harga tinggi,” tegas Zukri dalam rapat tersebut.

Dalam pertemuan itu, Bupati juga meminta masing-masing perusahaan membuat grup koordinasi guna mempermudah komunikasi dan pelaporan data harga pembelian TBS serta harga penjualan crude palm oil (CPO).

Dari hasil pemaparan perusahaan, ditemukan adanya perbedaan harga yang cukup bervariasi antar PKS di wilayah Pelalawan.

Baca selengkapnya di sini:
https://detikreportase.com/kuhp-baru-berlaku-2-januari-2026-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-kehidupan-warga-ini-aturan-kunci-yang-wajib-dipahami-publik/

 

Pemkab Pelalawan Siapkan Pengawasan dan Tim Pemantau Lapangan

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Pelalawan meminta adanya keseragaman harga pembelian TBS di seluruh perusahaan sawit dengan kisaran Rp2.960 hingga Rp3.050 per kilogram.

Rentang harga tersebut nantinya akan disesuaikan mengikuti perkembangan harga CPO di pasar.

Selain itu, Pemkab Pelalawan juga akan membentuk mekanisme pelaporan harga melalui grup koordinasi agar seluruh perusahaan dapat rutin melaporkan perkembangan harga pembelian TBS secara terbuka.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat pengawasan terhadap tata niaga sawit di daerah.

Bupati Zukri juga menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan terhadap perusahaan sawit, sementara pemerintah daerah bersama Forkopimda akan membentuk tim khusus guna melakukan pemantauan langsung ke perusahaan, tempat penampungan (peron), hingga ke tingkat petani.

Baca juga:
https://detikreportase.com/peta-besar-ott-kpk-di-indonesia-dari-pajak-hingga-kepala-daerah-begini-wajah-korupsi-yang-terbongkar/

 

Petani Sawit Sambut Positif Langkah Pemerintah Daerah

Di akhir rapat, Bupati Zukri menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang hadir dan berkomitmen menjaga stabilitas harga sawit di Kabupaten Pelalawan.

Sementara itu, sejumlah perwakilan petani sawit juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan atas langkah cepat dalam merespons gejolak harga TBS.

“Assalamualaikum, kami mewakili petani kelapa sawit mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pelalawan H. Zukri. Berkat beliau harga buah TBS Alhamdulillah mulai beranjak naik lagi dan mudah-mudahan terus meningkat,” ujar salah satu perwakilan petani.

Gejolak harga sawit di daerah penghasil seperti Pelalawan dinilai menjadi perhatian penting karena sektor perkebunan sawit masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dan daerah di Provinsi Riau.

Berdasarkan pantauan detikreportase.com di lapangan, harga TBS sawit di sejumlah peron dan titik penampungan di Kabupaten Pelalawan mulai menunjukkan pergerakan kenaikan pasca rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Pelalawan. Kondisi tersebut disambut positif oleh para petani yang berharap stabilitas harga sawit dapat terus terjaga dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat perkebunan di daerah.

Baca lainnya:
https://detikreportase.com/skandal-pupuk-subsidi-di-pelalawan-riau-cermin-rapuhnya-tata-kelola-subsidi-dan-ujian-ketahanan-pangan-nasional/

✍️ Tim | detikreportase.com | Pelalawan – Riau

DETIKREPORTASE.COM : Mengawal Keadilan Ekonomi untuk Petani Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250Example 728x250